alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Sunday, May 29, 2022

Tes Swab Acak 80 Orang Per Hari

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Di samping tetap memberlakukan denda, operasi yustisi juga dibarengi dengan swab antigen terhadap pelanggar protokol kesehatan (prokes). Setiap hari, sedikitnya terdapat 80 orang yang dites acak di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota.

Upaya tersebut tak lepas dari antisipasi terhadap merebaknya Covid-19 varian omicron. Operasi yustisi kembali digencarkan untuk menertibkan penerapan prokes secara ketat. Petugas gabungan Polri/TNI, satpol PP, dan dinkes kini rutin melakukan penyisiran dua kali sehari. Targetnya memburu pelanggar prokes seperti tak memakai masker dan kerumunan.

Lokasi yang disasar juga tak jauh berbeda. Yakni tempat-tempat keramaian. Mulai dari tepi jalan, warung kopi (warkop), kafe, rumah makan, pasar, hingga rumah-rumah kos. ’’Operasinya masih sama, dua kali sehari. Melibatkan polresta dan polsek jajaran bersama jajaran di satgas,’’ terang Kasatbinmas Polres Mojokerto Kota AKP Anang Leo Afera.

Baca Juga :  Istri Siri Dijual Rp 2 Juta

Anang mengatakan, operasi berlangsung pagi dan malam. Warga yang melanggar prokes bakal dilakukan tes swab antigen. Seperti dalam operasi yang berlangsung di rumah makan yang berada di Jalan Majapahit kemarin, sekitar 10 pengunjung dan pelayan menyalani tes swan antigen di tempat. ’’Hasilnya negatif semua. Mereka kami tes karena tidak memakai masker,” imbuh dia.

Di samping tes acak, penerapan denda yustisi yang berlaku selama ini juga dijatuhkan. Pemberian saksi administrasi tersebut menjadi kewenangan satpol PP. ’’Tetap ada denda. Kalau tidak, tidak kapok nanti. Jadi ada denda dan tes swab acak,” jelasnya. Dalam operasi yustisi yang dikemas dengan nama Pamor Keris ini, petugas memang mengendarai sepeda motor. Hal ini, menurut dia, supaya cakupan operasi lebih luas yakni masuk ke kampung-kampung.

Baca Juga :  Tak Kuat Menahan Gairah, Ayah Singkap Baju Putrinya saat Tidur

Upaya penegakan prokes ini diharapkan dapat menangkap persebaran Covid-19 di wilayah hukum Polresta. Terlebih untuk menghadapi varian omicron dan potensi gelombang ketiga. ’’Kalau di Polresta biasanya 10 pelanggar sekali operasi, kalau di tingkat polsek biasanya lima,’’ tukasnya. Dengan perhitungan polres dan enam polsek jajaran, dalam sehari sedikitnya terdapat 80 orang yang diswab secara antigen secara acak. (adi/fen) 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Di samping tetap memberlakukan denda, operasi yustisi juga dibarengi dengan swab antigen terhadap pelanggar protokol kesehatan (prokes). Setiap hari, sedikitnya terdapat 80 orang yang dites acak di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota.

Upaya tersebut tak lepas dari antisipasi terhadap merebaknya Covid-19 varian omicron. Operasi yustisi kembali digencarkan untuk menertibkan penerapan prokes secara ketat. Petugas gabungan Polri/TNI, satpol PP, dan dinkes kini rutin melakukan penyisiran dua kali sehari. Targetnya memburu pelanggar prokes seperti tak memakai masker dan kerumunan.

Lokasi yang disasar juga tak jauh berbeda. Yakni tempat-tempat keramaian. Mulai dari tepi jalan, warung kopi (warkop), kafe, rumah makan, pasar, hingga rumah-rumah kos. ’’Operasinya masih sama, dua kali sehari. Melibatkan polresta dan polsek jajaran bersama jajaran di satgas,’’ terang Kasatbinmas Polres Mojokerto Kota AKP Anang Leo Afera.

Baca Juga :  Tim Pemburu ''Masker'' Bergerak Siang-Malam

Anang mengatakan, operasi berlangsung pagi dan malam. Warga yang melanggar prokes bakal dilakukan tes swab antigen. Seperti dalam operasi yang berlangsung di rumah makan yang berada di Jalan Majapahit kemarin, sekitar 10 pengunjung dan pelayan menyalani tes swan antigen di tempat. ’’Hasilnya negatif semua. Mereka kami tes karena tidak memakai masker,” imbuh dia.

Di samping tes acak, penerapan denda yustisi yang berlaku selama ini juga dijatuhkan. Pemberian saksi administrasi tersebut menjadi kewenangan satpol PP. ’’Tetap ada denda. Kalau tidak, tidak kapok nanti. Jadi ada denda dan tes swab acak,” jelasnya. Dalam operasi yustisi yang dikemas dengan nama Pamor Keris ini, petugas memang mengendarai sepeda motor. Hal ini, menurut dia, supaya cakupan operasi lebih luas yakni masuk ke kampung-kampung.

Baca Juga :  Disatroni Maling, HP dan Uang Tunai Amblas

Upaya penegakan prokes ini diharapkan dapat menangkap persebaran Covid-19 di wilayah hukum Polresta. Terlebih untuk menghadapi varian omicron dan potensi gelombang ketiga. ’’Kalau di Polresta biasanya 10 pelanggar sekali operasi, kalau di tingkat polsek biasanya lima,’’ tukasnya. Dengan perhitungan polres dan enam polsek jajaran, dalam sehari sedikitnya terdapat 80 orang yang diswab secara antigen secara acak. (adi/fen) 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/