alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Utang Lunas, Tetap Diteror Pinjol

BANGSAL, Jawa Pos Radar Mojokerto – Aplikasi pinjaman online (pinjol) kembali menelan korban. Kali ini menimpa Nila, 33. Warga Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto ini melaporkan kasus pinjol ke Mapolres Mojokerto, kemarin.

Ia mengaku, dirugikan atas apa yang dilakukan pihak pinjol padanya. ”Tadi (kemarin pagi) sudah lapor ke Satreskrim Polres Mojokerto,” ujarnya kemarin. Itu bermula dari keisengannya meminjam dana melalui aplikasi pinjol.

Nila mengunduh aplikasi Saku Maju melalui google play. Tak ada yang merekomendasikan untuk memilih aplikasi tersebut. Lantaran murni dari keingintahuannya dan coba-coba menggunakan pinjol. ’’Gak ada yang rekomendasi. Aplikasi itu muncul di iklan peramban saya, terus saya kepo dan coba download di google play,’’ terangnya.

Mulanya, dia tak menaruh curiga diawal penginstalan aplikasi besutan KSP Bina Usaha Maju Plus itu. Nila dimintai berswafoto tampak wajahnya hingga meng-upload foto KTP. Namun, setelah itu tidak ada persetujuan syarat dan ketentuan alias terms and policies dari pengguna. ’’Setelah upload data itu tiba-tiba ada notif terdaftar gitu aja. Ndak ada persetujuan apapun didepannya,” katanya.

Meski begitu, Nila masih kepo dan mencoba membuat pinjaman. Saat memilih menu pinjaman, dia dihadapkan pada sejumlah pilihan limit. Saat itu, limit paling rendah sebesar Rp 1,8 juta hingga Rp 3 juta.

Baca Juga :  Launching Resto di Pariwisata Tangguh Bersahabat

Keanehan muncul. Tiba-tiba aplikasi memilihkan limit bagi Nila secara otomatis. ’’Saya nggak pencet apa-apa terus muncul notifikasi peminjaman terkirim. Yang limit Rp 1,8 juta itu,’’ bebernya.

Dari pinjaman sebanyak itu, ia hanya menerima Rp 1.040.000 atau dipangkas 42 persen. ”Itu saya cobanya tanggal 10 (Oktober) kemarin. Ndak ada penjelasan apa-apa kalau yang saya dapat cuma segitu. Saya cek di rekening BRI saya ternyata benar yang masuk,” imbuhnya.

Di hari ke lima, Nila sudah ditagih. Dia dihubungi berkali-kali oleh pihak pinjol. Baik melalui telepon maupun pesan teks whatsapp (WA). Tak pelak, korban berupaya melunasi utangnya itu. Apalagi jika melakukan pembayaran di hari tersebut bakal mendapat diskon Rp 500 ribu. ”Langsung saya bayar di hari itu. Transfer ke rekening pinjolnya di Bank Permata. Saya ke alfamart buat bayar Rp 1,3 juta dan statusnya sudah terkirim. Masuk,” bebernya.

Namun, hal tersebut tak serta merta membuat permasalahannya rampung. Usai dilunasi, status dan pemberitahuan lunas tak kunjung tampak di aplikasi. Justru, usai Nila melunasi utangnya, semua chat WA pihak pinjol dengan korban malah dihapus.

Baca Juga :  Dinsos Bantah Mainkan Harga

Hanya tersisa pesan teks korban diruang chat mereka. Bahkan, tak berselang lama pihak pinjol tersebut kembali menagih Nila seolah utangnya belum dilunasi. ”Sampai sekarang ndak ada pemberitahuan lunas, malah ditagih lagi. Padahal sudah saya lunasi, ada bukti struknya dari alfamart itu,” jelasnya.

Penagihan pihak pinjol itu pun dilakukan dengan memaksa dan meneror korban. Bahkan, kata-kata kasar dilontarkan pada korban. ”Sehari itu bisa lima kali chat sama telpon, ya neror gitu. Bahasa yang dipakai sudah gak bener semua, isi se-kebun binatang disebut semua. Bahkan mereka mengancam menyebarkan data saya,” ucapnya. Nila merasa khawatir kemanan data dan dirinya. Sebab, menurutnya, pelaku cenderung nekat dan menghalalkan segala cara.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Andaru Rahutomo membenarkan adanya laporan yang dilayangkan korban. Hanya saja korban sempat kembali pulang lantaran berkas yang dibawa kurang lengkap. Hingga akhirnya korban kembali ke mapolres untuk melengkapi laporan. ”Pagi tadi (kemarin) korban memang konsultasi kepada kami terkait pinjol itu. Kami arahkan untuk sekalian mencetak rekening korannya. Jadi korban sempat pulang dan sore ini (kemarin) kami hubungi korban untuk kembali ke mapolres dan melanjutkan,” terangnya. (vad/ron)

 

 

BANGSAL, Jawa Pos Radar Mojokerto – Aplikasi pinjaman online (pinjol) kembali menelan korban. Kali ini menimpa Nila, 33. Warga Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto ini melaporkan kasus pinjol ke Mapolres Mojokerto, kemarin.

Ia mengaku, dirugikan atas apa yang dilakukan pihak pinjol padanya. ”Tadi (kemarin pagi) sudah lapor ke Satreskrim Polres Mojokerto,” ujarnya kemarin. Itu bermula dari keisengannya meminjam dana melalui aplikasi pinjol.

Nila mengunduh aplikasi Saku Maju melalui google play. Tak ada yang merekomendasikan untuk memilih aplikasi tersebut. Lantaran murni dari keingintahuannya dan coba-coba menggunakan pinjol. ’’Gak ada yang rekomendasi. Aplikasi itu muncul di iklan peramban saya, terus saya kepo dan coba download di google play,’’ terangnya.

Mulanya, dia tak menaruh curiga diawal penginstalan aplikasi besutan KSP Bina Usaha Maju Plus itu. Nila dimintai berswafoto tampak wajahnya hingga meng-upload foto KTP. Namun, setelah itu tidak ada persetujuan syarat dan ketentuan alias terms and policies dari pengguna. ’’Setelah upload data itu tiba-tiba ada notif terdaftar gitu aja. Ndak ada persetujuan apapun didepannya,” katanya.

Meski begitu, Nila masih kepo dan mencoba membuat pinjaman. Saat memilih menu pinjaman, dia dihadapkan pada sejumlah pilihan limit. Saat itu, limit paling rendah sebesar Rp 1,8 juta hingga Rp 3 juta.

Baca Juga :  Diduga Tertipu Investasi Bodong, Ratusan Korban Laporkan RHS Group

Keanehan muncul. Tiba-tiba aplikasi memilihkan limit bagi Nila secara otomatis. ’’Saya nggak pencet apa-apa terus muncul notifikasi peminjaman terkirim. Yang limit Rp 1,8 juta itu,’’ bebernya.

- Advertisement -

Dari pinjaman sebanyak itu, ia hanya menerima Rp 1.040.000 atau dipangkas 42 persen. ”Itu saya cobanya tanggal 10 (Oktober) kemarin. Ndak ada penjelasan apa-apa kalau yang saya dapat cuma segitu. Saya cek di rekening BRI saya ternyata benar yang masuk,” imbuhnya.

Di hari ke lima, Nila sudah ditagih. Dia dihubungi berkali-kali oleh pihak pinjol. Baik melalui telepon maupun pesan teks whatsapp (WA). Tak pelak, korban berupaya melunasi utangnya itu. Apalagi jika melakukan pembayaran di hari tersebut bakal mendapat diskon Rp 500 ribu. ”Langsung saya bayar di hari itu. Transfer ke rekening pinjolnya di Bank Permata. Saya ke alfamart buat bayar Rp 1,3 juta dan statusnya sudah terkirim. Masuk,” bebernya.

Namun, hal tersebut tak serta merta membuat permasalahannya rampung. Usai dilunasi, status dan pemberitahuan lunas tak kunjung tampak di aplikasi. Justru, usai Nila melunasi utangnya, semua chat WA pihak pinjol dengan korban malah dihapus.

Baca Juga :  Motor Sasar Truk, Siswa SMAN Mojosari Tewas

Hanya tersisa pesan teks korban diruang chat mereka. Bahkan, tak berselang lama pihak pinjol tersebut kembali menagih Nila seolah utangnya belum dilunasi. ”Sampai sekarang ndak ada pemberitahuan lunas, malah ditagih lagi. Padahal sudah saya lunasi, ada bukti struknya dari alfamart itu,” jelasnya.

Penagihan pihak pinjol itu pun dilakukan dengan memaksa dan meneror korban. Bahkan, kata-kata kasar dilontarkan pada korban. ”Sehari itu bisa lima kali chat sama telpon, ya neror gitu. Bahasa yang dipakai sudah gak bener semua, isi se-kebun binatang disebut semua. Bahkan mereka mengancam menyebarkan data saya,” ucapnya. Nila merasa khawatir kemanan data dan dirinya. Sebab, menurutnya, pelaku cenderung nekat dan menghalalkan segala cara.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Andaru Rahutomo membenarkan adanya laporan yang dilayangkan korban. Hanya saja korban sempat kembali pulang lantaran berkas yang dibawa kurang lengkap. Hingga akhirnya korban kembali ke mapolres untuk melengkapi laporan. ”Pagi tadi (kemarin) korban memang konsultasi kepada kami terkait pinjol itu. Kami arahkan untuk sekalian mencetak rekening korannya. Jadi korban sempat pulang dan sore ini (kemarin) kami hubungi korban untuk kembali ke mapolres dan melanjutkan,” terangnya. (vad/ron)

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/