25.8 C
Mojokerto
Thursday, February 2, 2023

Jadi Korban, Dosen yang Dipolisikan Warga Jakarta Ganti Laporkan Agen

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Oknum dosen di sebuah kampus swasta di Kabupaten Mojokerto berinisial UNI yang terseret kasus dugaan penipuan jual beli online, mengklaim jadi korban. Sebagai reseller, pengajar di Prodi Pendidikan Matematika itu mengaku telah ditipu agen asal Depok, Jawa Barat. Di sisi lain dia dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh pelanggannya, UNI juga telah melaporkan si agen ke Polda Jatim.

Sebelumnya, UNI dilaporkan oleh EC, 24, pelanggannya asal Jakarta Timur atas dugaan penipuan. Ratusan barang berupa alat elektronik yang dipesan korban sejak pertengahan tahun lalu tak kunjung diterima sampai sekarang. Akibatnya, EC merugi hingga Rp 492 juta. Pihak UNI mengklaim, persoalan tersebut terjadi lantaran barang dari agen tak datang. ’’Klien saya ini reseller, dia ambil barang dari orang lain terus dijual ke pelanggan ini,’’ ujar penasihat hukum UNI, Lambang Siswandi, kemarin (24/1).

Lambang mengungkapkan, dalam kasus ini, kliennya juga menjadi korban. Sebagai reseller, UNI mentransfer uang pembelian barang dari pelanggannya ke agen yang berada di Depok, Jawa Barat. Namun, setelah pesanan mencapai ratusan juta rupiah, barang tak kunjung diterima. Akibatnya, dosen perempuan asal Desa Jabon,Kecamatan Mojoanyar, itu tak bisa mengirim barang ke EC dan pelanggan lainnya.

Baca Juga :  Tak Mampu Menanjak, Mobil Jip Mundur dan Menimpa Rumah

’’Jadi UNI ini termasuk korban. Dan uang yang dari pelanggan di Jakarta (EC, Red) maupun yang lain langsung ditransfer ke agen atas nama Fatimah yang berada di Depok sana,’’ jelas Lambang. Pihaknya sudah melaporkan Fatimah ke Polda Jatim. Agen itu diduga menipu kliennya lantaran pembelian barang sekitar Rp 900 juta tak pernah direalisasikan. Uang tersebut berasal dari dana pribadi UNI serta pembelian dari para pelanggan. Bukti transfer itu telah diserahkan ke penyidik. ’’Sekarang sudah tahap penentuan tersangka,’’ imbuhnya.

Menurut Lambang, dengan status UNI sebagai korban, laporan yang dilayangkan EC ke Polda Metro Jaya tak bisa diproses. Pihaknya justru menuding jika EC bagian dari jaringan Fatimah. Sebab, bukannya langsung beli barang ke agen, EC yang berdomisili di Jakarta justru pesan kepada UNI. ’’Saya malah curiga yang dari Jakarta (EC, Red) apa bukan jaringan untuk menipu UNI. Karena uang dari sini kembali ke Jakarta, padahal di sana lebih dekat dengan agen di Depok,’’ bebernya.

Baca Juga :  Dandim 0815, Danrem 082, dan PT Pelindo Giat Reboisasi di Hutan Sumber Klurak

Lambang mengaku tak mengetahui pasti penyebab barang yang dipesan dari agen tak pernah dikirim. Hal itu disebutnya masih dalam penyidikan polda. Disebutkannya, masih ada kemungkinan kerugian uang para korban dikembalikan selama agen mau mengganti rugi. ’’Nanti kan ada mediasi, kalau terus artinya dia (agen Fatimah) masuk penjara. Kalau tidak, uangnya berarti harus dikembalikan. Nah, baru nanti uang itu akan kami kembalikan ke pelanggan-pelanggan di bawah itu,’’ jelas dia.

Sebelumnya, UNI, seorang dosen dipolisikan oleh EC, ke Polda Metro Jaya. Perempuan yang tinggal di Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, itu diduga melakukan penipuan jual beli barang elektronik secara online dengan kerugian hampir setengah miliar rupiah. Ratusan peralatan seperti oven, rice cooker, dan air fryer yang dipesan tak dikirim. Selain sebagai dosen, UNI memang menjalankan bisnis jual beli barang secara online. (adi/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/