alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Buruh Pabrik Tewas Dilindas Truk

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Nasib buruk menimpa Nur Arifah, 33, Kamis (25/11) malam. Sepulang kerja, karyawan PT Charoen Pokhpand Indonesia itu tewas terlindas truk di Jalan Raya  Desa Sumbertanggul, Kecamatan Mojosari. Arifah menjadi korban tabrak lantaran truk yang melindasnya kabur dan tak bertanggung jawab.

Kecelakaan maut tersebut terjadi sekitar pukul 18.00. Insiden ini bermula saat korban yang mengendarai motor Honda Vario bernopol S 3518 NW itu melaju dari arah selatan. Korban tengah dalam perjalanan pulang dari salah satu pabrik pakan ternak itu. ”Informasi yang kami terima, korban ini pulang kerja,” ungkap Kasatlantas Polres Mojokerto AKP Arpan, kemarin.

Setiba di lokasi, korban berusaha menyalip truk dari sisi kiri. Saat motor berada tepat di samping truk, jalan meyempit. Kondisi ini membuat korban tak mendapatkan ruang untuk menyalip dan membuat motor korban bersenggolan dengan truk hingga terjatuh ke kolong truk. ”Saat korban menyalip, ada  ada penyempitan jalan sehingga korban mengerem. Namun, saat mengerem kondisi jalan yang berpasir membuat korban hilang kendali hingga terjatuh ke kolong truk,” bebernya.

Baca Juga :  Mayat Pria Mengapung di Kali Marmoyo

Usai melindas korban, pengemudi truk langsung kabur. Arpan menerangkan, kecelakaan maut tersebut disebabkan oleh sejumlah faktor manusia. Di antaranya, pengendara yang tak mampu mengantisipasi jalan berpasir dan kurang beretika dalam berkendara. ”Korban juga tidak memiliki SIM C sesuai peruntukannya,” terangnya.

Akibat terlindas roda belakang truk, korban mengalami luka parah di bagian kepala hingga tewas seketika di lokasi. Dibantu sejumlah relawan, korban lantas di evakuasi ke RSUD Prof dr Soekandar Mojosari. Kini, kasus tabrak lari tersebut tengah didalami petugas. ”Masih terus kita dalami. Kita masih melakukan pemeriksaan sejumlah saksi termasuk ada tidaknya CCTV di sekitar lokasi,” tukas mantan Kasatlantas Kediri Kota itu. (vad/ron)

Baca Juga :  Nafkahku Apa Kata Menantuku

 

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Nasib buruk menimpa Nur Arifah, 33, Kamis (25/11) malam. Sepulang kerja, karyawan PT Charoen Pokhpand Indonesia itu tewas terlindas truk di Jalan Raya  Desa Sumbertanggul, Kecamatan Mojosari. Arifah menjadi korban tabrak lantaran truk yang melindasnya kabur dan tak bertanggung jawab.

Kecelakaan maut tersebut terjadi sekitar pukul 18.00. Insiden ini bermula saat korban yang mengendarai motor Honda Vario bernopol S 3518 NW itu melaju dari arah selatan. Korban tengah dalam perjalanan pulang dari salah satu pabrik pakan ternak itu. ”Informasi yang kami terima, korban ini pulang kerja,” ungkap Kasatlantas Polres Mojokerto AKP Arpan, kemarin.

Setiba di lokasi, korban berusaha menyalip truk dari sisi kiri. Saat motor berada tepat di samping truk, jalan meyempit. Kondisi ini membuat korban tak mendapatkan ruang untuk menyalip dan membuat motor korban bersenggolan dengan truk hingga terjatuh ke kolong truk. ”Saat korban menyalip, ada  ada penyempitan jalan sehingga korban mengerem. Namun, saat mengerem kondisi jalan yang berpasir membuat korban hilang kendali hingga terjatuh ke kolong truk,” bebernya.

Baca Juga :  Penjaga Sarang Walet Tewas

Usai melindas korban, pengemudi truk langsung kabur. Arpan menerangkan, kecelakaan maut tersebut disebabkan oleh sejumlah faktor manusia. Di antaranya, pengendara yang tak mampu mengantisipasi jalan berpasir dan kurang beretika dalam berkendara. ”Korban juga tidak memiliki SIM C sesuai peruntukannya,” terangnya.

Akibat terlindas roda belakang truk, korban mengalami luka parah di bagian kepala hingga tewas seketika di lokasi. Dibantu sejumlah relawan, korban lantas di evakuasi ke RSUD Prof dr Soekandar Mojosari. Kini, kasus tabrak lari tersebut tengah didalami petugas. ”Masih terus kita dalami. Kita masih melakukan pemeriksaan sejumlah saksi termasuk ada tidaknya CCTV di sekitar lokasi,” tukas mantan Kasatlantas Kediri Kota itu. (vad/ron)

Baca Juga :  15 Orang Terpapar Covid-19

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/