alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Monday, May 23, 2022

Sekolah Dilarang Menyimpan Uang Cash dalam Jumlah Besar

MOJOKERTO – Buntut terjadinya aksi pencurian di SMKN 1 Pungging, Kabupaten Mojokerto, menjadi atensi Cabang Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Jatim. Sebab, atas kejadian tersebut sebanyak Rp 500 juta yang tersimpan di dua brankas amblas dibawa kabur kawanan pelaku.

Kepala Cabang Dispendik Provinsi Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto Mariyono cukup menyayangkan terjadinya pencurian tersebut. Mengingat, Pemprov Jatim sendiri sebenarnya telah membuat regulasi dengan memberi pembatasan nominal uang tunai yang disimpan sekolah.

”Sudah ada ketentuan dari provinsi, brankas sekolah tidak boleh ada uang cash terlalu besar,” terangnya. Menurutnya, sekolah hanya diperkenankan menyimpan uang tunai dengan jumlah paling banyak puluhan juta rupiah. Apabila, jumlahnya telah mencapai ratusan juta, maka lembaga diminta untuk menyimpannya ke bank demi keamanan.

Baca Juga :  Empat Bulan Jadi Kurir Jaringan Lapas

”Ada batasannya menyimpan uang dalam brankas, kalau tidak salah maksimal Rp 40 juta,” paparnya. Terlepas dari itu, Mariyono menyatakan, pencurian dialami SMKN 1 Pungging tersebut sebagai musibah. Sehingga dapat menjadi peringatan bagi lembaga sekolah lain agar tidak menyimpan uang tunai dengan jumlah besar.

Oleh karena itu, cabang dispendik saat ini juga tengah memproses surat edaran (SE) untuk dilayangkan ke seluruh SMA/SMK. Dalam SE tersebut untuk menekankan sekolah agar melibatkan perbankan dalam penyimpanan keuangan sekolah.

Di sisi lain, untuk memperketat keamanan sekolah. Pasalnya, di sekolah juga terdapat sejumlah dokumen penting dan perangkat informasi teknologi (IT) yang harus dijamin kemanannya. Termasuk perangkat komputer dan server yang saat ini tengah digunakan siswa untuk pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

Baca Juga :  Korban Selamat Ledakan Bioethanol Terlindungi Dinding

”Atas kejadian ini kita akan tindaklanjuti dengan mengingatkan kembali kepada sekolah dengan memberi imbauan-imbauan. Karena dari provinsi sudah jelas” paparnya. Maryono menegaskan, pihaknya belum menggali lebih dalam uang yang raib dari ruang bendahara TU SMKN 1 Pungging.

Uang yang disimpan dalam dua brankas itu sebagian  di antaranya merupakan dana kesiswaan yang sedianya untuk studi wisata siswa ke Pulau Dewata, Bali. Namun, Cabang Dispendik akan memperinci kembali detail dana yang digondol pencuri dengan cara mencongkel brankas menggunakan linggis tersebut.

”Yang jelas, itu keuangan sekolah, sumbernya bisa dari SPP (sumbangan pembiayaan pendidikan),  juga bisa dari BOS (bantuan operasional sekolah). Sekarang sudah ditangani pihak berwajib. Nanti kita akan rinci lagi,” tandasnya. 

MOJOKERTO – Buntut terjadinya aksi pencurian di SMKN 1 Pungging, Kabupaten Mojokerto, menjadi atensi Cabang Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Jatim. Sebab, atas kejadian tersebut sebanyak Rp 500 juta yang tersimpan di dua brankas amblas dibawa kabur kawanan pelaku.

Kepala Cabang Dispendik Provinsi Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto Mariyono cukup menyayangkan terjadinya pencurian tersebut. Mengingat, Pemprov Jatim sendiri sebenarnya telah membuat regulasi dengan memberi pembatasan nominal uang tunai yang disimpan sekolah.

”Sudah ada ketentuan dari provinsi, brankas sekolah tidak boleh ada uang cash terlalu besar,” terangnya. Menurutnya, sekolah hanya diperkenankan menyimpan uang tunai dengan jumlah paling banyak puluhan juta rupiah. Apabila, jumlahnya telah mencapai ratusan juta, maka lembaga diminta untuk menyimpannya ke bank demi keamanan.

Baca Juga :  Menang di Tingkat PK, Dewan Minta Pemda Tak Diam

”Ada batasannya menyimpan uang dalam brankas, kalau tidak salah maksimal Rp 40 juta,” paparnya. Terlepas dari itu, Mariyono menyatakan, pencurian dialami SMKN 1 Pungging tersebut sebagai musibah. Sehingga dapat menjadi peringatan bagi lembaga sekolah lain agar tidak menyimpan uang tunai dengan jumlah besar.

Oleh karena itu, cabang dispendik saat ini juga tengah memproses surat edaran (SE) untuk dilayangkan ke seluruh SMA/SMK. Dalam SE tersebut untuk menekankan sekolah agar melibatkan perbankan dalam penyimpanan keuangan sekolah.

Di sisi lain, untuk memperketat keamanan sekolah. Pasalnya, di sekolah juga terdapat sejumlah dokumen penting dan perangkat informasi teknologi (IT) yang harus dijamin kemanannya. Termasuk perangkat komputer dan server yang saat ini tengah digunakan siswa untuk pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

Baca Juga :  Empat Pembobol Konter Ditangkap Polisi
- Advertisement -

”Atas kejadian ini kita akan tindaklanjuti dengan mengingatkan kembali kepada sekolah dengan memberi imbauan-imbauan. Karena dari provinsi sudah jelas” paparnya. Maryono menegaskan, pihaknya belum menggali lebih dalam uang yang raib dari ruang bendahara TU SMKN 1 Pungging.

Uang yang disimpan dalam dua brankas itu sebagian  di antaranya merupakan dana kesiswaan yang sedianya untuk studi wisata siswa ke Pulau Dewata, Bali. Namun, Cabang Dispendik akan memperinci kembali detail dana yang digondol pencuri dengan cara mencongkel brankas menggunakan linggis tersebut.

”Yang jelas, itu keuangan sekolah, sumbernya bisa dari SPP (sumbangan pembiayaan pendidikan),  juga bisa dari BOS (bantuan operasional sekolah). Sekarang sudah ditangani pihak berwajib. Nanti kita akan rinci lagi,” tandasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/