alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Saturday, August 13, 2022

Penyidikan Uang Rp 5 Miliar Berlarut-larut, Polisi Kesulitan Temukan Bukti

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penyidikan kasus temuan uang baru berjumlah Rp 5 miliar dalam mobil di exit Tol Mojokerto Barat (Mobar), Kecamatan Gedeg, tak kunjung rampung. Polisi kesulitan menemukan unsur perbuatan melanggar hukum atas kepemilikan maupun transaksi uang baru berjumlah fantastis itu.

Hingga kini, penyidik Satreskrim Polres Mojokerto Kota dikabarkan masih melakukan upaya pemeriksaan terhadap saksi ahli. Baik dari ahli hukum maupun ahli perbankan. Langkah tersebut untuk menentukan ada tidaknya unsur perbuatan melawan hukum dalam kasus temuan uang baru sebanyak Rp 5 miliar yang disita dari JS, 31, warga Sidoarjo dan kawan-kawan dua bulan silam itu.
’’Kalau melanggar, jelas melanggar. Tapi apakah itu termasuk perbuatan melanggar hukum? Kita masih menunggu saksi ahli,’’ ungkap sumber internal kepolisian.

Pelanggaran yang dimaksud yakni terkait prosedur penukaran uang senilai tersebut di sebuah bank BUMN di Bandung, Jawa Barat. JS dkk diduga mendapatkan uang baru sebanyak Rp 5 miliar berbagai pecahan dengan menjanjikan komisi Rp 20 juta ke pegawai bank. Proses penukaran yang dilakukan secara ilegal itu tidak dicatat secara resmi. Cara ini sudah dilakukan berkali-kali oleh JS dan MRF, 29, selaku teller bagian kas bank.

Baca Juga :  Massa Tagih Penanganan Kasus

Kendati demikian, penyidik perlu meminta keterangan dari saksi ahli guna memastikan apakah dugaan maladministrasi itu termasuk perbuatan melanggar hukum dan dapat dijerat dengan UU Perbankan sebagaimana yang disangkakan sejak kasus ini bergulir. ’’Kalau pelanggaran bisa saja disanksi internal. Kita masih mencari titik perbuatan melanggar hukumnya,’’ imbuh dia.

Menurutnya, penyidik berkomitmen menuntaskan kasus tersebut. Jika memang ditemukan unsur pidana, kasus yang baru kali pertama ditangani kepolisian ini terus berlanjut. Namun, jika nantinya alat bukti tak memenuhi, proses penyidikan berpeluang dihentikan melalui penerbitan SP3 (surat perintah penghentian penyidikan). ’’Itu tergantung keterangan saksi ahli. Kita belum berani menebak arah kasusnya ke mana,’’ ucapnya.

Kasus ini telah bergulir selama dua bulan lebih. Polisi sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Hingga Minggu (26/6), barang bukti berupa dua unit mobil masih berada di Mapolres Mojokerto Kota. Mobil Grand Max warna putih nopol D 8348 EY dan Mitsubishi Pajero Sport nopol S 1210 XE itu disita untuk keperluan penyidikan.

Baca Juga :  16 Galian C Tak Berizin, Satpol PP Pasrah Polisi

Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota AKP Rizki Santoso memastikan, pihaknya terus berupaya menuntaskan kasus tersebut. Saat ini, proses penyidikan masih berlangsung. ’’Masih berlanjut, tapi untuk sekarang belum ada perkembangan,’’ ujarnya kemarin. Rizki menyampaikan, tidak ada perubahan terkait dugaan pasal yang disangkakan. Yakni pasal 49 UU Perbankan tentang prosedur pencatatan.

Sebelumnya, polisi mengamankan JS dkk saat bertransaksi uang baru di exit Tol Mobar, Kamis (7/4) dini hari. Dari uang baru berjumlah Rp 5 miliar yang ditukarnya di Bandung, sebagian telah disebar di Nganjuk dan Jombang. Dua unit mobil dan uang tunai baru sebesar Rp 3,7 miliar disita polisi sebagai barang bukti. (adi/ron)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penyidikan kasus temuan uang baru berjumlah Rp 5 miliar dalam mobil di exit Tol Mojokerto Barat (Mobar), Kecamatan Gedeg, tak kunjung rampung. Polisi kesulitan menemukan unsur perbuatan melanggar hukum atas kepemilikan maupun transaksi uang baru berjumlah fantastis itu.

Hingga kini, penyidik Satreskrim Polres Mojokerto Kota dikabarkan masih melakukan upaya pemeriksaan terhadap saksi ahli. Baik dari ahli hukum maupun ahli perbankan. Langkah tersebut untuk menentukan ada tidaknya unsur perbuatan melawan hukum dalam kasus temuan uang baru sebanyak Rp 5 miliar yang disita dari JS, 31, warga Sidoarjo dan kawan-kawan dua bulan silam itu.
’’Kalau melanggar, jelas melanggar. Tapi apakah itu termasuk perbuatan melanggar hukum? Kita masih menunggu saksi ahli,’’ ungkap sumber internal kepolisian.

Pelanggaran yang dimaksud yakni terkait prosedur penukaran uang senilai tersebut di sebuah bank BUMN di Bandung, Jawa Barat. JS dkk diduga mendapatkan uang baru sebanyak Rp 5 miliar berbagai pecahan dengan menjanjikan komisi Rp 20 juta ke pegawai bank. Proses penukaran yang dilakukan secara ilegal itu tidak dicatat secara resmi. Cara ini sudah dilakukan berkali-kali oleh JS dan MRF, 29, selaku teller bagian kas bank.

Baca Juga :  Resiliensi dan Daya Saing Ekonomi Nasional Terus Diperkuat

Kendati demikian, penyidik perlu meminta keterangan dari saksi ahli guna memastikan apakah dugaan maladministrasi itu termasuk perbuatan melanggar hukum dan dapat dijerat dengan UU Perbankan sebagaimana yang disangkakan sejak kasus ini bergulir. ’’Kalau pelanggaran bisa saja disanksi internal. Kita masih mencari titik perbuatan melanggar hukumnya,’’ imbuh dia.

Menurutnya, penyidik berkomitmen menuntaskan kasus tersebut. Jika memang ditemukan unsur pidana, kasus yang baru kali pertama ditangani kepolisian ini terus berlanjut. Namun, jika nantinya alat bukti tak memenuhi, proses penyidikan berpeluang dihentikan melalui penerbitan SP3 (surat perintah penghentian penyidikan). ’’Itu tergantung keterangan saksi ahli. Kita belum berani menebak arah kasusnya ke mana,’’ ucapnya.

Kasus ini telah bergulir selama dua bulan lebih. Polisi sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Hingga Minggu (26/6), barang bukti berupa dua unit mobil masih berada di Mapolres Mojokerto Kota. Mobil Grand Max warna putih nopol D 8348 EY dan Mitsubishi Pajero Sport nopol S 1210 XE itu disita untuk keperluan penyidikan.

Baca Juga :  Cek Dugaan Mark Up Dana BTT Covid-19, Kejari Periksa Perajin Masker
- Advertisement -

Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota AKP Rizki Santoso memastikan, pihaknya terus berupaya menuntaskan kasus tersebut. Saat ini, proses penyidikan masih berlangsung. ’’Masih berlanjut, tapi untuk sekarang belum ada perkembangan,’’ ujarnya kemarin. Rizki menyampaikan, tidak ada perubahan terkait dugaan pasal yang disangkakan. Yakni pasal 49 UU Perbankan tentang prosedur pencatatan.

Sebelumnya, polisi mengamankan JS dkk saat bertransaksi uang baru di exit Tol Mobar, Kamis (7/4) dini hari. Dari uang baru berjumlah Rp 5 miliar yang ditukarnya di Bandung, sebagian telah disebar di Nganjuk dan Jombang. Dua unit mobil dan uang tunai baru sebesar Rp 3,7 miliar disita polisi sebagai barang bukti. (adi/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/