alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

121 Kasus Belum Terungkap

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sebanyak 121 kasus di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota, belum terungkap. Seperti, kasus pembobolan dua minimarket di wilayah hukum Polsek Gedeg yang berlangsung akhir Agustus lalu.

Sepanjang tahun 2021, Polres Mojokerto Kota menerima total 328 laporan yang masuk. Angka ini meningkat 14 persen dibanding laporan tahun 2020 lalu.

Data itu dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto berdasarkan laporan tindak pidana kriminal yang masuk di Satreskrim Polres Mojokerto Kota serta emam polsek jajaran. Hasilnya, selama sepuluh bulan terakhir atau hingga Oktober 2021, sebanyak 328 laporan diterima polisi. Laporan itu meliputi kejahatan seperti pencurian, penipuan, penganiayaan, hingga tindak asusila.

Jumlah tersebut cenderung naik dibanding laporan tahun sebelumnya. Selama 2020, hanya terdapat 287 laporan. Hal ini menegaskan, tren kriminalitas tahun ini meningkat. Selain itu, dari 328 laporan yang masuk tahun ini, baru 207 laporan yang dituntaskan. Sedangkan, 121 laporan di antaranya belum terungkap. Kasus yang hingga kini masih dalam tahap penyelidikan itu antara lain pembobolan dua minimarket di wilayah hukum Polsek Gedeg pada akhir Agustus.

Baca Juga :  Sesosok Bayi Terbungkus Jarik Dibuang di Jurang Pacet

Empat bulan berjalan, kasus ini belum menemui titik terang. Polisi mengaku masih melakukan penyelidikan terkait aksi pelaku yang menggasak sejumlah barang dan merusak ATM di minimarket hingga mengakibatkan kerugian material sekitar 204 juta. Minimnya petunjuk dan saksi menjadi salah satu kendala dalam pengungkapan kasus. ”Modus pelaku ini hampir mirip dengan kejadian di Tarik, Sidorjo. Kami masih berupaya untuk menyelidiki,” ucap Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota Iptu Hari Siswanto.

Kejadian menonjol lainnya ialah pembacokan yang menimpa sejumlah anggota perguruan silat di Desa Simongagrok, Kecamatan Dawarblandong, pada September. Kapolres Mojokerto Kota AKBP Rofiq Ripto Himawan mengaku, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Keterangan saksi telah dikantongi. Namun, hingga kini pelaku masih belum bisa ditangkap.

Baca Juga :  Dua Pengedar Sabu asal Trowulan Dibekuk

”Kejadiannya terjadi di dini hari. Saksi tidak ada, penerang jalan juga tidak ada. Dan kami menerima informasi itu baru subuh. Sudah banyak yang kita periksa dan melibatkan kemampuan penggambar sketsa wajah juga. Semua sudah kita libatkan. Semoga segera ada titik terang,” tegasnya. (adi/ron)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sebanyak 121 kasus di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota, belum terungkap. Seperti, kasus pembobolan dua minimarket di wilayah hukum Polsek Gedeg yang berlangsung akhir Agustus lalu.

Sepanjang tahun 2021, Polres Mojokerto Kota menerima total 328 laporan yang masuk. Angka ini meningkat 14 persen dibanding laporan tahun 2020 lalu.

Data itu dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto berdasarkan laporan tindak pidana kriminal yang masuk di Satreskrim Polres Mojokerto Kota serta emam polsek jajaran. Hasilnya, selama sepuluh bulan terakhir atau hingga Oktober 2021, sebanyak 328 laporan diterima polisi. Laporan itu meliputi kejahatan seperti pencurian, penipuan, penganiayaan, hingga tindak asusila.

Jumlah tersebut cenderung naik dibanding laporan tahun sebelumnya. Selama 2020, hanya terdapat 287 laporan. Hal ini menegaskan, tren kriminalitas tahun ini meningkat. Selain itu, dari 328 laporan yang masuk tahun ini, baru 207 laporan yang dituntaskan. Sedangkan, 121 laporan di antaranya belum terungkap. Kasus yang hingga kini masih dalam tahap penyelidikan itu antara lain pembobolan dua minimarket di wilayah hukum Polsek Gedeg pada akhir Agustus.

Baca Juga :  Satpam Sekolah Edarkan Upal

Empat bulan berjalan, kasus ini belum menemui titik terang. Polisi mengaku masih melakukan penyelidikan terkait aksi pelaku yang menggasak sejumlah barang dan merusak ATM di minimarket hingga mengakibatkan kerugian material sekitar 204 juta. Minimnya petunjuk dan saksi menjadi salah satu kendala dalam pengungkapan kasus. ”Modus pelaku ini hampir mirip dengan kejadian di Tarik, Sidorjo. Kami masih berupaya untuk menyelidiki,” ucap Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota Iptu Hari Siswanto.

Kejadian menonjol lainnya ialah pembacokan yang menimpa sejumlah anggota perguruan silat di Desa Simongagrok, Kecamatan Dawarblandong, pada September. Kapolres Mojokerto Kota AKBP Rofiq Ripto Himawan mengaku, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Keterangan saksi telah dikantongi. Namun, hingga kini pelaku masih belum bisa ditangkap.

Baca Juga :  Sweeping Bus AKDP, Polisi dan TNI Gagalkan 10 Orang Menuju Ibu Kota
- Advertisement -

”Kejadiannya terjadi di dini hari. Saksi tidak ada, penerang jalan juga tidak ada. Dan kami menerima informasi itu baru subuh. Sudah banyak yang kita periksa dan melibatkan kemampuan penggambar sketsa wajah juga. Semua sudah kita libatkan. Semoga segera ada titik terang,” tegasnya. (adi/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/