alexametrics
31.1 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Sindikat Pemalsuan SIM, SKCK dan Ijazah Dibongkar

MOJOKERTO – Sindikat dugaan pemalsuan surat dan dokumen kepolisian dan negara berhasil dibongkar Satreskrim Polres Mojokerto. Setidaknya, sudah ada tiga tersangka ditangkap.

Masing-masing adalah Kamid, 40, warga Dusun/Desa Pugeran; Pujiono, 43, warga Dusun Tlasih, Desa Tawar; dan Ahmad Shofii, 50, warga Dusun Wates, Desa Centong,  Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto.

Ketiganya diduga bersengkongkol dan berperan menjadi jasa pembuat dokumen palsu. Di antaranya berbentuk surat izin mengemudi (SIM), kartu tanda penduduk (KTP), surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) dan ijazah. Disinyalir praktik pemalsuan dokumen penting ini sudah berlangsung selama tiga tahun.

Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata menejelaskan, terbongkarnya sindikat pemalsu dokumen tersebut bermula dari laporan masyarakat. Bahwa, di wilayah Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, ada seorang pengemudi truk tangki air isi ulang memiliki SIM B1 diduga palsu.

Baca Juga :  Jadi TO Polisi, Agus Malah Siapkan Satu Meja Pil Koplo

Dari laporan itu, kata Leonardus, satreskrim bersama Unitreskrim Polsek Pacet melakukan penyelidikan. Tepat pada Rabu (24/1) sekitar pukul 20.15 petugas melihat truk dikemudikan sopir pemegang SIM palsu. Untuk memastikan, petugas kemudian membuntuti truk tangki dikemudikan Kamid.

Tepat di pertigaan Kelenteng, Mojosari, truk baru diberhentikan paksa oleh petugas. “Setelah diperiksa, ternyata SIM B1 atas nama Kamid memang palsu,” kata Leonardus

Dari database SIM B1 dimiliki sang sopir diketahui tidak ada pemegang bernama Kamid asal Desa Pugeran, Kecamatan Gondang. Namun, secara resmi Kamid tercatat pernah mengajukan permohonan dan telah memegang SIM A. “Artinya, data SIM (Kamid) yang benar adalah SIM A bukan SIM B1,” tambahnya.

Baca Juga :  Teror Begal Resahkan Warga Utara Sungai

Bermodal data tersebut, petugas kemudian mengembangkan kepada pelaku jasa pemalsuan dokumen. Tak lain mengarah pada dua tersangka lainnya. Yakni, Pujiono dan Ahmad Shofii. Hasilnya, mereka berhasil ditangkap dan kini telah dilakukan penahanan. “Hasil lidik, aksi tiga tersangka ini berlangsung dalam tiga tahun terakhir ini,” tutur Leonardus.

Dengan demikian, diduga sudah ada puluhan hingga ratusan dokumen termasuk SIM, SKCK, ijazah, dan KTP yang dibuat para tersangka. “Sekarang ketiga tersangka ini dalam pengembangan,” tambah Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP M. Solikhin Fery.

 

MOJOKERTO – Sindikat dugaan pemalsuan surat dan dokumen kepolisian dan negara berhasil dibongkar Satreskrim Polres Mojokerto. Setidaknya, sudah ada tiga tersangka ditangkap.

Masing-masing adalah Kamid, 40, warga Dusun/Desa Pugeran; Pujiono, 43, warga Dusun Tlasih, Desa Tawar; dan Ahmad Shofii, 50, warga Dusun Wates, Desa Centong,  Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto.

Ketiganya diduga bersengkongkol dan berperan menjadi jasa pembuat dokumen palsu. Di antaranya berbentuk surat izin mengemudi (SIM), kartu tanda penduduk (KTP), surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) dan ijazah. Disinyalir praktik pemalsuan dokumen penting ini sudah berlangsung selama tiga tahun.

Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata menejelaskan, terbongkarnya sindikat pemalsu dokumen tersebut bermula dari laporan masyarakat. Bahwa, di wilayah Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, ada seorang pengemudi truk tangki air isi ulang memiliki SIM B1 diduga palsu.

Baca Juga :  Mobil Polisi Rusak, Kampas Rem Habis dan Ban Tipis

Dari laporan itu, kata Leonardus, satreskrim bersama Unitreskrim Polsek Pacet melakukan penyelidikan. Tepat pada Rabu (24/1) sekitar pukul 20.15 petugas melihat truk dikemudikan sopir pemegang SIM palsu. Untuk memastikan, petugas kemudian membuntuti truk tangki dikemudikan Kamid.

Tepat di pertigaan Kelenteng, Mojosari, truk baru diberhentikan paksa oleh petugas. “Setelah diperiksa, ternyata SIM B1 atas nama Kamid memang palsu,” kata Leonardus

- Advertisement -

Dari database SIM B1 dimiliki sang sopir diketahui tidak ada pemegang bernama Kamid asal Desa Pugeran, Kecamatan Gondang. Namun, secara resmi Kamid tercatat pernah mengajukan permohonan dan telah memegang SIM A. “Artinya, data SIM (Kamid) yang benar adalah SIM A bukan SIM B1,” tambahnya.

Baca Juga :  Teror Begal Resahkan Warga Utara Sungai

Bermodal data tersebut, petugas kemudian mengembangkan kepada pelaku jasa pemalsuan dokumen. Tak lain mengarah pada dua tersangka lainnya. Yakni, Pujiono dan Ahmad Shofii. Hasilnya, mereka berhasil ditangkap dan kini telah dilakukan penahanan. “Hasil lidik, aksi tiga tersangka ini berlangsung dalam tiga tahun terakhir ini,” tutur Leonardus.

Dengan demikian, diduga sudah ada puluhan hingga ratusan dokumen termasuk SIM, SKCK, ijazah, dan KTP yang dibuat para tersangka. “Sekarang ketiga tersangka ini dalam pengembangan,” tambah Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP M. Solikhin Fery.

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/