alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Kamar Lapas Penuh Sesak

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Lapas Kelas II-B Mojokerto mengalami kelebihan penghuni hingga 300 persen. Warga binaan baru tak sebanding dengan narapidana yang keluar. Kendati ratusan orang telah dipindahkan dan mendapat pembebasan bersyarat, lapas tetap mengalami overkapasitas.

Warga binaan pemasyarakatan (WBP) per Selasa (26/10) mencapai 997 orang. Jumlahnya hampir tiga kali lipat dari kapasitas normal yakni 344 orang. ’’Tingkat overkapasitas real time hari ini (kemarin, Red) 296,80 persen,” terang Kasi Binadik Lapas Kelas II-B Mojokerto Bayu Novianto.

Overkapasitas membuat kamar hunian sesak. Bahkan, menurutnya, ada warga binaan yang tidur di depan toiler lantaran harus berbagi tempat. Bayu menyebut, membludaknya warga binaan membuat tingkat keamanan lapas cukup rentan.

Baca Juga :  Curigai Isi, Paket Boleh Dibuka

10 personel keamanan yang bertugas dalam satu sif harus mengawasi 997 orang. Dengan kata lain, satu petugas harus bertanggung jawab terhadap 99 warga binaan. ’’Sangat rawan,’’ sebutnya.

Kondisi ini diperburuk dengan jomplangnya sirkulasi warga binaan di lapas. Jumlah tahanan baru tidak sebanding dengan napi yang bebas. Bayu menyebut, setidaknya dua minggu sekali, 30 sampai 40 tahanan masuk ke lapas. Sedangkan, selama 10 bulan terakhir, hanya 134 napi yang bebas murni.

Jumlah ini tak sebanding dengan sekitar 350 napi baru dengan rentan waktu yang sama. Pihaknya mengaku, sejumlah upaya untuk menekan risiko overkapasitas terus dilakukan. Pemindahan narapidana ke lapas lain merupakan salah satu upaya ’’mempercepat’’ pengurangan warga binaan.

Baca Juga :  Lapas Sesak, Kamar Napi Disekat

Sejak Januari hingga kemarin, setidaknya terdapat 106 napi yang dipindah ke sejumlah lapas di wilayah Jatim. Mereka merupakan narapidana indisipliner. Mulai dari terlibat terlibat masalah antarnapi hingga tidak disiplin mengikuti kegiatan lapas. ’’Artinya yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan di lapas,’’ jelasnya.

Tak hanya itu. Sesuai dengan perundang-undangan, 204 napi juga diberi hak bebas bersyarat. Meliputi 105 napi bebas bersyarat (bb) dan 99 napi cuti bersyarat (cb). Para napi yang mengusulkan bebas bersayarat minimal harus menjalani 2/3 masa hukuman. Usulan itu akan dibawa ke sidang TPP. Napi yang disetujui bebas bersyarat diberlakukan wajib lapor. ’’Wajib lapor dan pengawasan langsung di Bapas (Balai Pemasyarakatan),’’ tukas Bayu. (adi/ron)

 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Lapas Kelas II-B Mojokerto mengalami kelebihan penghuni hingga 300 persen. Warga binaan baru tak sebanding dengan narapidana yang keluar. Kendati ratusan orang telah dipindahkan dan mendapat pembebasan bersyarat, lapas tetap mengalami overkapasitas.

Warga binaan pemasyarakatan (WBP) per Selasa (26/10) mencapai 997 orang. Jumlahnya hampir tiga kali lipat dari kapasitas normal yakni 344 orang. ’’Tingkat overkapasitas real time hari ini (kemarin, Red) 296,80 persen,” terang Kasi Binadik Lapas Kelas II-B Mojokerto Bayu Novianto.

Overkapasitas membuat kamar hunian sesak. Bahkan, menurutnya, ada warga binaan yang tidur di depan toiler lantaran harus berbagi tempat. Bayu menyebut, membludaknya warga binaan membuat tingkat keamanan lapas cukup rentan.

Baca Juga :  Curigai Isi, Paket Boleh Dibuka

10 personel keamanan yang bertugas dalam satu sif harus mengawasi 997 orang. Dengan kata lain, satu petugas harus bertanggung jawab terhadap 99 warga binaan. ’’Sangat rawan,’’ sebutnya.

Kondisi ini diperburuk dengan jomplangnya sirkulasi warga binaan di lapas. Jumlah tahanan baru tidak sebanding dengan napi yang bebas. Bayu menyebut, setidaknya dua minggu sekali, 30 sampai 40 tahanan masuk ke lapas. Sedangkan, selama 10 bulan terakhir, hanya 134 napi yang bebas murni.

Jumlah ini tak sebanding dengan sekitar 350 napi baru dengan rentan waktu yang sama. Pihaknya mengaku, sejumlah upaya untuk menekan risiko overkapasitas terus dilakukan. Pemindahan narapidana ke lapas lain merupakan salah satu upaya ’’mempercepat’’ pengurangan warga binaan.

Baca Juga :  Tiga Hari, Dua Nyawa Melayang
- Advertisement -

Sejak Januari hingga kemarin, setidaknya terdapat 106 napi yang dipindah ke sejumlah lapas di wilayah Jatim. Mereka merupakan narapidana indisipliner. Mulai dari terlibat terlibat masalah antarnapi hingga tidak disiplin mengikuti kegiatan lapas. ’’Artinya yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan di lapas,’’ jelasnya.

Tak hanya itu. Sesuai dengan perundang-undangan, 204 napi juga diberi hak bebas bersyarat. Meliputi 105 napi bebas bersyarat (bb) dan 99 napi cuti bersyarat (cb). Para napi yang mengusulkan bebas bersayarat minimal harus menjalani 2/3 masa hukuman. Usulan itu akan dibawa ke sidang TPP. Napi yang disetujui bebas bersyarat diberlakukan wajib lapor. ’’Wajib lapor dan pengawasan langsung di Bapas (Balai Pemasyarakatan),’’ tukas Bayu. (adi/ron)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/