alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Karyawati Asal Kediri Diduga Dibunuh, Jasadnya Dibuang di Jurang

PACET – Wisatawan yang tengah asyik mengabadikan diri atau ber-selfie di sekitar turunan Gajah Mungkur, Desa/Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, dikejutkan dengan keberadaan sesosok jasad perempuan muda Rabu sore (25/6).

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), Polsek Pacet menduga perempuan yang identitasnya diketahui berinisial FN, asal Kediri ini adalah korban pembunuhan. Hal itu dikuatkan, setelah di lokasi, jasad korban dibuang di jurang dengan kedalaman 10 meter, polisi menemukan beberapa alat bukti.

Perempuan dengan mengenakan behel ini kondisinya masih berlumur darah. Mengenakan pakaian lengkap. Bahkan, korps Bhayangkara tersebut menemukan sarung, dan jilbab milik korban yang masih berlumuran darah.

’’Sarung itu kami perkiraan untuk membungkus korban,” ungkap Kapolsek Pacet Iptu Toni Hermawan, kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, tadi malam. Untuk mencari petunjuk lain, petugas kembali mengumpulkan alat bukti tambahan di sekitar jasad korban. Hasilnya, petugas menemukan tali plastik warna hijau sepanjang 1 meter, dan masker yang berlumuran darah. ”Maskernya juga berlumuran darah,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Jauhkan Wisatawan dari Gadget

Toni menduga, temuan tali plastik itu sebelumnya digunakan pelaku untuk mengikat korban. Hingga akhirnya jasad korban yang masih mengenakan kaus warna biru navy lengan panjang, dan celana jins biru itu dibuang di sekitar lokasi. ”Lokasi jasad korban ditemukan ini kemungkinan hanya sebagai pembuangannya saja,” tandas Toni.

Jasad korban tanpa identitas ini dibuang di jurang jalur alternatif Pacet-Cangar, Kota Batu, ini kali pertama diketahui wisatawan sekitar pukul 16.00 WIB. Sebelumnya sejumlah pemuda asal Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, sedang asyik selfie dengan background pegunungan dan panorama alam di sekitar. Di tengah berfoto, salah satu di antara mereka tidak sengaja melihat ke bawah atau arah ke jurang.

Dari situ, dia dikejutkan dengan sesosok mayat tergeletak di antara semak belukar. Mereka kemudian melaporkan temuan ini ke Mapolsek Pacet. ’’Lokasi pembuangan korban di jurang dengan kedalaman 10 meteran dari jalan raya,’’ tegasnya. Sementara itu, dari hasil identifikasi, petugas tidak menemukan luka serius di bagian luar jasad korban.

Baca Juga :  Marak Muatan Truk Over Dimensi

Di tubuh karyawati swasta ini, kata Toni, diketahui hanya ada luka pada pelipis dan luka memar pada dahi kanan. Luka-luka itu diduga bekas benturan benda tumpul. Untuk mengidentifikasi lebih lanjut, kemarin jasad korban langsung dievakuasi ke RSUD Prof dr Soekandar Mojosari untuk dilakukan autopsi.

Selain untuk mengungkap identitas korban, upaya itu sekaligus menjadi langkah penyidik dalam menemukan fakta-fakta dibalik dugaan pembunuhan perempuan yang usianya diperkirakan 22 tahun ini. ’’Ciri-ciri yang kami temukan, perempuan ini mengenakan behel warna hitam. Memakai gelang perhiasan, celana jeans warna biru, dan kaus warna biru navy lengan panjang,’’ terangnya.

PACET – Wisatawan yang tengah asyik mengabadikan diri atau ber-selfie di sekitar turunan Gajah Mungkur, Desa/Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, dikejutkan dengan keberadaan sesosok jasad perempuan muda Rabu sore (25/6).

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), Polsek Pacet menduga perempuan yang identitasnya diketahui berinisial FN, asal Kediri ini adalah korban pembunuhan. Hal itu dikuatkan, setelah di lokasi, jasad korban dibuang di jurang dengan kedalaman 10 meter, polisi menemukan beberapa alat bukti.

Perempuan dengan mengenakan behel ini kondisinya masih berlumur darah. Mengenakan pakaian lengkap. Bahkan, korps Bhayangkara tersebut menemukan sarung, dan jilbab milik korban yang masih berlumuran darah.

’’Sarung itu kami perkiraan untuk membungkus korban,” ungkap Kapolsek Pacet Iptu Toni Hermawan, kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, tadi malam. Untuk mencari petunjuk lain, petugas kembali mengumpulkan alat bukti tambahan di sekitar jasad korban. Hasilnya, petugas menemukan tali plastik warna hijau sepanjang 1 meter, dan masker yang berlumuran darah. ”Maskernya juga berlumuran darah,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Polisi Sidak Jasa Ekspedisi

Toni menduga, temuan tali plastik itu sebelumnya digunakan pelaku untuk mengikat korban. Hingga akhirnya jasad korban yang masih mengenakan kaus warna biru navy lengan panjang, dan celana jins biru itu dibuang di sekitar lokasi. ”Lokasi jasad korban ditemukan ini kemungkinan hanya sebagai pembuangannya saja,” tandas Toni.

Jasad korban tanpa identitas ini dibuang di jurang jalur alternatif Pacet-Cangar, Kota Batu, ini kali pertama diketahui wisatawan sekitar pukul 16.00 WIB. Sebelumnya sejumlah pemuda asal Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, sedang asyik selfie dengan background pegunungan dan panorama alam di sekitar. Di tengah berfoto, salah satu di antara mereka tidak sengaja melihat ke bawah atau arah ke jurang.

- Advertisement -

Dari situ, dia dikejutkan dengan sesosok mayat tergeletak di antara semak belukar. Mereka kemudian melaporkan temuan ini ke Mapolsek Pacet. ’’Lokasi pembuangan korban di jurang dengan kedalaman 10 meteran dari jalan raya,’’ tegasnya. Sementara itu, dari hasil identifikasi, petugas tidak menemukan luka serius di bagian luar jasad korban.

Baca Juga :  Jauhkan Wisatawan dari Gadget

Di tubuh karyawati swasta ini, kata Toni, diketahui hanya ada luka pada pelipis dan luka memar pada dahi kanan. Luka-luka itu diduga bekas benturan benda tumpul. Untuk mengidentifikasi lebih lanjut, kemarin jasad korban langsung dievakuasi ke RSUD Prof dr Soekandar Mojosari untuk dilakukan autopsi.

Selain untuk mengungkap identitas korban, upaya itu sekaligus menjadi langkah penyidik dalam menemukan fakta-fakta dibalik dugaan pembunuhan perempuan yang usianya diperkirakan 22 tahun ini. ’’Ciri-ciri yang kami temukan, perempuan ini mengenakan behel warna hitam. Memakai gelang perhiasan, celana jeans warna biru, dan kaus warna biru navy lengan panjang,’’ terangnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/