alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Ditinggal Main ke Tetangga, Ibu Hamil Kaget Rumahnya Terbakar

MOJOKERTO – Kebakaran kembali melanda kawasan padat penduduk, tepatnya di Lingkungan Sabuk Alu, Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Kamis (26/7) siang.

Sebuah rumah semi permanen dihuni pasangan suami-istri (pasutri) Tri Wahyu Susetyo, 41 dan Dewi Ratnasari, 39, luluh lantak rata dengan tanah setelah dilalap si jago merah.

Api diduga berasal dari sisa pembakaran tungku yang biasa digunakan korban sehari-hari untuk memasak. Kebakaran terjadi begitu cepat. Di mana, api sudah membesar dan baru diketahui warga sekitar pukul 12.05.

Saat itu, rumah dalam kondisi sepi tak berpenghuni. Dewi Ratnasari, penghuni rumah, baru saja meninggalkan rumah yang terbuat dari anyaman bambu itu sekitar pukul 11.00. “Saya tadi main ke rumahnya Mbak Narni di Gang 3. Terus dikasih tahu sama tetangga kalau rumahnya kebakaran,” terang Dewi.

Baca Juga :  Peredaran Narkoba di Mojokerto Makin Genting

Wanita yang baru hamil satu bulan itu begitu kaget saat tahu rumah yang dikontrak selama 7 bulan terakhir itu ternyata sudah lebur saat datang ke lokasi. Meski telah diupayakan pemadaman dengan alat seadanya, namun tak banyak memengaruhi situasi.

Api baru bisa dijinakkan sekitar pukul 12.30 atau 30 menit setelah diketahui warga. “Nggak ada barang. Cuman ada televisi, pakaian dan lemari,” tambahnya. Warga menduga, api berasal dari sisa pembakaran tungku di bagian dapur rumah yang bersebalahan dengan rel kereta api itu.

Apalagi, saat itu, Dewi baru saja selesai memasak menggunakan tungku yang menggunakan bahan bakar kayu. Namun, dia berkilah bahwa tungku sudah dimatikan menggunakan siraman air. “Tadi masaknya jam 8. Sudah saya siram pakai air,” tambah Dewi.

Baca Juga :  Terbakar Hebat, Rumah Rata dengan Tanah

Kapolsek Prajurit Kulon, Kompol Hadi Suryo mengaku belum mengetahui penyebab munculnya api. Pihaknya masih harus melakukan penyelidikan atas terbakarnya rumah milik Daminem yang disewa Desi dan Tri Wahyu.

Hadi juga sempat mengecek instalasi listrik yang mengalir di rumah korban. Namun, hal itu belum bisa dijadikan kesimpulan atas munculnya api. “Masih kita selidiki. Untuk kerugian juga belum bisa ditaksir. Aliran listrik juga belum tentu menjadi acuan penyebab kebakaran,” pungkasnya.

MOJOKERTO – Kebakaran kembali melanda kawasan padat penduduk, tepatnya di Lingkungan Sabuk Alu, Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Kamis (26/7) siang.

Sebuah rumah semi permanen dihuni pasangan suami-istri (pasutri) Tri Wahyu Susetyo, 41 dan Dewi Ratnasari, 39, luluh lantak rata dengan tanah setelah dilalap si jago merah.

Api diduga berasal dari sisa pembakaran tungku yang biasa digunakan korban sehari-hari untuk memasak. Kebakaran terjadi begitu cepat. Di mana, api sudah membesar dan baru diketahui warga sekitar pukul 12.05.

Saat itu, rumah dalam kondisi sepi tak berpenghuni. Dewi Ratnasari, penghuni rumah, baru saja meninggalkan rumah yang terbuat dari anyaman bambu itu sekitar pukul 11.00. “Saya tadi main ke rumahnya Mbak Narni di Gang 3. Terus dikasih tahu sama tetangga kalau rumahnya kebakaran,” terang Dewi.

Baca Juga :  Dikira Boneka, Mayat Perempuan Nyangkut di Pintu Rolak Telu

Wanita yang baru hamil satu bulan itu begitu kaget saat tahu rumah yang dikontrak selama 7 bulan terakhir itu ternyata sudah lebur saat datang ke lokasi. Meski telah diupayakan pemadaman dengan alat seadanya, namun tak banyak memengaruhi situasi.

Api baru bisa dijinakkan sekitar pukul 12.30 atau 30 menit setelah diketahui warga. “Nggak ada barang. Cuman ada televisi, pakaian dan lemari,” tambahnya. Warga menduga, api berasal dari sisa pembakaran tungku di bagian dapur rumah yang bersebalahan dengan rel kereta api itu.

- Advertisement -

Apalagi, saat itu, Dewi baru saja selesai memasak menggunakan tungku yang menggunakan bahan bakar kayu. Namun, dia berkilah bahwa tungku sudah dimatikan menggunakan siraman air. “Tadi masaknya jam 8. Sudah saya siram pakai air,” tambah Dewi.

Baca Juga :  Terbakar Hebat, Rumah Rata dengan Tanah

Kapolsek Prajurit Kulon, Kompol Hadi Suryo mengaku belum mengetahui penyebab munculnya api. Pihaknya masih harus melakukan penyelidikan atas terbakarnya rumah milik Daminem yang disewa Desi dan Tri Wahyu.

Hadi juga sempat mengecek instalasi listrik yang mengalir di rumah korban. Namun, hal itu belum bisa dijadikan kesimpulan atas munculnya api. “Masih kita selidiki. Untuk kerugian juga belum bisa ditaksir. Aliran listrik juga belum tentu menjadi acuan penyebab kebakaran,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/