Rabu, 01 Dec 2021
Radar Mojokerto
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Korban AM Berpotensi Bertambah

Dugaan Tindak Asusila di Ponpes Kutorejo

26 Oktober 2021, 13: 05: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Korban AM Berpotensi Bertambah

DIPROSES: Sejumlah awak media menunggu perkembangan kasus dugaan pencabulan di Polres Mojokerto (Martda Vadetya/jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

KUTOREJO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dugaan kasus asusila yang dilakukan AM, 52, salah seorang pengasuh pesantren di Kecamatan Kutorejo, terus bergulir. Disinyalir, jumlah korban aksi tak senonoh ini bakal bertambah. Sebab, korban mengaku, dia bukan satu-satunya santriwati yang telah dilecehkan. 

Hal itu diungkapkan kuasa hukum korban, M Dhoufi. Ia menjelaskan, kliennya yang kini masih berusia 14 tahun itu mengaku bukan satu-satunya santriwati yang menerima perlakuan tak senonoh. ”Ada indikasi korban lain. Tapi sampai saat ini yang lain masih belum ada yang berani melapor,” ucapnya.

Hal ini diperkuat keterangan Bunga (nama samaran). Saat diperiksa, ia mengaku masih ada sejumlah santriwati yang senasib dengannya. Hanya saja, dia belum bisa bicara banyak. Lantaran, saat diperiksa petugas, korban masih mengalami trauma usai.

Baca juga: Oknum Perwira TNI AL Aniaya Anggota Satpol PP

Kuat dugaan, sejumlah korban lainnya masih menutup diri dan malu untuk melapor ke kepolisian. ”Menurut korban, saat kita tanya ada lebih dari empat orang? Dia mengangguk.” Bebernya.

Para santriwati itu diduga telah dilecehkan berkali-kali oleh AM. Seperti yang dialami Bunga. Dia mendapatkan aksi tak senonoh itu di lingkungan pondoknya sejak tiga tahun lalu. Aksi tersebut dilancarkan ketika kondisi pondok tengah sepi. Namun, beberapa waktu lalu korban telah jengah dengan aksi tersebut. Hingga korban menolak ajakan AM dan memutuskan melaporkan aksi bejat ustadnya itu ke orang tuanya. ’’Untuk Bunga, diawali dengan pencabulan sebanyak tiga kali. Dan diakhiri dengan persetubuhan. Jadi Bunga disetubuhi sebanyak satu kali,’’ ungkapnya.

Dijelaskannya, usai orang tua korban melaporkan tindak asusila yang dilakukan AM Jumat (15/10) lalu, Bunga lantas menjalani visum. Hasilnya, menguatkan dugaan adanya aksi bejat yang dilancarkan AM. ”Hasilnya menunjukkan ada kejadian seperti itu (persetubuhan dan pencabulan) dan hasilnya itu sudah diserahkan ke penyidik,” paparnya.

Menurutnya, saat ini kondisi psikis korban tengah terguncang atas aksi bejat tersebut. Bunga masih belum bisa berinteraksi secara normal. Kini, korban menjalani pemulihan dengan keluarganya.

Potensi bertambahnya korban tindak asusila yang dilancarkan AM telah terendus petugas. Itu setelah kepolisian memanggil sejumlah saksi yang juga merupakan santriwati di pondok pesantren besutan AM. Yang tak lain merupakan teman Bunga. Diduga, korban aksi tak senonoh itu lebih dari lima orang. ”Waktu kami memanggil saksi, ternyata dia korban. Kita panggil saksi lainnya, ternyata dia korban juga. Sejauh ini korban sudah lebih dari lima orang dan kemungkinan masih terus bertambah lagi,” ujar sumber internarl kepolisian itu.

Sebelumnya, unit PPA Satreskrim Polres Mojokerto telah memeriksa sejumlah saksi dan pelaku pada Senin (18/10). Kasus tindak asusila tersebut kini tengah dalam tahap penyidikan polisi. Akibat kasus yang menimpa AM, ponpes dengan ratusan santri di Kecamatan Kutorejo itu harus diliburkan. Berdasarkan keterangan warga setempat, usai AM dilaporkan, sejumlah spanduk pondok yang dipasang di jalan hingga pondok dibredel keluarga terlapor. (vad/ron)

(mj/VAD/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia