alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Monday, May 16, 2022

Bikin Edaran, Dispendik Antisipasi Penculikan

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Para siswa bakal mendapatkan pengawasan lebih ketat dari sekolah. Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota maupun Kabupaten Mojokerto resmi melayangkan surat edaran kepada lembaga negeri maupun swasta untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terkait upaya pencegahan penculikan anak.

Kemarin (24/2) Dispendik Kota Mojokerto menerbitkan edaran yang berisi enam poin utama dalam rangka mengantisipasi terjadinya penculikan anak. Di antaranya meminta sekolah memastikan peserta didik diantar dan dijemput oleh orang tua maupun anggota keluarga.

Berikutnya, jika penjemput bukan berasal dari anggota keluarga, maka siswa tidak diperkenankan keluar area sekolah. Peserta didik diminta tetap menunggu di dalam lingkungan sekolah hingga sekolah mendapat konfirmasi dari pihak keluarga. ’’Hari ini (kemarin, Red) edaran sudah kita kirim, termasuk tembusan ke Polresta Mojokerto juga,’’ terang Kepala Dispendik Kota Mojokerto Amin Wachid, kemarin.

Amin menyebutkan surat edaran tersebut dilayangkan ke seluruh lembaga jenjang taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP) negeri/swasta se-Kota Onde-Onde. Menurut Amin, langkah itu dilakukan karena maraknya kasus maupun isu terkait penculikan anak. Khususnya yang menyasar usia sekolah dasar. ’’Karena di daerah lain memang benar ada kejadian itu (penculikan anak). Makanya, perlu kami antisipasi, dikhawatirkan terjadi juga di Kota Mojokerto,’’ tandas Amin.

Baca Juga :  Ini Kata Kapolda Jatim soal Kasus Penembakan Luluk Diana

Untuk itu, dengan diterbitkannya surat edaran itu diharapkan agar sekolah mengambil langkah antisipatif dalam melakukan upaya pencegahan penculikan anak. Di sisi lain, pihaknya menginstruksikan kepada setiap lembaga pendidikan untuk lebih mengintensifkan pertemuan antara lembaga sekolah dengan wali murid.

Sebab, selama ini, agenda tersebut hanya digelar ketika penerimaan rapor semester ganjil maupun genap saja. Ke depan, lanjut Amin, sekolah diupayakan lebih sering menjadwal agenda pertemuan. Selain untuk menjalin komunikasi, juga sebagai sarana melaporkan perkembangan akademik dan nonakademik siswa kepada orang tua.  ’’Jadi, mulai Maret ini nanti minimal satu bulan sekali pertemuan rutin sekolah dan wali murid,’’ tandasnya.

Pihak sekolah juga diminta rutin menginformasikan jadwal kepulangan sekolah kepada wali murid. Hal itu untuk mengantisipasi jika terdapat agenda tambahan setelah bel pulang sekolah. Baik kegiatan ekstrakurikuler maupun pembelajaran lainnya. ’’Karena yang rawan di situ. Kami harap masing-masing wali kelas ada grup WhatsApp dengan wali murid, agar bisa saling menginformasikan,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Sweeping Bus AKDP, Polisi dan TNI Gagalkan 10 Orang Menuju Ibu Kota

Langkah serupa juga dilakukan Dispendik Kabupaten Mojokerto. Kemarin (24/2) seluruh kepala SD dan SMP negeri/swasta juga menerima edaran terkait kewaspadaan terhadap upaya penculikan anak. ’’Di samping surat edaran, kami juga sampaikan langsung melalui guru dan kepala sekolah pada saat ada pertemuan,’’ tambah Kepala Dispendik Kabupaten Mojokerto, Zainul Arifin.

Tak jauh berbeda, dalam edaran yang dikeluarkan dispendik kabupaten ini juga berisi tentang empat poin. Salah satunya meminta sekolah agar membatasi peserta didik keluar lingkungan sekolah pada jam istirahat. Termasuk untuk kepentingan membeli jajan di luar sekolah. Oleh karena itu, lembaga diharuskan untuk menyediakan ketersediaan makanan dan minuman di kantin sekolah.

Dengan edaran tersebut, ungkap Zainul, diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan antara pihak sekolah maupun orang tua terhadap keselamatan dan keamanan peserta didik. Namun, pihaknya juga meminta wali murid untuk tetap tenang selama menitipkan peserta didik di sekolah. ’’Kami harap situasi bisa tetap kondusif dalam proses belajar mengajar di sekolah,’’ pungkas Zainul.

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Para siswa bakal mendapatkan pengawasan lebih ketat dari sekolah. Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota maupun Kabupaten Mojokerto resmi melayangkan surat edaran kepada lembaga negeri maupun swasta untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terkait upaya pencegahan penculikan anak.

Kemarin (24/2) Dispendik Kota Mojokerto menerbitkan edaran yang berisi enam poin utama dalam rangka mengantisipasi terjadinya penculikan anak. Di antaranya meminta sekolah memastikan peserta didik diantar dan dijemput oleh orang tua maupun anggota keluarga.

Berikutnya, jika penjemput bukan berasal dari anggota keluarga, maka siswa tidak diperkenankan keluar area sekolah. Peserta didik diminta tetap menunggu di dalam lingkungan sekolah hingga sekolah mendapat konfirmasi dari pihak keluarga. ’’Hari ini (kemarin, Red) edaran sudah kita kirim, termasuk tembusan ke Polresta Mojokerto juga,’’ terang Kepala Dispendik Kota Mojokerto Amin Wachid, kemarin.

Amin menyebutkan surat edaran tersebut dilayangkan ke seluruh lembaga jenjang taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP) negeri/swasta se-Kota Onde-Onde. Menurut Amin, langkah itu dilakukan karena maraknya kasus maupun isu terkait penculikan anak. Khususnya yang menyasar usia sekolah dasar. ’’Karena di daerah lain memang benar ada kejadian itu (penculikan anak). Makanya, perlu kami antisipasi, dikhawatirkan terjadi juga di Kota Mojokerto,’’ tandas Amin.

Baca Juga :  Pemilik Biro Umrah Polisikan Youtuber

Untuk itu, dengan diterbitkannya surat edaran itu diharapkan agar sekolah mengambil langkah antisipatif dalam melakukan upaya pencegahan penculikan anak. Di sisi lain, pihaknya menginstruksikan kepada setiap lembaga pendidikan untuk lebih mengintensifkan pertemuan antara lembaga sekolah dengan wali murid.

Sebab, selama ini, agenda tersebut hanya digelar ketika penerimaan rapor semester ganjil maupun genap saja. Ke depan, lanjut Amin, sekolah diupayakan lebih sering menjadwal agenda pertemuan. Selain untuk menjalin komunikasi, juga sebagai sarana melaporkan perkembangan akademik dan nonakademik siswa kepada orang tua.  ’’Jadi, mulai Maret ini nanti minimal satu bulan sekali pertemuan rutin sekolah dan wali murid,’’ tandasnya.

- Advertisement -

Pihak sekolah juga diminta rutin menginformasikan jadwal kepulangan sekolah kepada wali murid. Hal itu untuk mengantisipasi jika terdapat agenda tambahan setelah bel pulang sekolah. Baik kegiatan ekstrakurikuler maupun pembelajaran lainnya. ’’Karena yang rawan di situ. Kami harap masing-masing wali kelas ada grup WhatsApp dengan wali murid, agar bisa saling menginformasikan,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Tak Bernyawa, Wanita Berparas Anggun Dibuang di Hutan Jati

Langkah serupa juga dilakukan Dispendik Kabupaten Mojokerto. Kemarin (24/2) seluruh kepala SD dan SMP negeri/swasta juga menerima edaran terkait kewaspadaan terhadap upaya penculikan anak. ’’Di samping surat edaran, kami juga sampaikan langsung melalui guru dan kepala sekolah pada saat ada pertemuan,’’ tambah Kepala Dispendik Kabupaten Mojokerto, Zainul Arifin.

Tak jauh berbeda, dalam edaran yang dikeluarkan dispendik kabupaten ini juga berisi tentang empat poin. Salah satunya meminta sekolah agar membatasi peserta didik keluar lingkungan sekolah pada jam istirahat. Termasuk untuk kepentingan membeli jajan di luar sekolah. Oleh karena itu, lembaga diharuskan untuk menyediakan ketersediaan makanan dan minuman di kantin sekolah.

Dengan edaran tersebut, ungkap Zainul, diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan antara pihak sekolah maupun orang tua terhadap keselamatan dan keamanan peserta didik. Namun, pihaknya juga meminta wali murid untuk tetap tenang selama menitipkan peserta didik di sekolah. ’’Kami harap situasi bisa tetap kondusif dalam proses belajar mengajar di sekolah,’’ pungkas Zainul.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/