alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Monday, August 15, 2022

Ingatkan Prokes, Razia Masker Tanpa Denda Tetap Digelar Polisi

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Melandainya kasus Covid-19 dibarengi dengan peniadaan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan (prokes). Operasi yustisi yang dilakukan kepolisian dipastikan tetap berlangsung dengan mengendepankan imbauan dan teguran.

Langkah tersebut dilakukan seiring dengan normalnya sejumlah kegiatan keramaian di tengah masyarakat. Pelonggaran ini juga ditandai dengan meredanya penindakan bagi pelanggar prokes. Khususnya masyarakat yang tidak menggunakan masker saat beraktivitas. Baik di ruangan maupun di luar. ”Operasi yustisi tetap dilakukan, tapi kami lebih mengendepankan sisi humanis,” kata Kasi Humas Polres Mojokerto Kota Iptu MK Umam, kemarin.

Penegakan protokol kesehatan yang selama ini berlangsung, dipastikannya berlanjut. Namun, penegakan yang biasanya dibarengi dengan penindakan mulai dikurangi. Kini, pelanggar prokes tidak akan lagi disanksi dengan denda administrasi. ”Kita kedepankan imbaun dan teguran lisan saja,” imbuh Umam.

Baca Juga :  Pencuri Sasar Pasar Tanjung Anyar, Pedagang Kelapa Kehilangan 40 Juta

Menurutnya, meskipun pandemi Covid-19 sedang melandai, masyarakat perlu untuk selalu menyadari pentingnya prokes. Sesederhana untuk menggunakan masker saat beraktivitas. Khususnya berkumpul-kumpul. Polres Mojokerto Kota dan polsek jajaran juga terus melakukan penegakan melalui patroli Pamor Keris guna mengingatkan warga.

”Intinya kita tidak ingin Covid-19 yang sudah mereda ini kembali tinggi karena kita abai dengan prokes,” jelasnya. Umam memasikan, tidak ada perubahan mengenai intensitas patroli prokes. Petugas tetap melakukan patroli di tempat-tempat yang selama ini menjadi sasaran. Seperi warung kopi dan kafe. ”Kita ingatkan dan sering juga kami beri masker supaya patuh prokes,” tandasnya. (adi/ron)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Melandainya kasus Covid-19 dibarengi dengan peniadaan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan (prokes). Operasi yustisi yang dilakukan kepolisian dipastikan tetap berlangsung dengan mengendepankan imbauan dan teguran.

Langkah tersebut dilakukan seiring dengan normalnya sejumlah kegiatan keramaian di tengah masyarakat. Pelonggaran ini juga ditandai dengan meredanya penindakan bagi pelanggar prokes. Khususnya masyarakat yang tidak menggunakan masker saat beraktivitas. Baik di ruangan maupun di luar. ”Operasi yustisi tetap dilakukan, tapi kami lebih mengendepankan sisi humanis,” kata Kasi Humas Polres Mojokerto Kota Iptu MK Umam, kemarin.

Penegakan protokol kesehatan yang selama ini berlangsung, dipastikannya berlanjut. Namun, penegakan yang biasanya dibarengi dengan penindakan mulai dikurangi. Kini, pelanggar prokes tidak akan lagi disanksi dengan denda administrasi. ”Kita kedepankan imbaun dan teguran lisan saja,” imbuh Umam.

Baca Juga :  Ini Cara Pelaku Gaet Pelanggan Seks Threesome

Menurutnya, meskipun pandemi Covid-19 sedang melandai, masyarakat perlu untuk selalu menyadari pentingnya prokes. Sesederhana untuk menggunakan masker saat beraktivitas. Khususnya berkumpul-kumpul. Polres Mojokerto Kota dan polsek jajaran juga terus melakukan penegakan melalui patroli Pamor Keris guna mengingatkan warga.

”Intinya kita tidak ingin Covid-19 yang sudah mereda ini kembali tinggi karena kita abai dengan prokes,” jelasnya. Umam memasikan, tidak ada perubahan mengenai intensitas patroli prokes. Petugas tetap melakukan patroli di tempat-tempat yang selama ini menjadi sasaran. Seperi warung kopi dan kafe. ”Kita ingatkan dan sering juga kami beri masker supaya patuh prokes,” tandasnya. (adi/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/