alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Jalur Sempit, Rawan Kecelakaan

GEDEG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kecelakaan lalu lintas di jalur provinsi sepanjang utara Sungai Brantas, tak lepas dari kondisi jalan yang tak mumpuni. Kepolisian mengusulkan pelebaran di depan kawasan Pasar Lespadangan, Kecamatan Gedeg, yang selama ini menjadi kawasan black spot.

Pelebaran itu mulai dari pos polisi 905 Lespadangan ke arah barat hingga simpang tiga Dusun Lesapadangan, Desa Terusan, Kecamatan Gedeg. Jalan sepanjang kurang lebih 500 meter ini termasuk kawasan padat lalu lintas. Selain terdapat pasar, lokasinya juga menjadi pertemuan arus kendaraan dari kota dan kabupaten Mojokerto. ”Jalannya itu juga sempit,” kata KBO Satlantas Polres Mojokerto Kota Iptu Sukaren kemarin.

Baca Juga :  Hati-Hati, Minim Rambu, Bypass Mojokerto Rawan Kecelakaan

Selain mengakibatkan penumpukan, lanjutnya, ruas jalan yang sempit kerap memicu kecelakaan lalu lintas. Karen mengaku, telah mengusulkan pelebaran jalan di kawasan tersebut.

Pengajuan dilakukan ke Bidang Bina Marga PU Jatim sebagai pengelola jalur provinsi di wilayah utara Sungai Brantas ini. Usulan itu meliputi pelebaran ruas jalan ke sisi utara sehingga ruasnya bisa memiliki kelebaran enam meter. ”Sesuai kelasnya kan harusnya segitu enam meter,” urainya.

Jalur ini termasuk lintasan ekonomi yang dilalui kendaraan berat dari berbagai daerah. Jalur yang menghubungkan Kabupaten Sidoarjo-Mojokerto-Jombang ini dinilai cukup padat. ”Apalagi kawasan Ploso (Jombang) itu juga jadi area industri. Sehingga tentu sangat berpengaruh pada peningkatan volume kendaraan,” terang Karen.

Baca Juga :  Sita Gunting dan Remi di Blok Wanita

Pihaknya berharap, pelebaran jalan dapat terealisasi. Mengingat, tingginya potensi kecelakaan di jalur ini. Selama 2021 misalnya, terjadi 103 kecelakaan di jalur provinsi. Angka ini naik 22 kasus atau 35 persen dibanding tahun sebelumnya. (adi/ron)

 

 

GEDEG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kecelakaan lalu lintas di jalur provinsi sepanjang utara Sungai Brantas, tak lepas dari kondisi jalan yang tak mumpuni. Kepolisian mengusulkan pelebaran di depan kawasan Pasar Lespadangan, Kecamatan Gedeg, yang selama ini menjadi kawasan black spot.

Pelebaran itu mulai dari pos polisi 905 Lespadangan ke arah barat hingga simpang tiga Dusun Lesapadangan, Desa Terusan, Kecamatan Gedeg. Jalan sepanjang kurang lebih 500 meter ini termasuk kawasan padat lalu lintas. Selain terdapat pasar, lokasinya juga menjadi pertemuan arus kendaraan dari kota dan kabupaten Mojokerto. ”Jalannya itu juga sempit,” kata KBO Satlantas Polres Mojokerto Kota Iptu Sukaren kemarin.

Baca Juga :  Gasak Smartphone Bocah, Jambret asal Nganjuk Dibekuk

Selain mengakibatkan penumpukan, lanjutnya, ruas jalan yang sempit kerap memicu kecelakaan lalu lintas. Karen mengaku, telah mengusulkan pelebaran jalan di kawasan tersebut.

Pengajuan dilakukan ke Bidang Bina Marga PU Jatim sebagai pengelola jalur provinsi di wilayah utara Sungai Brantas ini. Usulan itu meliputi pelebaran ruas jalan ke sisi utara sehingga ruasnya bisa memiliki kelebaran enam meter. ”Sesuai kelasnya kan harusnya segitu enam meter,” urainya.

Jalur ini termasuk lintasan ekonomi yang dilalui kendaraan berat dari berbagai daerah. Jalur yang menghubungkan Kabupaten Sidoarjo-Mojokerto-Jombang ini dinilai cukup padat. ”Apalagi kawasan Ploso (Jombang) itu juga jadi area industri. Sehingga tentu sangat berpengaruh pada peningkatan volume kendaraan,” terang Karen.

Baca Juga :  Dua Titik di Tol Jomo Rawan Kecelakaan, Pengemudi Cenderung Lengah

Pihaknya berharap, pelebaran jalan dapat terealisasi. Mengingat, tingginya potensi kecelakaan di jalur ini. Selama 2021 misalnya, terjadi 103 kecelakaan di jalur provinsi. Angka ini naik 22 kasus atau 35 persen dibanding tahun sebelumnya. (adi/ron)

- Advertisement -

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Cari Sparing, Sekaligus Petakan Lawan

121 Kasus Belum Terungkap

Ganti Rugi Lahan Situs Dikeluhkan

Artikel Terbaru


/