alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Friday, May 20, 2022

27 Pelanggar Parkir Liar Ditilang

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ketentuan parkir kendaraan di Kota Mojokerto belum sepenuhnya dipatuhi. Senin (24/1), sebanyak 27 pengguna jalan dijatuhi sanksi tilang. Mereka kedapatan memarkir kendaraanya secara sembarangan di area terlarang dan trotoar.

Penertiban parkir liar ini dilakukan Dishub Kota Mojokerto bersama jajaran Polri/TNI. Petugas gabungan menyisir jalan protokol yang selama ini kerap ditemukan pelanggar parkir liar. Di antaranya, Jalan Residen Pamuji, Jalan Pemuda, Jalan PB Sudirman, serta Jalan Majapahit.

’’Sasarannya adalah kendaraan yang parkir di jalan yang ada rambu larangan parkir dan trotoar jalan,’’ jelas KBO Satlantas Polres Mojokerto Kota Iptu Sukaren. Menurutnya, masih banyak pengguna jalan yang melanggar ketertiban lalu lintas dengan parkir secara sembarang.

Baca Juga :  Dikira Tidur, Purnawirawan TNI Tak Bernyawa

Hal ini bisa dilihat dari sebanyak 27 pengguna jalan yang ditindak dalam razia yang berlangung selama satu jam kemarin. Meliputi 19 pengendara roda dua, enam pengemudi roda empat, serta dua sopir roda enam atau truk. Seluruh pelanggar langsung dijatuhi sanski tilang.

Mereka ditindak lantaran memarkir kendaraannya secara sembarangan. Baik di area telarang, bahu jalan, hingga trotoar. Dalam razia ini, pihaknya juga menyita 24 STNK, dua SIM C, serta satu unit sepeda motor. Barang bukti terakhir ini diamankan lantaran bodong. ’’Pajak pelat motornya sudah mati. Sehingga kami amankan ke Mako,’’ jelas dia.

Kabid Pengendalian Operasi dan Perparkiran Dishub Kota Mojokerto Robik Subagiyo menegaskan, razia parkir liar dilakukan secara rutin setiap bulan. Hal ini untuk menertibkan pengguna jalan. Terlebih yang masih bandel memarkir kendaraannya secara sembarangan. Selain menghambat arus lalu lintas, kondisi tersebut dapat memicu terjadinya kecelakaan.

Baca Juga :  Berlangsung hingga Pekan Depan

’’Penertiban kami lakukan terhadap kendaraan diparkir di tempat yang tidak sesuai peruntukannya,’’ jelas dia. Tempat tersebut meliputi area yang dipasang rambu larangan parkir serta kawasan yang dapat membahayakan keamananan, keselamatan ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcar lantas).

Seperti di tempat penyeberangan, jalur khusus pejalan kaki (trotoar), tikungan, atas jembatan, dekat perlintasan sebidang KA, hingga tempat yang menutupi rambu lalin. Ketentuan peraturan ini tertuang dalam Pasal 118-120 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). (adi/fen)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ketentuan parkir kendaraan di Kota Mojokerto belum sepenuhnya dipatuhi. Senin (24/1), sebanyak 27 pengguna jalan dijatuhi sanksi tilang. Mereka kedapatan memarkir kendaraanya secara sembarangan di area terlarang dan trotoar.

Penertiban parkir liar ini dilakukan Dishub Kota Mojokerto bersama jajaran Polri/TNI. Petugas gabungan menyisir jalan protokol yang selama ini kerap ditemukan pelanggar parkir liar. Di antaranya, Jalan Residen Pamuji, Jalan Pemuda, Jalan PB Sudirman, serta Jalan Majapahit.

’’Sasarannya adalah kendaraan yang parkir di jalan yang ada rambu larangan parkir dan trotoar jalan,’’ jelas KBO Satlantas Polres Mojokerto Kota Iptu Sukaren. Menurutnya, masih banyak pengguna jalan yang melanggar ketertiban lalu lintas dengan parkir secara sembarang.

Baca Juga :  Polisi Buru Jaringan Pelaku

Hal ini bisa dilihat dari sebanyak 27 pengguna jalan yang ditindak dalam razia yang berlangung selama satu jam kemarin. Meliputi 19 pengendara roda dua, enam pengemudi roda empat, serta dua sopir roda enam atau truk. Seluruh pelanggar langsung dijatuhi sanski tilang.

Mereka ditindak lantaran memarkir kendaraannya secara sembarangan. Baik di area telarang, bahu jalan, hingga trotoar. Dalam razia ini, pihaknya juga menyita 24 STNK, dua SIM C, serta satu unit sepeda motor. Barang bukti terakhir ini diamankan lantaran bodong. ’’Pajak pelat motornya sudah mati. Sehingga kami amankan ke Mako,’’ jelas dia.

Kabid Pengendalian Operasi dan Perparkiran Dishub Kota Mojokerto Robik Subagiyo menegaskan, razia parkir liar dilakukan secara rutin setiap bulan. Hal ini untuk menertibkan pengguna jalan. Terlebih yang masih bandel memarkir kendaraannya secara sembarangan. Selain menghambat arus lalu lintas, kondisi tersebut dapat memicu terjadinya kecelakaan.

Baca Juga :  Jual Ciu Pakai Rengkek
- Advertisement -

’’Penertiban kami lakukan terhadap kendaraan diparkir di tempat yang tidak sesuai peruntukannya,’’ jelas dia. Tempat tersebut meliputi area yang dipasang rambu larangan parkir serta kawasan yang dapat membahayakan keamananan, keselamatan ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcar lantas).

Seperti di tempat penyeberangan, jalur khusus pejalan kaki (trotoar), tikungan, atas jembatan, dekat perlintasan sebidang KA, hingga tempat yang menutupi rambu lalin. Ketentuan peraturan ini tertuang dalam Pasal 118-120 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). (adi/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Santri Tewas Disambar Truk

Artikel Terbaru


/