alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Monday, August 15, 2022

Kejari Kota Tahan Pengedar Jutaan Pil Koplo

Pelaku Dijerat Pasal Narkotika dan UU Kesehatan
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Perkara peredaran pil koplo dengan barang bukti tiga juta butir senilai Rp 9 miliar segera disidangkan. Itu setelah, berkas berikut para tersangka dan barang buktinya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto.

’’Atas pelimpahan itu, tersangka juga langsung kami tahan di kejaksaan,’’ ungkap Kasi Intel Kejari Kota Mojokerto, Ali Prakoso, kemarin. Tersangka dijebloskan ke tahanan oleh jaksa penuntut umum (JPU) setelah berkas penyidikan perkara dengan tersangka Adde Prayoga sudah lengkap atau P21. Pelimpahan tahap dua oleh penyidik Satnarkoba Polres Mojokerto Kota dilakukan di kantor kejari jalan Bypass, Kecamatan Magersari.

Menurutnya, setelah kasus ini ditangani Satnarkoba, pada tahap dua saat ini dilimpahkan ke Kejari Kota untuk segera disodorkan pada persidangan. Atas limpahan ini, kasus peredaran pil koplo dengan barang bukti (BB) cukup fantastis ini tentu bakal menjadi atensi besar bagi institusinya. Sebab, peredaran gelap ini bisa merusak generasi muda sebagai penerus bangsa.

Baca Juga :  BBPOM: Banyak Konsumen Online Jadi Korban Kosmetik Ilegal

Kejari bakal menjerat tersangka dengan pasal berlapis dengan hukuman maksimal. Yakni, pasal 114 ayat, 2, UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto pasal 55 ayat 1 KUHP; subsidair pasal 112 ayat 2, UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto pasal 55 ayat 1 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman 12 tahun penjara.

Kedua, pasal 111 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto pasal 55 ayat 1 KUHP dan ketiga, jeratan primair pasal 197 UU RI nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan subsidair Pasal 196 ayat 1 dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Dalam perkara ini, kejari menunjuk Fandy Ardhiansyah Catur sebagai JPU. ’’Bersamaan tersangka, JPU juga terima 30 karton berisi tiga juta butir pil koplo sebagai barang bukti,’’ tuturnya. Selain itu, juga ada satu unit handphone yang menjadi alat transaksi peredaran barang haram ini. BB telah diserahkan kepada seksi pengelolaan barang bukti dan barang rampasan untuk disimpan di dalam gudang barang bukti kejari.

Baca Juga :  Buruh PT SAI Tewas Terlindas Truk Pertamina

Sebelumnya, pengungkapan peredaran gelap pil koplo bernilai fantastis tersebut berlangsung selama dua bulan. Bermula dari informasi adanya peredaran sabu di Lingkungan Kemasan, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon. Jutaan pil ini hendak diedarkan oleh jaringan antarprovinsi. (ori/fen)

Pelaku Dijerat Pasal Narkotika dan UU Kesehatan
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Perkara peredaran pil koplo dengan barang bukti tiga juta butir senilai Rp 9 miliar segera disidangkan. Itu setelah, berkas berikut para tersangka dan barang buktinya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto.

’’Atas pelimpahan itu, tersangka juga langsung kami tahan di kejaksaan,’’ ungkap Kasi Intel Kejari Kota Mojokerto, Ali Prakoso, kemarin. Tersangka dijebloskan ke tahanan oleh jaksa penuntut umum (JPU) setelah berkas penyidikan perkara dengan tersangka Adde Prayoga sudah lengkap atau P21. Pelimpahan tahap dua oleh penyidik Satnarkoba Polres Mojokerto Kota dilakukan di kantor kejari jalan Bypass, Kecamatan Magersari.

Menurutnya, setelah kasus ini ditangani Satnarkoba, pada tahap dua saat ini dilimpahkan ke Kejari Kota untuk segera disodorkan pada persidangan. Atas limpahan ini, kasus peredaran pil koplo dengan barang bukti (BB) cukup fantastis ini tentu bakal menjadi atensi besar bagi institusinya. Sebab, peredaran gelap ini bisa merusak generasi muda sebagai penerus bangsa.

Baca Juga :  Warga Segel Pondok Bersalin

Kejari bakal menjerat tersangka dengan pasal berlapis dengan hukuman maksimal. Yakni, pasal 114 ayat, 2, UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto pasal 55 ayat 1 KUHP; subsidair pasal 112 ayat 2, UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto pasal 55 ayat 1 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman 12 tahun penjara.

Kedua, pasal 111 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto pasal 55 ayat 1 KUHP dan ketiga, jeratan primair pasal 197 UU RI nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan subsidair Pasal 196 ayat 1 dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Dalam perkara ini, kejari menunjuk Fandy Ardhiansyah Catur sebagai JPU. ’’Bersamaan tersangka, JPU juga terima 30 karton berisi tiga juta butir pil koplo sebagai barang bukti,’’ tuturnya. Selain itu, juga ada satu unit handphone yang menjadi alat transaksi peredaran barang haram ini. BB telah diserahkan kepada seksi pengelolaan barang bukti dan barang rampasan untuk disimpan di dalam gudang barang bukti kejari.

Baca Juga :  Hotel dan Kos-Kosan Jadi Atensi
- Advertisement -

Sebelumnya, pengungkapan peredaran gelap pil koplo bernilai fantastis tersebut berlangsung selama dua bulan. Bermula dari informasi adanya peredaran sabu di Lingkungan Kemasan, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon. Jutaan pil ini hendak diedarkan oleh jaringan antarprovinsi. (ori/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/