alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Banyak Pengedara Kabur Saat Razia

PURI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Aksi nekat terjadi dalam operasi Zebra Semeru di Jalan Raya Jayanegara, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, kemarin sore. Itu setelah banyak pengguna jalan yang ketakutan akan terjaring razia. Aksi ini pun tak hanya dilakukan pengendara laki-laki.

Tak sedikit pengendara perempuan nekat menerobos hingga putar balik saat penertiban sedang berlangsung. Akibat aksi nekat tersebut, sejumlah pengendara bahkan hampir terlibat kecelakaan dengan pengendara lain, karena kecerobohannya. Beruntung, benturan keras dengan pengendara di belakangnya tidak sampai menyebabkan para pengendara kecelakaan. Namun, mereka akhirnya berhasil meloloskan diri dari razia petugas.

’’Memang banyak yang menghindar dan masuk-masuk gang. Tapi, sudah kami antisipasi dengan men-standby-kan anggota di gang-gang,’’ ungkap Kanit Turjawali Satlantas Polres Mojokerto, Ipda Irwan Rizki Prakoso. Meski sebagian ada yang lolos dari razia karena balik arah dan menerobos, petugas masih menindak 40 pengendara yang berusaha menghindar dai pemeriksaan petugas melalui gang-gang kecil. ’’Mereka yang menghindar kebanyakan tidak punya SIM, hingga pajak kendaraan mati,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Hamil 7 Bulan, Dijambret, Kaki Patah

Irwan menjelaskan, kesadaran masyarakat dalam tertib berkendara masih tergolong rendah. Selain masih banyak pengendara takut saat razia, juga karena tingginya pengendara yang ditindak petugas akibat melanggar. Setidaknya ada 250 pengendara yang ditilang dalam kurun waktu sehari kemarin. Kata dia, tidak mempunyai SIM menjadi pelanggaran mendominasi. Disusul tidak memakai helm, hingga kondisi lampu kendaraan tidak menyala di siang hari.

’’Selain itu, ada prioritas sasaran lain juga. Seperti melawan arus, menggunakan handphone, dan berkendara dalam keadaan mabuk, dan pengaruh narkoba,’’ paparnya.Operasi Zebra Semeru akan berlangsung selama 14 hari,terhitung sejak 23 Oktober hingga 5 November 2019. Pihaknya menegaskan, selain menilang, tak menuntut kemungkinan kepolisian akan menyita kendaraan jika pengendara tak mampu menunjukkan STNK. ’’Termasuk, ban kecil dan protolan, kami memastikan motornya kita tahan,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Sanksi Denda Tak Pakai Masker Lebih Mahal

Pun demikian dengan pajak kendaraan mati.Pihaknya akan melakukan penahanan sampai akhirnya pemilik kendaraan membayar pajak sebagai kewajibannya. Sebaliknya, untuk roda empat, setidaknya ada 10 lebih harus dilakukan penilangan. ’’Rata-rata mereka lalai, tidak pakai sabuk pengaman saat mengemudi,’’ tandasnya.

PURI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Aksi nekat terjadi dalam operasi Zebra Semeru di Jalan Raya Jayanegara, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, kemarin sore. Itu setelah banyak pengguna jalan yang ketakutan akan terjaring razia. Aksi ini pun tak hanya dilakukan pengendara laki-laki.

Tak sedikit pengendara perempuan nekat menerobos hingga putar balik saat penertiban sedang berlangsung. Akibat aksi nekat tersebut, sejumlah pengendara bahkan hampir terlibat kecelakaan dengan pengendara lain, karena kecerobohannya. Beruntung, benturan keras dengan pengendara di belakangnya tidak sampai menyebabkan para pengendara kecelakaan. Namun, mereka akhirnya berhasil meloloskan diri dari razia petugas.

’’Memang banyak yang menghindar dan masuk-masuk gang. Tapi, sudah kami antisipasi dengan men-standby-kan anggota di gang-gang,’’ ungkap Kanit Turjawali Satlantas Polres Mojokerto, Ipda Irwan Rizki Prakoso. Meski sebagian ada yang lolos dari razia karena balik arah dan menerobos, petugas masih menindak 40 pengendara yang berusaha menghindar dai pemeriksaan petugas melalui gang-gang kecil. ’’Mereka yang menghindar kebanyakan tidak punya SIM, hingga pajak kendaraan mati,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Parkir liar di Kota Mojokerto Masih Marak

Irwan menjelaskan, kesadaran masyarakat dalam tertib berkendara masih tergolong rendah. Selain masih banyak pengendara takut saat razia, juga karena tingginya pengendara yang ditindak petugas akibat melanggar. Setidaknya ada 250 pengendara yang ditilang dalam kurun waktu sehari kemarin. Kata dia, tidak mempunyai SIM menjadi pelanggaran mendominasi. Disusul tidak memakai helm, hingga kondisi lampu kendaraan tidak menyala di siang hari.

’’Selain itu, ada prioritas sasaran lain juga. Seperti melawan arus, menggunakan handphone, dan berkendara dalam keadaan mabuk, dan pengaruh narkoba,’’ paparnya.Operasi Zebra Semeru akan berlangsung selama 14 hari,terhitung sejak 23 Oktober hingga 5 November 2019. Pihaknya menegaskan, selain menilang, tak menuntut kemungkinan kepolisian akan menyita kendaraan jika pengendara tak mampu menunjukkan STNK. ’’Termasuk, ban kecil dan protolan, kami memastikan motornya kita tahan,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Jelang Nataru, Petugas Gabungan Razia Tempat Karaoke dan Rumah Kos

Pun demikian dengan pajak kendaraan mati.Pihaknya akan melakukan penahanan sampai akhirnya pemilik kendaraan membayar pajak sebagai kewajibannya. Sebaliknya, untuk roda empat, setidaknya ada 10 lebih harus dilakukan penilangan. ’’Rata-rata mereka lalai, tidak pakai sabuk pengaman saat mengemudi,’’ tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/