Rabu, 01 Dec 2021
Radar Mojokerto
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Dua Sejoli Dipaksa Berhubungan Intim

Bapak-Anak Kompak Rampas Motor dan HP

24 November 2021, 07: 25: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Dua Sejoli Dipaksa Berhubungan Intim

MENGAKU MENYESAL: Kapolres Mojokerto Kota AKBP Rofiq Ripto Himawan menginterogasi pelaku perampasan, kemarin. (Yulianto Adi Nugroho/jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Seorang bapak dan anak ditangkap Satreskrim Polres Mojokerto Kota lantaran kompak menjadi pelaku kejahatan di kawasan bawah jembatan tol Dusun Singopadu, Desa Canggu, Kecamatan Jetis, Jumat (12/11). Selain merampas motor dan dua handphone (HP) milik pasangan kekasih, pelaku memukul serta memaksa dua sejoli itu berhubungan intim.

Kedua pelaku adalah Totok Imron, 39 dan Danang Prastiyo, 19. Saat itu, Totok mengendarai mobil rental bersama Danang dan istrinya Masria. Sampai di bawah tol Surabaya-Mojokerto, pelaku menghentikan kendaraannya dan turun untuk kencing.

Saat itu, dia melihat pasangan kekasih yang masih di bawah umur F, 17, dan D, 17 tengah bermesraan di lokasi. Totok akhirnya mendekat dan langsung merampas kontak motor Vario nopol S 4481 VQ milik korban.

Baca juga: Sopir Nazak, Truk Tabrak Dua Mobil

Pria yang bekerja sebagai sopir truk itu juga menggertak dan memukul korban karena menolak permintaannya. ”Pelaku mengaku sebagai aparat kepolisian dari polsek setempat untuk menakut-nakuti korban,” ujar Kapolres Mojokerto Kota AKBP Rofiq Ripto Himawan dalam konferensi pers kemarin.

Karena takut, korban akhirnya menyerahkan motornya. Pelaku juga kembali memukul korban lantaran menolak menyerahkan HP yang dipegang. Tak berhenti di situ, setelah mendapat motor dan dua HP, pelaku memaksa kedua korban melepas pakaian mereka. F dan D dipaksa melakukan hukungan intim.

Pakaian keduanya dimasukkan ke dalam jok motor. Totok kabur mengendarai mobilnya sementara Danang mengendarai motor hasil rampasan. ”Ini sudah bukan kelakukan manusia,” sebut Rofiq.

Totok mengaku, menelanjangi para korban supaya mereka tidak bisa kabur. Selain itu, menurut dia, aksinya itu sebagai bentuk hukuman kedua korban juga tengah melakukan tindakan asusila. ”Bajunya saya bawa di jok motor supaya tidak bisa lari,” ucap Totok.

Atas kejadian itu, korban melapor ke Mapolsek Jetis. Setelah melakukan penyelidikan selama tujuh hari, kedua pelaku berhasil di ringkus, Jumat (19/11). Totok ditangkap di tempat persembunyiannya di Desa Baron, Kecamatan Warujayeng, Kabupaten Nganjuk. Dia terpaksa mendapat tindakan terukur berupa tembakan di kiri lantaran berusaha melarikan diri. ”Untuk anaknya kita tangkap di daerah Balongbendo berikut barang bukti motor korban,” terangnya.

Keduanya dijerat Pasal 365 juncto Pasal 82 juncto Pasal 76E UU RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlidungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. (adi/ron)

(mj/ADI/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia