alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Puluhan Warung Remang-Remang Dalam Pengawasan Satpol PP

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Satpol PP Kabupaten Mojokerto menempeli 29 warung remang-remang di kawasan Desa Awang-Awang, Kecamatan Mojosari, dengan stiker dan memasang spanduk “Dalam Pengawasan” sekitar pukul 09.00 Kamis (28/10). Hal tersebut dilakukan guna menindak lanjuti terjaringnya sembilan PSK yang mangkal di sejumlah warung tersebut. 

Kasatpol PP Kabupaten Mojokerto Noerhono, menjelaskan, petugas melakukan pemasangan stiker tersebut bukan hanya akibat adanya praktik prostitusi yang meresahkan warga sekitar itu. Juga karena sejumlah warung tersebut menjual minuman keras (miras).

Para pemilik warung dihadapkan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Mojokerto Nomor 2 Tahun 2013 Tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat. Artinya, petugas bakal menindak tegas pemilik warung sekaligus penjajah servis plus-plus tersebut jika tetap nekat buka.

Baca Juga :  Polres Usut Pemalsuan E-KTP

“Ini merupakan tahap sosialisasi dan kami awasi bersama dengan unsur desa. Jika tetap nekat buka, kita akan tutup dan tipiringkan,” ujarnya. Ditambahkannya, ancaman pidana kurungan penjara maksimal 3 bulan atau denda Rp 50 juta menanti para pelaku yang nekat. (vad/fen) 

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Satpol PP Kabupaten Mojokerto menempeli 29 warung remang-remang di kawasan Desa Awang-Awang, Kecamatan Mojosari, dengan stiker dan memasang spanduk “Dalam Pengawasan” sekitar pukul 09.00 Kamis (28/10). Hal tersebut dilakukan guna menindak lanjuti terjaringnya sembilan PSK yang mangkal di sejumlah warung tersebut. 

Kasatpol PP Kabupaten Mojokerto Noerhono, menjelaskan, petugas melakukan pemasangan stiker tersebut bukan hanya akibat adanya praktik prostitusi yang meresahkan warga sekitar itu. Juga karena sejumlah warung tersebut menjual minuman keras (miras).

Para pemilik warung dihadapkan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Mojokerto Nomor 2 Tahun 2013 Tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat. Artinya, petugas bakal menindak tegas pemilik warung sekaligus penjajah servis plus-plus tersebut jika tetap nekat buka.

Baca Juga :  Ancaman Hukuman Randy Terlalu Ringan

“Ini merupakan tahap sosialisasi dan kami awasi bersama dengan unsur desa. Jika tetap nekat buka, kita akan tutup dan tipiringkan,” ujarnya. Ditambahkannya, ancaman pidana kurungan penjara maksimal 3 bulan atau denda Rp 50 juta menanti para pelaku yang nekat. (vad/fen) 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/