alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Saturday, May 21, 2022

Polisi Buru Dalang Aksi Blokade PT SAI

NGORO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Aksi protes warga Desa Lolawang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, di PT Surabaya Autocomp Indonesia (PT SAI) pada Senin (25/1) lalu berbuntut panjang. Aksi tersebut diseret ke ranah hukum lantaran dampaknya yang menimbulkan kerumunan dalam jumlah besar di tengah pandemi Covid-19. Kini, kepolisian telah memeriksa empat orang saksi guna memburu dalang utama terhadap aksi blokade itu.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander menjelaskan, saat ini satreskrim tengah memproses hukum aksi tersebut. Dia mengaku sudah memanggil empat orang saksi untuk dimintai keterangan. Kini kepolisian tengah melakukan penyidikan dalam aksi yang menimbulakan keruman ribuan buruh itu. ”Sejauh ini kami sudah periksa empat orang saksi. Mungkin besok (hari ini, Red) akan ada penambahan saksi yang lain,” ujarnya, Rabu (27/1).

Dony menerangkan, proses hukum tersebut bakal terus bergulir sesuai prosedur yang berlaku. Tak menutup kemungkinan dalam waktu dekat pihaknya bakal memutuskan tersangka. ”Kalau nanti hasil proses gelar mencukupi, statusnya akan kita naikkan jadi tersangka. Kami akan proses sesuai aturan hukum,” sebut mantan Kapolres Malang Kota itu.

Baca Juga :  Penyedia Obat Aborsi Divonis 10 Bulan Penjara

Sedianya, dalang dalam aksi tersebut bakal dijerat pasal berlapis. Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantiaan Kesehatan, pasal 14 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, dan pasal 160 KUHP tentang Penghasutan. Ancaman hukuman penjara maksimal lima tahun menanti tersangka.

”Kami akan melakukan pengembangan, bukan hanya UU karantina saja. Tapi, juga terkait dengan penghasutan dan kalau nantinya kami menemukan unsur melawan petugas, kami akan usut tuntas,” tegasnya. Dia menjelaskan, laporan tersebut dilayangkan oleh Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mojokerto yang tak lain gabungan dari elemen kepemerintahan dan kepolisian.

Laporan tersebut diterima Satreskrim Polres Mojokerto Senin (25/1) malam. Kini kepolisian tengah mengumpulkan data guna menetapkan tersangka bagi provokator aksi tersebut. ”Intinya kami tidak main-main dalam proses hukum. Karena keselamatan masyarat adalah yang utama untuk kita kedepankan dalam proses hukum terutama dalam situasi pandemi,” tandas pria dengan dua melati di pundak itu.

Baca Juga :  Berbekal Rompi Antipeluru, Disersi TNI Bawa Kabur Tiga Mobil

Sebelumnya, aksi blokade gerbang pabrik itu berlangsung sejak Senin (25/1) petang dan menimbulkan 1.700 buruh sif malam tak bisa masuk perusahaan. Kerumunan dengan jumlah besar tak dapat dihindari. Aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan warga Desa Lolawang lantaran memorandum of understanding (MoU) tak kunjung terwujud. Warga membubarkan diri sekitar pukul 22.00 setelah personil kepolisian melakukan berbagai upaya persuasif. (vad)

NGORO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Aksi protes warga Desa Lolawang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, di PT Surabaya Autocomp Indonesia (PT SAI) pada Senin (25/1) lalu berbuntut panjang. Aksi tersebut diseret ke ranah hukum lantaran dampaknya yang menimbulkan kerumunan dalam jumlah besar di tengah pandemi Covid-19. Kini, kepolisian telah memeriksa empat orang saksi guna memburu dalang utama terhadap aksi blokade itu.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander menjelaskan, saat ini satreskrim tengah memproses hukum aksi tersebut. Dia mengaku sudah memanggil empat orang saksi untuk dimintai keterangan. Kini kepolisian tengah melakukan penyidikan dalam aksi yang menimbulakan keruman ribuan buruh itu. ”Sejauh ini kami sudah periksa empat orang saksi. Mungkin besok (hari ini, Red) akan ada penambahan saksi yang lain,” ujarnya, Rabu (27/1).

Dony menerangkan, proses hukum tersebut bakal terus bergulir sesuai prosedur yang berlaku. Tak menutup kemungkinan dalam waktu dekat pihaknya bakal memutuskan tersangka. ”Kalau nanti hasil proses gelar mencukupi, statusnya akan kita naikkan jadi tersangka. Kami akan proses sesuai aturan hukum,” sebut mantan Kapolres Malang Kota itu.

Baca Juga :  Berbekal Rompi Antipeluru, Disersi TNI Bawa Kabur Tiga Mobil

Sedianya, dalang dalam aksi tersebut bakal dijerat pasal berlapis. Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantiaan Kesehatan, pasal 14 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, dan pasal 160 KUHP tentang Penghasutan. Ancaman hukuman penjara maksimal lima tahun menanti tersangka.

”Kami akan melakukan pengembangan, bukan hanya UU karantina saja. Tapi, juga terkait dengan penghasutan dan kalau nantinya kami menemukan unsur melawan petugas, kami akan usut tuntas,” tegasnya. Dia menjelaskan, laporan tersebut dilayangkan oleh Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mojokerto yang tak lain gabungan dari elemen kepemerintahan dan kepolisian.

Laporan tersebut diterima Satreskrim Polres Mojokerto Senin (25/1) malam. Kini kepolisian tengah mengumpulkan data guna menetapkan tersangka bagi provokator aksi tersebut. ”Intinya kami tidak main-main dalam proses hukum. Karena keselamatan masyarat adalah yang utama untuk kita kedepankan dalam proses hukum terutama dalam situasi pandemi,” tandas pria dengan dua melati di pundak itu.

Baca Juga :  Penyedia Obat Aborsi Divonis 10 Bulan Penjara
- Advertisement -

Sebelumnya, aksi blokade gerbang pabrik itu berlangsung sejak Senin (25/1) petang dan menimbulkan 1.700 buruh sif malam tak bisa masuk perusahaan. Kerumunan dengan jumlah besar tak dapat dihindari. Aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan warga Desa Lolawang lantaran memorandum of understanding (MoU) tak kunjung terwujud. Warga membubarkan diri sekitar pukul 22.00 setelah personil kepolisian melakukan berbagai upaya persuasif. (vad)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/