alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

PT RHS Group Melawan, Laporkan Balik Investor

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kasus investasi macet PT Rofiq Habifah Sukses (RHS) Group dipastikan bakal berkepanjangan.

Jumat (27/9), sejumlah investor atau nasabah justru dilaporkan balik oleh manajemen atas dugaan telah menyebarkan fitnah, berita hoax, hingga melakukan hate speech atau ujaran kebencian.

Mereka yang dilaporkan PT RHS Group diketahui berjumlah empat orang. Masing-masing berinisial AS, BVS, RW, dan RM. Didampingi kuasa hukumnya, manajemen PT RHS Group mendatangi Mapolresta Mojokerto di Jalan Bhayangkara pukul 16.00.

Mereka yang datang secara bersamaan itu lantas memasuki ruang SPKT (sentra pelayanan kepolisian terpadu) sebelum akhirnya diarahkan petugas ke unit satreskrim.

’’Kami melaporkan SF atas ujaran fitnah terhadap PT RHS Group,’’ ungkap kuasa hukum PT RHS Group Kancab Mojokerto, Urip Mulyadi. Dalam laporan itu nampak Kepala Divisi Sosial PR RHS Group Sumargi, dan tim sembilan.

Baca Juga :  Pengunjung Hotel Tewas Diracun Tikus oleh Pacar Sendiri

Urip Mulyadi mengungakpkan, langkah melaporkan balik ini setelah mereka menilai keterangan yang disampaikan terlapor kepada publik sebelumnya diduga hoax atau tidak benar. Di mana, lanjut Urip Mulyadi, SF mengaku menanam modal pada PT RHS Group senilai Rp 172 juta secara bertahap. Yakni, dari Rp 10 juta, Rp 50 juta, dan terakhir ditambah Rp 112 juta. Sehingga jika total keseluruhan nilainya mencapai Rp 172 juta.

’’Padahal, data di kami yang riil, SF hanya investasi Rp 10 juta,’’ tuturnya. Investasi itu dilakukan pada tanggal 3 Desember 2015. ’’Jadi, yang diakui SF, investasi Rp 50 juta, dan Rp 112 juta itu tidak ada,’’ tambahnya.

Urip Mulyani juga mempertanyakan dasar SF mengklaim nilai investasinya mencapai Rp 172 juta. Sebaliknya, untuk tiga orang lainnya, lanjut Urip Mulyadi, BVS, RW, dan RM, pihaknya melaporkan atas dugaan ujaran kebencian atau hate speech. Sementara dalam laporan ini, Kepala Cabang PT RHS Mojokerto Dwi Sonyoto, dan manajemen Wisnu, sebagai pihak pelapor.

Baca Juga :  Oknum Kejati Jatim dan LSM, Ditetapkan Tersangka Pemerasan

Para terlapor, lanjut Urip Mulyadi, diduga melontarkan kalimat tak pantas melalui chatting di grup aplikasi WhatsApp Bisham Mojokerto. Pihaknya menegaskan, jika nilai investasi yang dikelola PT RHS Group adalah nyata, tidak fiktif atau bahkan bodong. Terbukti, dari sejumlah investor kesemuanya sudah menerima hasil atau fee 5 persen dari nilai investasi.

Sementara itu, Kasatreskrim Polesta Mojokerto AKP Ade Warokka, membenarkan laporan yang disampaikan manajemen PT RHS Group tersebut. ’’Yang jelas, semua laporan akan kita terima,’’ ungkapnya. Namun, pihaknya belum dapat menjelaskan secara detail perihal laporan tersebut. Dengan alasan tim penyidik masih menggali keterangan pihak-pihak terkait. 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kasus investasi macet PT Rofiq Habifah Sukses (RHS) Group dipastikan bakal berkepanjangan.

Jumat (27/9), sejumlah investor atau nasabah justru dilaporkan balik oleh manajemen atas dugaan telah menyebarkan fitnah, berita hoax, hingga melakukan hate speech atau ujaran kebencian.

Mereka yang dilaporkan PT RHS Group diketahui berjumlah empat orang. Masing-masing berinisial AS, BVS, RW, dan RM. Didampingi kuasa hukumnya, manajemen PT RHS Group mendatangi Mapolresta Mojokerto di Jalan Bhayangkara pukul 16.00.

Mereka yang datang secara bersamaan itu lantas memasuki ruang SPKT (sentra pelayanan kepolisian terpadu) sebelum akhirnya diarahkan petugas ke unit satreskrim.

’’Kami melaporkan SF atas ujaran fitnah terhadap PT RHS Group,’’ ungkap kuasa hukum PT RHS Group Kancab Mojokerto, Urip Mulyadi. Dalam laporan itu nampak Kepala Divisi Sosial PR RHS Group Sumargi, dan tim sembilan.

Baca Juga :  Pengunjung Hotel Tewas Diracun Tikus oleh Pacar Sendiri

Urip Mulyadi mengungakpkan, langkah melaporkan balik ini setelah mereka menilai keterangan yang disampaikan terlapor kepada publik sebelumnya diduga hoax atau tidak benar. Di mana, lanjut Urip Mulyadi, SF mengaku menanam modal pada PT RHS Group senilai Rp 172 juta secara bertahap. Yakni, dari Rp 10 juta, Rp 50 juta, dan terakhir ditambah Rp 112 juta. Sehingga jika total keseluruhan nilainya mencapai Rp 172 juta.

- Advertisement -

’’Padahal, data di kami yang riil, SF hanya investasi Rp 10 juta,’’ tuturnya. Investasi itu dilakukan pada tanggal 3 Desember 2015. ’’Jadi, yang diakui SF, investasi Rp 50 juta, dan Rp 112 juta itu tidak ada,’’ tambahnya.

Urip Mulyani juga mempertanyakan dasar SF mengklaim nilai investasinya mencapai Rp 172 juta. Sebaliknya, untuk tiga orang lainnya, lanjut Urip Mulyadi, BVS, RW, dan RM, pihaknya melaporkan atas dugaan ujaran kebencian atau hate speech. Sementara dalam laporan ini, Kepala Cabang PT RHS Mojokerto Dwi Sonyoto, dan manajemen Wisnu, sebagai pihak pelapor.

Baca Juga :  Diwarnai Aksi Kejar-kejaran dan Tembakan

Para terlapor, lanjut Urip Mulyadi, diduga melontarkan kalimat tak pantas melalui chatting di grup aplikasi WhatsApp Bisham Mojokerto. Pihaknya menegaskan, jika nilai investasi yang dikelola PT RHS Group adalah nyata, tidak fiktif atau bahkan bodong. Terbukti, dari sejumlah investor kesemuanya sudah menerima hasil atau fee 5 persen dari nilai investasi.

Sementara itu, Kasatreskrim Polesta Mojokerto AKP Ade Warokka, membenarkan laporan yang disampaikan manajemen PT RHS Group tersebut. ’’Yang jelas, semua laporan akan kita terima,’’ ungkapnya. Namun, pihaknya belum dapat menjelaskan secara detail perihal laporan tersebut. Dengan alasan tim penyidik masih menggali keterangan pihak-pihak terkait. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/