alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Monday, August 15, 2022

Sampel Limbah akan Diuji Laboraturium, Diduga Picu Dua Pekerja Tewas

Polisi Panggil Pihak Pabrik
NGORO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kepolisian tengah menyelidiki insiden tewasnya dua pekerja pabrik pengolahan limbah PT Hijau Alam Nusantara (HAN) di Dusun/Desa Manduromanggunggajah, Kecamatan Ngoro, Kamis (23/6) malam. Sejumlah saksi sudah dipanggil ke Mapolres Mojokerto untuk dimintai keterangan. Termasuk barang bukti limbah cair yang diduga kuat bahan berbahaya dan beracun (B3) yang telah dilimpahkan ke Satreskrim Polres Mojokerto.

Saat ini kejadian yang menewaskan Afatar Febian Ardiansyah, 23, dan Bambang Arif Purwanto, 40, itu sudah ditangani Unit Pidum Satreskrim Polres Mojokerto. Sudah ada sejumlah saksi yang telah dipanggil untuk dimintai keterangan. Mulai dari pihak pemerintah desa hingga perusahaan. Tak lain, hal tersebut untuk mengidentifikasi peristiwa tersebut. ”Korban meninggal ada dua orang. Saat ini masih dalam proses lidik,” ujar Kapolres Mojokerto AKBP Apip Ginanjar, kemarin.

Diduga kuat, tewasnya dua pekerja pabrik itu akibat menghirup limbah B3 yang dikelola perusahaan. Hanya saja, korps bhayangkara masih belum bisa bicara detail soal limbah yang ada di dalam tangki truk tersebut. Sebab, limbah tersebut perlu dilakukan proses uji laboratorium. ”Perlu dilakukan uji lab dulu, masih kami koordinasikan,” terangnya.

Baca Juga :  Maling Burung Kuras Peternakan Murai Batu

Limbah yang berada di dalam tangki truk fuso warna putih bernopol L 9396 UK tersebut berbentuk cair. Saat mengambil sampel di lokasi, petugas mendapati limbah berwarna hijau dengan bau menyengat. Disinyalir, limbah tersebut masuk kategori B3. ”Pastinya itu limbah apa, perlu uji lab. Sampel sudah kami serahkan ke polres,” ujar Kanit Reskrim Polsek Ngoro AKP Saiful Hadi.

Sebelumnya, insiden maut tersebut bermula saat tiga pekerja PT HAN membersihkan tangki truk fuso bernopol L 9396 UK secara bergantian sekitar pukul 21.00 Kamis (23/6). Mereka adalah Madi, Jauhari, dan M Rizal Said. Saat tengah membersihkan tangki, tiba-tiba Rizal terpeleset dan jatuh ke dalam tangki hingga tak sadarkan diri. Tak tinggal diam, Jauhari dan Madi berupaya menolong untuk mengangkat Rizal keluar tangki.

Saat itu juga, datang Bambang Arif Purwanto, 40, untuk membantu mengevakuasi korban. Nahas, niat baik itu justru membawa Bambang jatuh ke dalam tangki akibat terpeleset. ”Korban Bambang terjatuh dan menimpa ketiga rekannya di dalam tangki. Dan Bambang juga tidak sadarkan diri di dalam tangki,” sebutnya.

Meski begitu, Jauhari dan Madi tetap berupaya mengevakuasi Rizal sembari berteriak meminta tolong. Teriakan itu didengar Farian Ade yang naik ke atas truk dan melihat Bambang tergeletak di dalam tangki yang berbau menyengat tersebut. Farian lantas turun dari truk untuk meminta pertolongan karyawan lainnya.

Baca Juga :  Terdakwa Pembunuhan dan Perkosaan Anak Divonis Hukuman Mati

Feri Heri Purwanto, 27, dan Afatar Febian Ardiansyah, 23, langsung naik ke atas tangki truk untuk menolong rekannya. Keduanya lantas berupaya mengeluarkan Bambang dari dalam tangki. Tak lama berselang, keduanya mengeluh sesak nafas akibat bau menyengat limbah dan turut tak sadarkan diri di dalam tangki. Hingga, Afatar dan Bambang dinyatakan tewas saat dievakuasi ke rumah sakit.

Sedangkan, Rizal dan Feri yang saat itu kondisinya tidak sadarkan diri, langsung dilarikan ke RSUD Prof dr Soekandar Mojosari untuk mendapat perawatan medis. ”Kami belum bisa memastikan apakah Afatar dan Bambang meninggal di lokasi atau di rumah sakit. Saat dievakuasi RS Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek kondisinya sudah lemas,” terangnya.

Hadi menambahkan, kondisi Feri Heri Purwanto terus membaik hingga kemarin petang sudah dipulangkan dari rumah sakit. ”Sore ini (kemarin) korban Feri sudah bisa pulang. Sementara korban Rizal masih dirawat di RSUD,” tandasnya. (vad/ron)

Polisi Panggil Pihak Pabrik
NGORO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kepolisian tengah menyelidiki insiden tewasnya dua pekerja pabrik pengolahan limbah PT Hijau Alam Nusantara (HAN) di Dusun/Desa Manduromanggunggajah, Kecamatan Ngoro, Kamis (23/6) malam. Sejumlah saksi sudah dipanggil ke Mapolres Mojokerto untuk dimintai keterangan. Termasuk barang bukti limbah cair yang diduga kuat bahan berbahaya dan beracun (B3) yang telah dilimpahkan ke Satreskrim Polres Mojokerto.

Saat ini kejadian yang menewaskan Afatar Febian Ardiansyah, 23, dan Bambang Arif Purwanto, 40, itu sudah ditangani Unit Pidum Satreskrim Polres Mojokerto. Sudah ada sejumlah saksi yang telah dipanggil untuk dimintai keterangan. Mulai dari pihak pemerintah desa hingga perusahaan. Tak lain, hal tersebut untuk mengidentifikasi peristiwa tersebut. ”Korban meninggal ada dua orang. Saat ini masih dalam proses lidik,” ujar Kapolres Mojokerto AKBP Apip Ginanjar, kemarin.

Diduga kuat, tewasnya dua pekerja pabrik itu akibat menghirup limbah B3 yang dikelola perusahaan. Hanya saja, korps bhayangkara masih belum bisa bicara detail soal limbah yang ada di dalam tangki truk tersebut. Sebab, limbah tersebut perlu dilakukan proses uji laboratorium. ”Perlu dilakukan uji lab dulu, masih kami koordinasikan,” terangnya.

Baca Juga :  Proyek Ruko Disegel Satpol PP

Limbah yang berada di dalam tangki truk fuso warna putih bernopol L 9396 UK tersebut berbentuk cair. Saat mengambil sampel di lokasi, petugas mendapati limbah berwarna hijau dengan bau menyengat. Disinyalir, limbah tersebut masuk kategori B3. ”Pastinya itu limbah apa, perlu uji lab. Sampel sudah kami serahkan ke polres,” ujar Kanit Reskrim Polsek Ngoro AKP Saiful Hadi.

Sebelumnya, insiden maut tersebut bermula saat tiga pekerja PT HAN membersihkan tangki truk fuso bernopol L 9396 UK secara bergantian sekitar pukul 21.00 Kamis (23/6). Mereka adalah Madi, Jauhari, dan M Rizal Said. Saat tengah membersihkan tangki, tiba-tiba Rizal terpeleset dan jatuh ke dalam tangki hingga tak sadarkan diri. Tak tinggal diam, Jauhari dan Madi berupaya menolong untuk mengangkat Rizal keluar tangki.

Saat itu juga, datang Bambang Arif Purwanto, 40, untuk membantu mengevakuasi korban. Nahas, niat baik itu justru membawa Bambang jatuh ke dalam tangki akibat terpeleset. ”Korban Bambang terjatuh dan menimpa ketiga rekannya di dalam tangki. Dan Bambang juga tidak sadarkan diri di dalam tangki,” sebutnya.

- Advertisement -

Meski begitu, Jauhari dan Madi tetap berupaya mengevakuasi Rizal sembari berteriak meminta tolong. Teriakan itu didengar Farian Ade yang naik ke atas truk dan melihat Bambang tergeletak di dalam tangki yang berbau menyengat tersebut. Farian lantas turun dari truk untuk meminta pertolongan karyawan lainnya.

Baca Juga :  Pemotor Tanpa Identitas di Kutorejo Tewas usai Kecelakaan dengan Truk

Feri Heri Purwanto, 27, dan Afatar Febian Ardiansyah, 23, langsung naik ke atas tangki truk untuk menolong rekannya. Keduanya lantas berupaya mengeluarkan Bambang dari dalam tangki. Tak lama berselang, keduanya mengeluh sesak nafas akibat bau menyengat limbah dan turut tak sadarkan diri di dalam tangki. Hingga, Afatar dan Bambang dinyatakan tewas saat dievakuasi ke rumah sakit.

Sedangkan, Rizal dan Feri yang saat itu kondisinya tidak sadarkan diri, langsung dilarikan ke RSUD Prof dr Soekandar Mojosari untuk mendapat perawatan medis. ”Kami belum bisa memastikan apakah Afatar dan Bambang meninggal di lokasi atau di rumah sakit. Saat dievakuasi RS Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek kondisinya sudah lemas,” terangnya.

Hadi menambahkan, kondisi Feri Heri Purwanto terus membaik hingga kemarin petang sudah dipulangkan dari rumah sakit. ”Sore ini (kemarin) korban Feri sudah bisa pulang. Sementara korban Rizal masih dirawat di RSUD,” tandasnya. (vad/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/