alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Dua Motor Adu Moncong, Tiga Orang Tewas

PURI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tiga orang meninggal setelah kecelakaan maut di jalan penghubung Desa Tangunan, Kecamatan Puri, dengan Desa Randugenengan, Kecamatan Dlanggu, Selasa petang (24/11).Ketiganya adalah Zulfikri Wahyu Nursakti, 21, warga Pare, Kediri, dan pasangan suami istri Desa Randugenengan, Kecamatan Dlanggu, M. Fathoni, 35, dan Mardiana, 36.

Menurut Jumain Andrianto, 50, relawan Gajah Mada 802, M. Fathoni, 35, dan Mardiana, 36, melaju dari arah Randugenengan mengendarai Megapro nopol S 6514 NQ. Sedangkan Zulfikri Wahyu Nursakti, 21, melaju dari arah berlawanan mengendari Vixion nopol AG 5978 CW.

Informasi yang dihimpun Radar Mojokerto, Zulfikri hendak mencari angin setelah pulang kerja pukul 17.00. Pemuda itu tinggal di Desa Randugenengan, Kecamatan Dlanggu, bersama kerabatnya. Sebab, dia tengah bekerja di Mojokerto.

Baca Juga :  Lumpuhkan Penjahat tanpa Senpi, Polisi Dibekali Mixed Martial Art

Kecelakaan diduga lantaran kedua kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi agak ke tengah jalan cor tersebut. Sehingga, adu moncong dua kendaraan itu tak terelakkan. Ketiga korban tewas di tempat dan kedua motor rusak parah di bagian depan. Jasad Mardiana terpental ke saluran irigasi kebun jagung di sekitar TKP. ’’Kemungkinan besar adu banteng (adu moncong), satu dari utara dan yang satu dari selatan,’’ ujar Jumain.

Saat kecelakaan terjadi, kondisi jalan yang diapit kebun jagung tersebut sedang tidak hujan. Tak berselang lama, jasad korban segera dievakuasi ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota menggunakan dua ambulans dan satu mobil patroli. (vad)

PURI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tiga orang meninggal setelah kecelakaan maut di jalan penghubung Desa Tangunan, Kecamatan Puri, dengan Desa Randugenengan, Kecamatan Dlanggu, Selasa petang (24/11).Ketiganya adalah Zulfikri Wahyu Nursakti, 21, warga Pare, Kediri, dan pasangan suami istri Desa Randugenengan, Kecamatan Dlanggu, M. Fathoni, 35, dan Mardiana, 36.

Menurut Jumain Andrianto, 50, relawan Gajah Mada 802, M. Fathoni, 35, dan Mardiana, 36, melaju dari arah Randugenengan mengendarai Megapro nopol S 6514 NQ. Sedangkan Zulfikri Wahyu Nursakti, 21, melaju dari arah berlawanan mengendari Vixion nopol AG 5978 CW.

Informasi yang dihimpun Radar Mojokerto, Zulfikri hendak mencari angin setelah pulang kerja pukul 17.00. Pemuda itu tinggal di Desa Randugenengan, Kecamatan Dlanggu, bersama kerabatnya. Sebab, dia tengah bekerja di Mojokerto.

Baca Juga :  Lumpuhkan Penjahat tanpa Senpi, Polisi Dibekali Mixed Martial Art

Kecelakaan diduga lantaran kedua kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi agak ke tengah jalan cor tersebut. Sehingga, adu moncong dua kendaraan itu tak terelakkan. Ketiga korban tewas di tempat dan kedua motor rusak parah di bagian depan. Jasad Mardiana terpental ke saluran irigasi kebun jagung di sekitar TKP. ’’Kemungkinan besar adu banteng (adu moncong), satu dari utara dan yang satu dari selatan,’’ ujar Jumain.

Saat kecelakaan terjadi, kondisi jalan yang diapit kebun jagung tersebut sedang tidak hujan. Tak berselang lama, jasad korban segera dievakuasi ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota menggunakan dua ambulans dan satu mobil patroli. (vad)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/