alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Saturday, May 21, 2022

Polisi Usut Plafon GMSC, Satu Rekanan Mangkir

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Polisi sudah memanggil lima saksi terkait insiden runtuhnya plafon Mal Pelayanan Publik (MPP) Graha Mojokerto Service City (GMSC). Namun, hingga kini baru empat saksi yang memenuhi panggilan petugas. Sebab, satu saksi dari pihak kontraktor pelaksana mangkir.

Demikian itu disampaikan Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota AKP Rohmawati Lailah. Proses penyelidikan runtuhnya plafon sudah berjalan tiga minggu. Terhitung sejak pemasangan garis polisi pada hari insiden Sabtu (9/1) malam di tempat kejadian perkara (TKP). Korps Bhayangkara bekerja keras mengungkap penyebab runtuhnya plafon dengan menggandeng pihak eksternal. Termasuk tim ahli dari  Labfor Polda Jatim serta akademisi teknik konstruksi dan bangunan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Baca Juga :  Usut Plafon Ambruk, DPRD Panggil Dua Kontraktor

Menurut Lailah, tim ahli sudah turun ke lapangan untuk mengecek struktur bangunan secara keseluruhan untuk kemudian dicocokkan dengan dokumen yang terdapat dalam perencanaan pembangunan gedung. Identifikasi ini untuk mengetahui apakah pengerjaan proyek sesuai dengan spek atau terdapat penyelewengan.

Lailah mengatakan, dalam tahap penyelidikan ini kepolisian melalui Unit Tindak Pidana Korupsi Satreskrim Polres Mojokerto Kota menggali keterangan dari sejumlah pihak. Antara lain, mereka yang terlibat dalam pembangunan GMSC dan saksi saat kejadian. ’’Semua yang terkait dengan perkara ini sudah kami panggil. Termasuk saksi-saksi yang berada di lapangan pas kejadian itu kami mintai keterangan,’’ ungkap Lailah.

Yakni, satu penjaga yang berada di tempat kejadian perkata (TKP); pihak Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPR-PKP) Kota Mojokerto; serta tiga orang dari kontraktor pembangunan gedung. ’’Dari lima orang (saksi) itu, ada satu dari pihak kontraktor tahap satu (pembangunan gedung) yang belum memenuhi undangan,’’ terangnya.

Baca Juga :  Eks Pejabat Bulog Tilap Uang Kerjasama Puspa Agro Rp 13 Miliar

Saksi yang mangkir tersebut, dikatakannya, dari PT Mustika Zindane Karya yang merupakan rekanan pelaksana tahap satu. ’’Itu kan ada tiga kontraktor. Nah yang untuk tahap pertama ini dari PT Mustika Zindane Karya belum hadir. Tapi, kalau yang dua kontraktor lain sudah kami periksa,’’ tambahnya. (adi)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Polisi sudah memanggil lima saksi terkait insiden runtuhnya plafon Mal Pelayanan Publik (MPP) Graha Mojokerto Service City (GMSC). Namun, hingga kini baru empat saksi yang memenuhi panggilan petugas. Sebab, satu saksi dari pihak kontraktor pelaksana mangkir.

Demikian itu disampaikan Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota AKP Rohmawati Lailah. Proses penyelidikan runtuhnya plafon sudah berjalan tiga minggu. Terhitung sejak pemasangan garis polisi pada hari insiden Sabtu (9/1) malam di tempat kejadian perkara (TKP). Korps Bhayangkara bekerja keras mengungkap penyebab runtuhnya plafon dengan menggandeng pihak eksternal. Termasuk tim ahli dari  Labfor Polda Jatim serta akademisi teknik konstruksi dan bangunan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Baca Juga :  Jambret Asal Jombang Beraksi, Sasar Perempuan, lalu Tendang Korban

Menurut Lailah, tim ahli sudah turun ke lapangan untuk mengecek struktur bangunan secara keseluruhan untuk kemudian dicocokkan dengan dokumen yang terdapat dalam perencanaan pembangunan gedung. Identifikasi ini untuk mengetahui apakah pengerjaan proyek sesuai dengan spek atau terdapat penyelewengan.

Lailah mengatakan, dalam tahap penyelidikan ini kepolisian melalui Unit Tindak Pidana Korupsi Satreskrim Polres Mojokerto Kota menggali keterangan dari sejumlah pihak. Antara lain, mereka yang terlibat dalam pembangunan GMSC dan saksi saat kejadian. ’’Semua yang terkait dengan perkara ini sudah kami panggil. Termasuk saksi-saksi yang berada di lapangan pas kejadian itu kami mintai keterangan,’’ ungkap Lailah.

Yakni, satu penjaga yang berada di tempat kejadian perkata (TKP); pihak Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPR-PKP) Kota Mojokerto; serta tiga orang dari kontraktor pembangunan gedung. ’’Dari lima orang (saksi) itu, ada satu dari pihak kontraktor tahap satu (pembangunan gedung) yang belum memenuhi undangan,’’ terangnya.

Baca Juga :  Selama Setahun, 57 Orang Meregang Nyawa di Jalan

Saksi yang mangkir tersebut, dikatakannya, dari PT Mustika Zindane Karya yang merupakan rekanan pelaksana tahap satu. ’’Itu kan ada tiga kontraktor. Nah yang untuk tahap pertama ini dari PT Mustika Zindane Karya belum hadir. Tapi, kalau yang dua kontraktor lain sudah kami periksa,’’ tambahnya. (adi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/