alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Saturday, May 21, 2022

Kios Terbakar, Mercon-Mercon Meledak

Diduga Tersulut Api Rokok, Polisi Bakal Gencar Razia Pedagang

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sebuah kios kembang api di kawasan Pasar Niaga, Desa Sarirejo, Kecamatan Mojosari, terbakar sekitar pukul 14.00, kemarin. Hampir seluruh mercon di lapak yang berdiri tepat di depan Toko Sepatu Stars itu meledak. Beruntung insiden itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

’’Gak tahu tadi awalnya (penyebab) gimana. Tiba-tiba terbakar, keluar api di lapaknya, terus meledak-ledak gitu merconnya,’’ sebut Dicky Prasetyo, salah satu pedagang di sekitar lokasi.

Api yang membakar kios kembang api milik Agus Setyo Budi alias Gecol itu langsung menjadi perhatian warga sekitar dan pengguna jalan. Sebab, percikan ledakan dari kembang api di kios itu mengarah ke jalan.

Khawatir tersambar ledakan kembang api, sejumlah penggguna jalan pun memilih berhenti dan menepi. Sejumlah pemilik motor di sekitar lokasi pun memilih mengamankan motornya agar kebakaran tidak menjalar. Sehingga, arus lalu lintas pun sempat tersendat sekitar 15 menit. ’’Tadi sempat macet karena pengguna jalan menjauh semua, takut kena ledakannya,’’ ujarnya.

Karyawan kios kembang api dibantu warga sekitar langsung berjibaku memadamkan api secara manual. Baik menggunakan ember maupun selang. Hingga akhirnya api berhasil dijinakkan dari pemadaman manual itu. ’’Langsung disiram pakai ember sama disemprot pakai selang. Sampai akhirnya api benar-benar padam, orang-orang lanjut lagi perjalanannya,’’ tandas Dicky.

Baca Juga :  Jelang Sahur, Empat Remaja Curi Kotak Amal Masjid untuk Membeli Miras

Kapolsek Mojosari Kompol Heru Purwandi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Sejumlah petugas langsung diterjunkan ke lokasi usai menerima informasi terjadinya kebakaran itu. Dijelaskannya, kebakaran itu akibat kelalaian pemilik kios sesaat usai menggelar dagangannya kemarin siang. Namun, pihaknya belum bisa bicara banyak soal penyebab kebakaran itu.

Namun, dipastikannya insiden tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa. ’’Saat kami mintai keterangan, pemilik kios mengakau kalau yang bersangkutan itu lalai. Dan ini tidak sampai menimbulkan korban,’’ ujarnya.

Terlebih, ledakan dan kobaran api tidak sampai menjalar ke sekitar lokasi. Meski begitu, kepolisian menaksir kerugian yang dialami Gecol mencapai Rp 1 juta. Lebih lanjut, petugas belum bisa menindak pedagang kembang api. Sebab, kembang api yang diperdagangkan itu tergolong berdaya ledak rendah alias low explosive.

Berbanding terbalik dengan petasan rakitan manual yang bisa menimbulkan daya ledak tinggi hingga membahayakan keselamatan. ’’Kembang api ini daya ledaknya rendah. Memang, kalau jumlah banyak mudah terbakar dan berpotensi memicu kebakaran. Namun, berbeda dengan petasan (rakitan) yang ledakannya bisa membahayakan nyawa. Dan kami sudah mengimbau dan sosialisasikan ke masyarat akan bahaya itu. Salah satunya dengan memasang spanduk di sejumlah titik seperti di GOR Gajah Mada,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Polisi Telusuri Dugaan Pungli

Terkait penyalahgunaan bahan peledak, termaktub dalam Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan Pasal 187 KUHP tentang Bahan Peledak. Pelaku penyalahgunaan bisa dijerat hukuman penjara maksimal 20 tahun lamanya jika dampaknya membahayakan.

Guna mengantisipasi hal serupa dengan imbas lebih parah, sekaligus melacak peredaran petasan rakitan, kepolisian bakal menggelar razia petasan di pengujung Ramadan ini. ’’Saat ini masih kami koordinasikan dengan jajaran pimpinan. Insya Allah dalam waktu dekat kami lakukan razia petasan untuk pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas),’’ sambung Kasat Sabhara Polres Mojokerto AKP Suwarso.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Mojokert, kebakaran kios kembang api itu akibat tersulut api putung rokok. Sehingga api berkobar dengan cepat melalap kembang api yang mudah terbakar. (vad/abi)

Diduga Tersulut Api Rokok, Polisi Bakal Gencar Razia Pedagang

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sebuah kios kembang api di kawasan Pasar Niaga, Desa Sarirejo, Kecamatan Mojosari, terbakar sekitar pukul 14.00, kemarin. Hampir seluruh mercon di lapak yang berdiri tepat di depan Toko Sepatu Stars itu meledak. Beruntung insiden itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

’’Gak tahu tadi awalnya (penyebab) gimana. Tiba-tiba terbakar, keluar api di lapaknya, terus meledak-ledak gitu merconnya,’’ sebut Dicky Prasetyo, salah satu pedagang di sekitar lokasi.

Api yang membakar kios kembang api milik Agus Setyo Budi alias Gecol itu langsung menjadi perhatian warga sekitar dan pengguna jalan. Sebab, percikan ledakan dari kembang api di kios itu mengarah ke jalan.

Khawatir tersambar ledakan kembang api, sejumlah penggguna jalan pun memilih berhenti dan menepi. Sejumlah pemilik motor di sekitar lokasi pun memilih mengamankan motornya agar kebakaran tidak menjalar. Sehingga, arus lalu lintas pun sempat tersendat sekitar 15 menit. ’’Tadi sempat macet karena pengguna jalan menjauh semua, takut kena ledakannya,’’ ujarnya.

Karyawan kios kembang api dibantu warga sekitar langsung berjibaku memadamkan api secara manual. Baik menggunakan ember maupun selang. Hingga akhirnya api berhasil dijinakkan dari pemadaman manual itu. ’’Langsung disiram pakai ember sama disemprot pakai selang. Sampai akhirnya api benar-benar padam, orang-orang lanjut lagi perjalanannya,’’ tandas Dicky.

Baca Juga :  Disambut Kembang Api, Teteskan Air Mata dan Sujud Syukur
- Advertisement -

Kapolsek Mojosari Kompol Heru Purwandi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Sejumlah petugas langsung diterjunkan ke lokasi usai menerima informasi terjadinya kebakaran itu. Dijelaskannya, kebakaran itu akibat kelalaian pemilik kios sesaat usai menggelar dagangannya kemarin siang. Namun, pihaknya belum bisa bicara banyak soal penyebab kebakaran itu.

Namun, dipastikannya insiden tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa. ’’Saat kami mintai keterangan, pemilik kios mengakau kalau yang bersangkutan itu lalai. Dan ini tidak sampai menimbulkan korban,’’ ujarnya.

Terlebih, ledakan dan kobaran api tidak sampai menjalar ke sekitar lokasi. Meski begitu, kepolisian menaksir kerugian yang dialami Gecol mencapai Rp 1 juta. Lebih lanjut, petugas belum bisa menindak pedagang kembang api. Sebab, kembang api yang diperdagangkan itu tergolong berdaya ledak rendah alias low explosive.

Berbanding terbalik dengan petasan rakitan manual yang bisa menimbulkan daya ledak tinggi hingga membahayakan keselamatan. ’’Kembang api ini daya ledaknya rendah. Memang, kalau jumlah banyak mudah terbakar dan berpotensi memicu kebakaran. Namun, berbeda dengan petasan (rakitan) yang ledakannya bisa membahayakan nyawa. Dan kami sudah mengimbau dan sosialisasikan ke masyarat akan bahaya itu. Salah satunya dengan memasang spanduk di sejumlah titik seperti di GOR Gajah Mada,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Diduga Dibunuh, Mr X Dibuang di Areal Persawahan

Terkait penyalahgunaan bahan peledak, termaktub dalam Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan Pasal 187 KUHP tentang Bahan Peledak. Pelaku penyalahgunaan bisa dijerat hukuman penjara maksimal 20 tahun lamanya jika dampaknya membahayakan.

Guna mengantisipasi hal serupa dengan imbas lebih parah, sekaligus melacak peredaran petasan rakitan, kepolisian bakal menggelar razia petasan di pengujung Ramadan ini. ’’Saat ini masih kami koordinasikan dengan jajaran pimpinan. Insya Allah dalam waktu dekat kami lakukan razia petasan untuk pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas),’’ sambung Kasat Sabhara Polres Mojokerto AKP Suwarso.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Mojokert, kebakaran kios kembang api itu akibat tersulut api putung rokok. Sehingga api berkobar dengan cepat melalap kembang api yang mudah terbakar. (vad/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/