alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Monday, May 23, 2022

PSK Asal Luar Kota Terjaring Razia

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Satpol PP Kabupaten Mojokerto mengamankan sejumlah PSK dari sejumlah daerah, Senin (25/10) malam. Mereka biasa mangkal di warung remang-remang di lingkungan Janti, Desa Awang-awang, Kecamatan Mojosari.

Kasatpol PP Kabupaten Noerhono menerangkan, penertiban Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) itu digelar lantaran banyaknya aduan masyarakat yang kian resah atas aktivitas bisnis prostitusi tersebut. Apalagi, aktivitas bisnis esek-esek di lokasi itu sudah menahun dan terselubung. ”Kita langsung melakukan penindakan dengan razia setelah ada laporan dari masyarakat. Masyarakat mengaku merasa resah dan khawatir kalau prostitusi di sana makin masif,” ucapnya.

Saat menggerebek sekitar 11 warung remang-remang itu, petugas sempat dibuat kewalahan. Sebab, para PSK yang tengah menanti lelaki hidung belang tersebut langsung kocar-kacir saat petugas tiba di lokasi. Bahkan, mereka kabur dan bersembunyi di balik semak-semak di sekitar lokasi. ”Ada sembilan PSK yang kami amankan. Itu dari empat warung yang menyediakan jasa wanita penghibur itu,” bebernya.

Baca Juga :  Kades Terlibat Peredaran Uang Palsu

Mereka yang tertangkap, tak dibiarkan pulang begitu saja. KTP mereka disita dan diserahkan ke Dinsos untuk diproses lebih lanjut sekaligus dilakukan pembinaan. Tak menutup kemungkinan, pihaknya turut memberikan sanksi bagi warung remang-remang yang dengan sengaja menyediakan jasa esek-esek tersebut. ”KTP mereka kami sita untuk diproses lebih lanjut. Dan akan kami serahkan ke Dinsos untuk dilakukan pembinaan,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas, mereka menjajakan servis plus-plus dengan tarif Rp 100 ribu. Tarif tersebut dibanderol untuk short time. Dari sembilan kupu-kupu malam yang terjaring razia, mayoritas merupakan warga luar daerah. Petugas hanya menemukan dua PSK yang berasal dari Mojokerto. ”Tidak ada yang di bawah umur. Tujuh di antaranya dari luar daerah. Seperti, Blitar, Jombang, Lumajang, Pasuruan, Kediri, Bandung, bahkan ada yang dari Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau,” tandas Noerhono. (vad/ron)

Baca Juga :  Terpidana Kasus Korupsi SMKN Kembalikan Uang Rp 532 Juta

 

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Satpol PP Kabupaten Mojokerto mengamankan sejumlah PSK dari sejumlah daerah, Senin (25/10) malam. Mereka biasa mangkal di warung remang-remang di lingkungan Janti, Desa Awang-awang, Kecamatan Mojosari.

Kasatpol PP Kabupaten Noerhono menerangkan, penertiban Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) itu digelar lantaran banyaknya aduan masyarakat yang kian resah atas aktivitas bisnis prostitusi tersebut. Apalagi, aktivitas bisnis esek-esek di lokasi itu sudah menahun dan terselubung. ”Kita langsung melakukan penindakan dengan razia setelah ada laporan dari masyarakat. Masyarakat mengaku merasa resah dan khawatir kalau prostitusi di sana makin masif,” ucapnya.

Saat menggerebek sekitar 11 warung remang-remang itu, petugas sempat dibuat kewalahan. Sebab, para PSK yang tengah menanti lelaki hidung belang tersebut langsung kocar-kacir saat petugas tiba di lokasi. Bahkan, mereka kabur dan bersembunyi di balik semak-semak di sekitar lokasi. ”Ada sembilan PSK yang kami amankan. Itu dari empat warung yang menyediakan jasa wanita penghibur itu,” bebernya.

Baca Juga :  Terpidana Kasus Korupsi SMKN Kembalikan Uang Rp 532 Juta

Mereka yang tertangkap, tak dibiarkan pulang begitu saja. KTP mereka disita dan diserahkan ke Dinsos untuk diproses lebih lanjut sekaligus dilakukan pembinaan. Tak menutup kemungkinan, pihaknya turut memberikan sanksi bagi warung remang-remang yang dengan sengaja menyediakan jasa esek-esek tersebut. ”KTP mereka kami sita untuk diproses lebih lanjut. Dan akan kami serahkan ke Dinsos untuk dilakukan pembinaan,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas, mereka menjajakan servis plus-plus dengan tarif Rp 100 ribu. Tarif tersebut dibanderol untuk short time. Dari sembilan kupu-kupu malam yang terjaring razia, mayoritas merupakan warga luar daerah. Petugas hanya menemukan dua PSK yang berasal dari Mojokerto. ”Tidak ada yang di bawah umur. Tujuh di antaranya dari luar daerah. Seperti, Blitar, Jombang, Lumajang, Pasuruan, Kediri, Bandung, bahkan ada yang dari Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau,” tandas Noerhono. (vad/ron)

Baca Juga :  Pelanggar Ogah Ambil KTP dan HP

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/