alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Warkop dan Bengkel di Hutan Kemlagi Jadi Arang

KEMLAGI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kebakaran melanda warung kopi (warkop) dan bengkel di kawasan hutan kayu putih di Jalan Kemlagi-Mantup, Desa/Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Rabu dini hari (25/11). Hingga kini, sumber kobaran api yang menyisakan sisa puing bangunan semipermanen itu masih menjadi misteri.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 02.00 tersebut. Namun demikian, besarnya kobaran api telah menghabiskan dua bangunan serta menghanguskan tujuh pohon jati. ’’Saya subuh sampai sini, masih ada api tapi sudah kebakar semua,’’ ungkap Yoyok, 38, pemilik bengkel yang melayani tambal ban dan las listrik tersebut.

Yoyok mengatakan, baru mengetahui bengkelnya terbakar setelah ditelepon seorang kawannya. Warga Desa Kreteranggon, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Mojokerto tersebut bergegas menuju ke tempat kejadian perkara (TKP) yang berjarak sekitar 15 kilometer (Km) dari rumahnya. ’’Sampai sini api sudah lumayan padam. Tapi masih ada api,’’ terangnya.

Baca Juga :  Konvoi, lalu Serang Pengguna Jalan Enam Pemuda Dibekuk

Menurutnya, api padam sendiri setelah melahap kedua bangunan tersebut. Berdasarkan keterangan saksi, Yoyok mengatakan, api kali pertama muncul dari teras warung kopi yang berjarak sekitar satu meter dari bengkel lasnya. Bangunan bambu beratap seng yang sudah dilalap api tersebut ambruk menimpa bengkel miliknya. Tampak puing-puing sisa bangunan serta sejumlah perlengkapan bengkel termasuk dinamo serta sebuah mesih diesel yang turut terbakar.

Warung kopi milik sepasang lansia bernama Sriatun dan Sadi, warga Desa/Kecamatan Kemlagi tersebut memang tidak dialiri listrik. Sehingga, warung tersebut hanya buka sampai sore hari. ’’Kalau pulang keduanya naik sepeda. Gas elpijinya juga dicopot, soalnya dibawa pulang juga,’’ ujarnya.

Hingga kini pihaknya belum memgetahui mengapa bangunan bisa terbakar. Meskipun, ada dugaan bangunan itu sengaja dibakar orang, Yoyok mengaku sudah mengikhlaskan kejadian yang mengakibatkan kerugian lebih dari Rp 30 juta itu. ’’Begini sajalah, saya juga tidak mau dibuat panjang-panjang,’’ terangnya.

Baca Juga :  Lahan Kosong Seluas Tiga Hektare Terbakar

Sementara itu, Kapolsek Kemlagi AKP Supriadi mengatakan, peristiwa terjadi saat pengguhinya sedang di rumah masing-masing. Kedua bangunan memang tidak digunakan sebagai tempat tinggal. Sehingga tidak ada pengguhinya ketika tutup ’’Ini yang punya bengkel sudah ikhlas juga, tidak mau diusut ini itu. Ya nanti kita bantu mendirikan bangunannya saja,’’ ungkapnya saat berada di TKP. (adi)

KEMLAGI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kebakaran melanda warung kopi (warkop) dan bengkel di kawasan hutan kayu putih di Jalan Kemlagi-Mantup, Desa/Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Rabu dini hari (25/11). Hingga kini, sumber kobaran api yang menyisakan sisa puing bangunan semipermanen itu masih menjadi misteri.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 02.00 tersebut. Namun demikian, besarnya kobaran api telah menghabiskan dua bangunan serta menghanguskan tujuh pohon jati. ’’Saya subuh sampai sini, masih ada api tapi sudah kebakar semua,’’ ungkap Yoyok, 38, pemilik bengkel yang melayani tambal ban dan las listrik tersebut.

Yoyok mengatakan, baru mengetahui bengkelnya terbakar setelah ditelepon seorang kawannya. Warga Desa Kreteranggon, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Mojokerto tersebut bergegas menuju ke tempat kejadian perkara (TKP) yang berjarak sekitar 15 kilometer (Km) dari rumahnya. ’’Sampai sini api sudah lumayan padam. Tapi masih ada api,’’ terangnya.

Baca Juga :  Lahan Kosong Seluas Tiga Hektare Terbakar

Menurutnya, api padam sendiri setelah melahap kedua bangunan tersebut. Berdasarkan keterangan saksi, Yoyok mengatakan, api kali pertama muncul dari teras warung kopi yang berjarak sekitar satu meter dari bengkel lasnya. Bangunan bambu beratap seng yang sudah dilalap api tersebut ambruk menimpa bengkel miliknya. Tampak puing-puing sisa bangunan serta sejumlah perlengkapan bengkel termasuk dinamo serta sebuah mesih diesel yang turut terbakar.

Warung kopi milik sepasang lansia bernama Sriatun dan Sadi, warga Desa/Kecamatan Kemlagi tersebut memang tidak dialiri listrik. Sehingga, warung tersebut hanya buka sampai sore hari. ’’Kalau pulang keduanya naik sepeda. Gas elpijinya juga dicopot, soalnya dibawa pulang juga,’’ ujarnya.

Hingga kini pihaknya belum memgetahui mengapa bangunan bisa terbakar. Meskipun, ada dugaan bangunan itu sengaja dibakar orang, Yoyok mengaku sudah mengikhlaskan kejadian yang mengakibatkan kerugian lebih dari Rp 30 juta itu. ’’Begini sajalah, saya juga tidak mau dibuat panjang-panjang,’’ terangnya.

Baca Juga :  Empat Hari Terbakar, Hutan Seluas 157 Hektare Hangus
- Advertisement -

Sementara itu, Kapolsek Kemlagi AKP Supriadi mengatakan, peristiwa terjadi saat pengguhinya sedang di rumah masing-masing. Kedua bangunan memang tidak digunakan sebagai tempat tinggal. Sehingga tidak ada pengguhinya ketika tutup ’’Ini yang punya bengkel sudah ikhlas juga, tidak mau diusut ini itu. Ya nanti kita bantu mendirikan bangunannya saja,’’ ungkapnya saat berada di TKP. (adi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/