alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Monday, August 15, 2022

Polda Jatim Selidiki Penembakan Juragan Barang Bekas di Sidoarjo

SURABAYA – Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus penembakan oleh orang tak dikenal terhadap seorang juragan barang bekas di Jembatan Layang Larangan, Kabupaten Sidoarjo.

“Polda melakukan back up terhadap Polresta Sidoarjo untuk penyelidikan kasus ini,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto melalui pesan singkat kepada wartawan, Selasa.

Terkait bagaimana perkembangannya, Kombes Dirmanto masih belum bersedia menjelaskan rinci karena masih dalam tahap penyelidikan. “Mohon doanya, semoga segera terungkap,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang juragan barang bekas bernama Sabar tergeletak di bawah Jembatan Layang Pasar Larangan, Kabupaten Sidoarjo, pada Senin (27/6) malam.

Warga Kecamatan Candi itu terluka diduga setelah ditembak dua orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor. Korban dilaporkan dalam kondisi kritis dan dilarikan ke rumah sakit.

Baca Juga :  Belum Melek Literasi Keuangan Digital

Informasi diperoleh menyebutkan, peristiwa penembakan itu terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Warga sekitar lokasi kejadian bernama Prayit (62 tahun) menuturkan, korban berasal dari Kecamatan Candi, Sidoarjo, yang di Larangan menjadi pengumpul barang bekas dan disimpan di suatu tempat.

Saat kejadian, dia mendengar letusan seperti suara tembakan sebanyak dua kali. “Saya kira suara petasan,” ucapnya. Tak lama kemudian, terdengar suara teriakan meminta tolong sehingga warga pun keluar dan mendekat ke lokasi. Saat itulah warga melihat korban tergeletak. Menggunakan mobil, korban kemudian dilarikan ke rumah sakit.
Menurut Prayit, terdapat dua luka tembakan di tubuh korban. Petugas kepolisian setempat tiba di lokasi dan melakukan oleh tempat kejadian perkara.

Baca Juga :  Polisi Mojokerto Tangkap Maling Besi Penutup Got, Hasilnya Dipakai Bayar SPP

Hingga kini polisi masih memburu pelaku dan memintai keterangan terhadap saksi-saksi, termasuk mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap kasus tersebut. (*/antaranews.com)

SURABAYA – Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus penembakan oleh orang tak dikenal terhadap seorang juragan barang bekas di Jembatan Layang Larangan, Kabupaten Sidoarjo.

“Polda melakukan back up terhadap Polresta Sidoarjo untuk penyelidikan kasus ini,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto melalui pesan singkat kepada wartawan, Selasa.

Terkait bagaimana perkembangannya, Kombes Dirmanto masih belum bersedia menjelaskan rinci karena masih dalam tahap penyelidikan. “Mohon doanya, semoga segera terungkap,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang juragan barang bekas bernama Sabar tergeletak di bawah Jembatan Layang Pasar Larangan, Kabupaten Sidoarjo, pada Senin (27/6) malam.

Warga Kecamatan Candi itu terluka diduga setelah ditembak dua orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor. Korban dilaporkan dalam kondisi kritis dan dilarikan ke rumah sakit.

Baca Juga :  Abaikan Protokol Kesehatan, Sanksi Denda Mulai Diberlakukan

Informasi diperoleh menyebutkan, peristiwa penembakan itu terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Warga sekitar lokasi kejadian bernama Prayit (62 tahun) menuturkan, korban berasal dari Kecamatan Candi, Sidoarjo, yang di Larangan menjadi pengumpul barang bekas dan disimpan di suatu tempat.

- Advertisement -

Saat kejadian, dia mendengar letusan seperti suara tembakan sebanyak dua kali. “Saya kira suara petasan,” ucapnya. Tak lama kemudian, terdengar suara teriakan meminta tolong sehingga warga pun keluar dan mendekat ke lokasi. Saat itulah warga melihat korban tergeletak. Menggunakan mobil, korban kemudian dilarikan ke rumah sakit.
Menurut Prayit, terdapat dua luka tembakan di tubuh korban. Petugas kepolisian setempat tiba di lokasi dan melakukan oleh tempat kejadian perkara.

Baca Juga :  Belum Melek Literasi Keuangan Digital

Hingga kini polisi masih memburu pelaku dan memintai keterangan terhadap saksi-saksi, termasuk mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap kasus tersebut. (*/antaranews.com)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/