alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Sunday, May 29, 2022

Usut TPPU Bupati Mojokerto, KPK Periksa Wali Kota

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pengembangan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) senilai Rp 82 miliar yang menjerat Mustofa Kamal Pasa (MKP) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak hanya menyentuh kalangan pejabat di lingkungan pemkab. Setelah sebelumnya penyidik antirasuah memanggil ibu MKP, Siti Fatimah, Kamis (23/1) mereka memanggil Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari (Ning Ita), yang tak lain adalah adik kandung MKP.

Ning Ita menghadiri penggilan di Mapolresta Mojokerto pukul 09.30. Dia tidak sendirian. Wali kota perempuan pertama ini tampak diantar suaminya, Supriyadi Karima Syaiful.

Tiba di mapolresta Jalan Bhayangkara, Ning Ita tidak langsung memasuki ruang penyidikan di Aula Wira Satya. Ia memilih singgah terlebih dahulu di ruang kerja Kapolresta Kapolresta AKBP Bogiek Sugiyarto. Baru, sekitar pukul 10.10, Ning Ita diantar kapolresta menuju anak tangga Aula Wira Satya di lantai dua. Sembari terus melempar senyum, orang nomor satu di lingkungan pemkot itu menyapa awak media yang sedang menjalankan tugas peliputan. ’’Biasa, ditanya terkait aset-asetnya Pak MKP,’’ jelas Ning Ita seusai keluar dari ruang pemeriksaan pukul 14.06.

Pemeriksaan dirinya selama empat jam, selain diperiksa soal aliran aset yang terkait kasus TPPU MKP, KPK juga menggali aset milik Ning Ita. Apakah ada kaitannya dengan gratifikasi TPPU senilai Rp 82 miliar atau tidak. ’’Alhamdulillah hari ini (kemarin, Red) semuanya bisa klir. Jika aset yang saya miliki tidak ada keterkaitannya dengan Pak MKP,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Sabu Dibungkus Kemasan Permen Kopi

Dengan suara rada serak, Ning Ita kembali menjelaskan, bahwa pemeriksaan dia lebih pada soal hubungan sebagai keluarga MKP. Tidak ada kaitannya dengan birokrasi Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto, yang kini dipimpimpinnya. Begitu juga dengan keterkaitannya PT Musika sebagai perusahan keluarga Jakfaril-Siti Fatimah (orang tua MKP dan Ning Ita). ’’Sebagai keluarga. Tidak ada kaiatannya dengan pemkot atau saya sebagai wali kota. Aset yang kami miliki klir (bersih, Red). Tidak ada hubungannya dengan aset yang dimiliki Pak MKP,’’ kata Ning Ita.

Disinggung keterkaitan jabatannya di PT Musika, dia kembali membantah. ’’Tidak ada jabatan (di PT Musika, Red),’’ ujarnya.

Sementara saat disinggung jumlah dan materi pertanyaan penyidik, Ning Ita meminta agar wartawan menanyanakan langsung kepada KPK. ’’Saya clear. Clear, tidak ada hubungannya dengan masalah Pak MKP,’’ tandasnya sembari mengulang.

Sementara itu, mantan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bependa) Kabupaten Mojokerto Teguh Gunarko mengaku dirinya diperiksa soal kaitannya dengan mobil Toyota Innova yang sebelumnya pernah diberi MKP. ’’Waktu menjabat, dulu kan pernah dikasih mobil Innova. Itu sumber dananya dari MKP,’’ sebutnya.

Baca Juga :  Pengamanan Kantor Kepolisian Diperketat

Demikian juga dengan Kabag TU Pemkab Dyan Anggraini. Dyan menyatakan, materi pemeriksaan masih sama seperti sebelumnya. Yakni, soal gaji MKP saat menjabat sebagai bupati selama dua periode. ’’Termasuk soal SK pemberhentian MKP sebagai bupati,’’ ujarnya.

Tak hanya Ning Ita dan kalangan pejabat. Kemarin KPK juga turut memanggil mantan anggota DPRD Kabupaten Mojokerto Heri Susanto. Pemeriksaan Heri ini disinyalir terkait penyitaan 10 unit dump truck dari garasi pada pertengahan 2019 lalu.

Truk yang disimpan digarasi di Dusun Kangkungan, Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, itu diduga dibeli dari uang fee proyek tahun 2016 silam. Disamping itu, penyidik juga memanggil orang yang pernah menjadi kepercayaan MKP, Nono Hadiarto Santoso. Nono sebelumnya pernah diperiksa KPK terkait jual beli aset MKP berupa tanah, maupun rumah. Termasuk soal sejumlah mobil yang diamankan dari showroom di Desa Menanggal,  Kecamatan Mojosari. Selain itu, ada juga dua saksi lagi. Yakni, seorang perempuan PNS Pemkab Mojokerto, dan pria yang tak lain sebagai pihak swasta.

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pengembangan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) senilai Rp 82 miliar yang menjerat Mustofa Kamal Pasa (MKP) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak hanya menyentuh kalangan pejabat di lingkungan pemkab. Setelah sebelumnya penyidik antirasuah memanggil ibu MKP, Siti Fatimah, Kamis (23/1) mereka memanggil Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari (Ning Ita), yang tak lain adalah adik kandung MKP.

Ning Ita menghadiri penggilan di Mapolresta Mojokerto pukul 09.30. Dia tidak sendirian. Wali kota perempuan pertama ini tampak diantar suaminya, Supriyadi Karima Syaiful.

Tiba di mapolresta Jalan Bhayangkara, Ning Ita tidak langsung memasuki ruang penyidikan di Aula Wira Satya. Ia memilih singgah terlebih dahulu di ruang kerja Kapolresta Kapolresta AKBP Bogiek Sugiyarto. Baru, sekitar pukul 10.10, Ning Ita diantar kapolresta menuju anak tangga Aula Wira Satya di lantai dua. Sembari terus melempar senyum, orang nomor satu di lingkungan pemkot itu menyapa awak media yang sedang menjalankan tugas peliputan. ’’Biasa, ditanya terkait aset-asetnya Pak MKP,’’ jelas Ning Ita seusai keluar dari ruang pemeriksaan pukul 14.06.

Pemeriksaan dirinya selama empat jam, selain diperiksa soal aliran aset yang terkait kasus TPPU MKP, KPK juga menggali aset milik Ning Ita. Apakah ada kaitannya dengan gratifikasi TPPU senilai Rp 82 miliar atau tidak. ’’Alhamdulillah hari ini (kemarin, Red) semuanya bisa klir. Jika aset yang saya miliki tidak ada keterkaitannya dengan Pak MKP,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Sidak DPMPTSP, Wali Kota Temukan Indikasi Kebocoran Reklame Bodong

Dengan suara rada serak, Ning Ita kembali menjelaskan, bahwa pemeriksaan dia lebih pada soal hubungan sebagai keluarga MKP. Tidak ada kaitannya dengan birokrasi Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto, yang kini dipimpimpinnya. Begitu juga dengan keterkaitannya PT Musika sebagai perusahan keluarga Jakfaril-Siti Fatimah (orang tua MKP dan Ning Ita). ’’Sebagai keluarga. Tidak ada kaiatannya dengan pemkot atau saya sebagai wali kota. Aset yang kami miliki klir (bersih, Red). Tidak ada hubungannya dengan aset yang dimiliki Pak MKP,’’ kata Ning Ita.

Disinggung keterkaitan jabatannya di PT Musika, dia kembali membantah. ’’Tidak ada jabatan (di PT Musika, Red),’’ ujarnya.

- Advertisement -

Sementara saat disinggung jumlah dan materi pertanyaan penyidik, Ning Ita meminta agar wartawan menanyanakan langsung kepada KPK. ’’Saya clear. Clear, tidak ada hubungannya dengan masalah Pak MKP,’’ tandasnya sembari mengulang.

Sementara itu, mantan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bependa) Kabupaten Mojokerto Teguh Gunarko mengaku dirinya diperiksa soal kaitannya dengan mobil Toyota Innova yang sebelumnya pernah diberi MKP. ’’Waktu menjabat, dulu kan pernah dikasih mobil Innova. Itu sumber dananya dari MKP,’’ sebutnya.

Baca Juga :  Diduga Hendak Maling Motor, Perempuan Diarak Ratusan Warga

Demikian juga dengan Kabag TU Pemkab Dyan Anggraini. Dyan menyatakan, materi pemeriksaan masih sama seperti sebelumnya. Yakni, soal gaji MKP saat menjabat sebagai bupati selama dua periode. ’’Termasuk soal SK pemberhentian MKP sebagai bupati,’’ ujarnya.

Tak hanya Ning Ita dan kalangan pejabat. Kemarin KPK juga turut memanggil mantan anggota DPRD Kabupaten Mojokerto Heri Susanto. Pemeriksaan Heri ini disinyalir terkait penyitaan 10 unit dump truck dari garasi pada pertengahan 2019 lalu.

Truk yang disimpan digarasi di Dusun Kangkungan, Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, itu diduga dibeli dari uang fee proyek tahun 2016 silam. Disamping itu, penyidik juga memanggil orang yang pernah menjadi kepercayaan MKP, Nono Hadiarto Santoso. Nono sebelumnya pernah diperiksa KPK terkait jual beli aset MKP berupa tanah, maupun rumah. Termasuk soal sejumlah mobil yang diamankan dari showroom di Desa Menanggal,  Kecamatan Mojosari. Selain itu, ada juga dua saksi lagi. Yakni, seorang perempuan PNS Pemkab Mojokerto, dan pria yang tak lain sebagai pihak swasta.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/