alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Tahanan Baru Melonjak sejak Pandemi

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tingkat overkapasitas Lapas Kelas II-B Mojokerto kian parah di tahun kedua pandemi ini. Jumlah warga binaan tak pernah di bawah 900 orang dan kerap tembus seribu lebih. Fakta lain, separo di antaranya merupakan tahanan titipan.

Kasi Binadik Lapas Kelas II-B Mojokerto Bayu Novianto mengatakan, jumlah warga binaan cenderung naik selama pandemi. Hal ini, lanjutnya, bisa dilihat dalam kurung setahun terakhir. Saat ini, warga binaan di lapas selalu di atas 900 orang. Angka ini jauh di atas tahun sebelumnya yang maksimal hanya menyentuh sekitar 700 orang. ’’Beda jauh. Tahun lalu hanya 600 sampai 700 orang,’’ sebutnya kemarin.

Tahun ini, jumlah warga binaan bahkan beberapa kali tembus seribu lebih. Alhasil angka overkapasitas selalu di atas 200 persen. Pihaknya melihat sejumlah faktor turut memengaruhi lonjakan warga binaan ini. ’’Pandemi saya kira sangat berpengaruh pada jumlah tahanan baru,’’ ujar Bayu.

Baca Juga :  Curi Motor untuk Beli Chip

Pihaknya melihat tekanan ekonomi akibat krisis pandemi punya garis lurus dengan peningkatan tahanan baru. ’’Entah kejahatan atau penyalagunaan narkoba,’’ imbuhnya. Saat ini, tahanan titipan di lapas yang masih menjalani proses hukum mencapai 410 orang. Angkanya hampir setara dengan jumlah narapidana yang mencapai 557 orang.

Warga binaan didominasi kasus narkoba. Jumlahnya mencapai 743 orang. Jauh lebih banyak dibanding 211 orang kasus pidana umum, 10 orang korupsi, dan 3 orang kasus perdagangan anak. ’’Narkoba sangat mendominasi,’’ sebut dia. Selain itu, angka residivis juga cukup tinggi. Saat ini setidaknya terdapat 193 warga binaan yang merupakan seorang residivis.

Selain itu, pemindahan napi ke lapas lain juga terkendala selama pandemi. Kerentanan penularan Covid-19 membuat pemindahan napi sempat tersendat beberapa bulan terakhir. Akibatnya, napi tak berkurang banyak. Sedangkan yang baru terus masuk rata-rata 30 sampai 40 orang per dua minggu sekali. Kondisi ini membuat tingkat penghuni lapas kini terbilang sesak parah. ’’Selama ledakan Covid-19 beberapa waktu lalu kita tidak bisa memindahkan napi ke lapas lain,’’ jelas dia.

Baca Juga :  Ingin Nge-Fly, Kalangan Pelajar Konsumsi Obat Antimabuk-CTM

Guna mengantisipasi gangguan keamanan lapas, pihaknya terus melakukan upaya. Selain penguatan keamanan, pihaknya terus melakukan pembinaan rutin. Salah satunya menyibukkan warga binaan dengan berbagai kegiatan produtif di lapas. (adi/ron)

 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tingkat overkapasitas Lapas Kelas II-B Mojokerto kian parah di tahun kedua pandemi ini. Jumlah warga binaan tak pernah di bawah 900 orang dan kerap tembus seribu lebih. Fakta lain, separo di antaranya merupakan tahanan titipan.

Kasi Binadik Lapas Kelas II-B Mojokerto Bayu Novianto mengatakan, jumlah warga binaan cenderung naik selama pandemi. Hal ini, lanjutnya, bisa dilihat dalam kurung setahun terakhir. Saat ini, warga binaan di lapas selalu di atas 900 orang. Angka ini jauh di atas tahun sebelumnya yang maksimal hanya menyentuh sekitar 700 orang. ’’Beda jauh. Tahun lalu hanya 600 sampai 700 orang,’’ sebutnya kemarin.

Tahun ini, jumlah warga binaan bahkan beberapa kali tembus seribu lebih. Alhasil angka overkapasitas selalu di atas 200 persen. Pihaknya melihat sejumlah faktor turut memengaruhi lonjakan warga binaan ini. ’’Pandemi saya kira sangat berpengaruh pada jumlah tahanan baru,’’ ujar Bayu.

Baca Juga :  Menang di Tingkat PK, Dewan Minta Pemda Tak Diam

Pihaknya melihat tekanan ekonomi akibat krisis pandemi punya garis lurus dengan peningkatan tahanan baru. ’’Entah kejahatan atau penyalagunaan narkoba,’’ imbuhnya. Saat ini, tahanan titipan di lapas yang masih menjalani proses hukum mencapai 410 orang. Angkanya hampir setara dengan jumlah narapidana yang mencapai 557 orang.

Warga binaan didominasi kasus narkoba. Jumlahnya mencapai 743 orang. Jauh lebih banyak dibanding 211 orang kasus pidana umum, 10 orang korupsi, dan 3 orang kasus perdagangan anak. ’’Narkoba sangat mendominasi,’’ sebut dia. Selain itu, angka residivis juga cukup tinggi. Saat ini setidaknya terdapat 193 warga binaan yang merupakan seorang residivis.

Selain itu, pemindahan napi ke lapas lain juga terkendala selama pandemi. Kerentanan penularan Covid-19 membuat pemindahan napi sempat tersendat beberapa bulan terakhir. Akibatnya, napi tak berkurang banyak. Sedangkan yang baru terus masuk rata-rata 30 sampai 40 orang per dua minggu sekali. Kondisi ini membuat tingkat penghuni lapas kini terbilang sesak parah. ’’Selama ledakan Covid-19 beberapa waktu lalu kita tidak bisa memindahkan napi ke lapas lain,’’ jelas dia.

Baca Juga :  20 Napi Bandel Dilayar ke Probolinggo
- Advertisement -

Guna mengantisipasi gangguan keamanan lapas, pihaknya terus melakukan upaya. Selain penguatan keamanan, pihaknya terus melakukan pembinaan rutin. Salah satunya menyibukkan warga binaan dengan berbagai kegiatan produtif di lapas. (adi/ron)

 

Artikel Terkait

Most Read

Sehari, 11 Warga Kota Meninggal

Gunungan Sampah TPA Terbakar

Jadi Laga Pertaruhan Gengsi Empat Besar

Artikel Terbaru


/