alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Friday, May 20, 2022

Ratusan Perkara di Pengadilan Hanya Ditangani 12 Hakim

MOJOKERTO – Krisis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto hingga kini masih menjadi problem yang belum bisa teratasi.

Meski sudah pernah mengusulkan penambahan ke Mahkamah Agung (MA) RI, namun hingga kini belum juga tercover. ”Memang hampir semua PN di Indonesia kurang dan terbatas,’’ kata Humas PN Mojokerto Erhamuddin kemarin.  

Dia mengakui MA memang belum dapat memenuhi kekurangan hakim di pengadilan. Dengan alasan, kondisi tersebut sama-sama dialami di hampir semua pengadilan secara nasional. Namun demikian, dia menyatakan, pelaksanaan sidang pidana maupun perdata sejauh ini masih bisa dikondisikan, dan bahkan persidangan tetap berjalan dengan baik.

Hanya saja, seiring meningkatnya jumlah perkara yang masuk ke pengadilan setiap tahun, PN Mojokerto berencana akan menutupi kekurangan tersebut dengan mengangkat 12 calon hakim baru di tahun 2020-2021 mendatang.

Baca Juga :  Kantor Layanan Kepolisian Dipasang PeduliLindungi

”Insya Allah, 12 calon hakim tersebut akan diangkat dan bisa menutupi kekurangan kita,’’ jelasnya. Dia menyebutkan, sejauh ini 12 calon hakim tersebut sedang mengikuti magang hakim di PN Mojokerto.

Sebelumnya mereka sudah ditugaskan oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan MA RI. Sehingga, sejak 2018 lalu mereka sudah belajar tentang teknis yudisial dan non-yudisial. ”Mereka semua sekarang lagi berproses, bagaimana mengetahu jalannya persidangan di pengadilan dan teknisnya dari bawah,’’ paparnya.

Sekadar diketahui, tahun 2018 lalu, PN Mojokerto telah menangani 936 perkara. Meliputi 650 perkara pidana umum, dan 286 perkara perdata. Tingginya perkara tersebut tidak sebanding dengan kekuatan hakim yang kini jumlahnya hanya 12 orang. (ras)

Baca Juga :  Ibunda Terdakwa Kasus Aborsi Pingsan di Ruang Sidang

 

MOJOKERTO – Krisis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto hingga kini masih menjadi problem yang belum bisa teratasi.

Meski sudah pernah mengusulkan penambahan ke Mahkamah Agung (MA) RI, namun hingga kini belum juga tercover. ”Memang hampir semua PN di Indonesia kurang dan terbatas,’’ kata Humas PN Mojokerto Erhamuddin kemarin.  

Dia mengakui MA memang belum dapat memenuhi kekurangan hakim di pengadilan. Dengan alasan, kondisi tersebut sama-sama dialami di hampir semua pengadilan secara nasional. Namun demikian, dia menyatakan, pelaksanaan sidang pidana maupun perdata sejauh ini masih bisa dikondisikan, dan bahkan persidangan tetap berjalan dengan baik.

Hanya saja, seiring meningkatnya jumlah perkara yang masuk ke pengadilan setiap tahun, PN Mojokerto berencana akan menutupi kekurangan tersebut dengan mengangkat 12 calon hakim baru di tahun 2020-2021 mendatang.

Baca Juga :  ATM BRI Jadi Sasaran Pembobolan

”Insya Allah, 12 calon hakim tersebut akan diangkat dan bisa menutupi kekurangan kita,’’ jelasnya. Dia menyebutkan, sejauh ini 12 calon hakim tersebut sedang mengikuti magang hakim di PN Mojokerto.

Sebelumnya mereka sudah ditugaskan oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan MA RI. Sehingga, sejak 2018 lalu mereka sudah belajar tentang teknis yudisial dan non-yudisial. ”Mereka semua sekarang lagi berproses, bagaimana mengetahu jalannya persidangan di pengadilan dan teknisnya dari bawah,’’ paparnya.

- Advertisement -

Sekadar diketahui, tahun 2018 lalu, PN Mojokerto telah menangani 936 perkara. Meliputi 650 perkara pidana umum, dan 286 perkara perdata. Tingginya perkara tersebut tidak sebanding dengan kekuatan hakim yang kini jumlahnya hanya 12 orang. (ras)

Baca Juga :  Gagal Nanjak, Truk Ampas Tahu Terguling

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/