alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Kadis Perpustakaan Mangkir di Sidang Perdana

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto –  Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Mojokerto Ustadzi Rois yang tersangkut kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), mangkir saat sidang perdana yang rencananya digelar Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto, Kamis (27/2). Ia tak hadir dengan alasan tengah ke luar kota.

Kasubag Humas PN Mojokerto, Erhamudin, mengatakan, sidang pertama yang telah dijadwalkan pengadilan ini dengan agenda pembacaan surat dakwaan. Akan tetapi, jaksa penuntut umum mendadak tak bisa menghadirkan terdakwa di ruang sidang. Dengan alasan, sedang dinas di luar kota. ”Katanya dinas di Jakarta,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, ketua majelis hakim Hendra Hutarabat, memerintahkan penuntut umum untuk menghadirkan terdakwa pekan depan. Tentunya dengan agenda yang sama. Yakni  masih pembacaan surat dakwaan dari jaksa penuntut umum (JPU). ”Sidang perkara atas nama Ustadzi Rois ditunda minggu depan. Hari Kamis (5/3),” tandasnya.

Baca Juga :  Pengusutan Kasus Gapura Tersendat

Masuknya agenda persidangan ini setelah berkas pemeriksaan atas kasus yang menyeret Ustadzi Rois, menjadi tersangka telah dinyatakan rampung (P-21), 18 Februari lalu. Ia tak ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) meski berkas sudah tuntas. Rois dibiarkan bebas lantaran dianggap kooperatif dan pasal yang menjeratnya sangat ringan. Rois dijerat pasal 45 juncto pasal 49 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Dalam pasal itu ditegaskan, setiap orang yang melakukan perbuatan kekerasan psikis dalam lingkup rumah tangga dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun atau denda paling banyak Rp 9 juta.

Perlu diketahui, Ustadzi Rois ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus KDRT sejak Agustus 2019 lalu. penetapan tersangka ini bermula dari laporan Sunarti, istri Rois ke Polres Mojokerto awal Januari 2019. Sunarti diketahui sebagai hakim di Pengadilan Negeri Pamekasan, Madura.

Baca Juga :  Kejari Pelototi Penggunaan Dana Bencana

Kepada penyidik, Sunarti mengaku, tak pernah mendapatkan nafkah lahir dan batin sejak Agustus 2018 lalu. Selain nafkah, Sunarti juga kerap tertekan dengan sikap Rois yang sangat kasar kepada dirinya. Setiap muncul persoalan di keluarganya, kalimat-kalimat tak layak kerap dilontarkan.

Di antaranya, kerap mengeluarkan ancaman cerai. Perkataan itu dianggap sangat menyiksa yang mengakibatkan tekanan mental kepada Sunarti. Tak kuat dengan kekasaran suaminya, Sunarti pun akhirnya melaporkan ke Polres Mojokerto, 12 Januari.(hin)

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto –  Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Mojokerto Ustadzi Rois yang tersangkut kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), mangkir saat sidang perdana yang rencananya digelar Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto, Kamis (27/2). Ia tak hadir dengan alasan tengah ke luar kota.

Kasubag Humas PN Mojokerto, Erhamudin, mengatakan, sidang pertama yang telah dijadwalkan pengadilan ini dengan agenda pembacaan surat dakwaan. Akan tetapi, jaksa penuntut umum mendadak tak bisa menghadirkan terdakwa di ruang sidang. Dengan alasan, sedang dinas di luar kota. ”Katanya dinas di Jakarta,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, ketua majelis hakim Hendra Hutarabat, memerintahkan penuntut umum untuk menghadirkan terdakwa pekan depan. Tentunya dengan agenda yang sama. Yakni  masih pembacaan surat dakwaan dari jaksa penuntut umum (JPU). ”Sidang perkara atas nama Ustadzi Rois ditunda minggu depan. Hari Kamis (5/3),” tandasnya.

Baca Juga :  Eks Kepala Dinas PUPR Tersangka

Masuknya agenda persidangan ini setelah berkas pemeriksaan atas kasus yang menyeret Ustadzi Rois, menjadi tersangka telah dinyatakan rampung (P-21), 18 Februari lalu. Ia tak ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) meski berkas sudah tuntas. Rois dibiarkan bebas lantaran dianggap kooperatif dan pasal yang menjeratnya sangat ringan. Rois dijerat pasal 45 juncto pasal 49 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Dalam pasal itu ditegaskan, setiap orang yang melakukan perbuatan kekerasan psikis dalam lingkup rumah tangga dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun atau denda paling banyak Rp 9 juta.

Perlu diketahui, Ustadzi Rois ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus KDRT sejak Agustus 2019 lalu. penetapan tersangka ini bermula dari laporan Sunarti, istri Rois ke Polres Mojokerto awal Januari 2019. Sunarti diketahui sebagai hakim di Pengadilan Negeri Pamekasan, Madura.

Baca Juga :  Kejari-Dinkes Buru Penimbun Oksigen
- Advertisement -

Kepada penyidik, Sunarti mengaku, tak pernah mendapatkan nafkah lahir dan batin sejak Agustus 2018 lalu. Selain nafkah, Sunarti juga kerap tertekan dengan sikap Rois yang sangat kasar kepada dirinya. Setiap muncul persoalan di keluarganya, kalimat-kalimat tak layak kerap dilontarkan.

Di antaranya, kerap mengeluarkan ancaman cerai. Perkataan itu dianggap sangat menyiksa yang mengakibatkan tekanan mental kepada Sunarti. Tak kuat dengan kekasaran suaminya, Sunarti pun akhirnya melaporkan ke Polres Mojokerto, 12 Januari.(hin)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/