alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Friday, May 20, 2022

11 Bulan, 153 Pengendara Tewas

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tingkat fatalitas kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Mojokerto dirasa masih tinggi. Sebab, korban meninggal akibat kecelakaan di Bumi Majapahit ini meningkat. Tahun ini, insiden kecelakaan di Kabupaten Mojokerto mengalami tren penurunan sekitar 9 persen.

Sebab, terdapat 838 insiden kecelakaan pada tahun lalu, dan kini tercatat sebanyak 762 kecelakaan, terhitung sejak Januari hingga 22 November. Namun, korban meninggal dunia mengalami peningkatan. Tahun lalu, tercatat 142 korban tewas, sedangkan tahun ini (Januari-November) terdapat 153 korban tewas. Sehingga jumlah korban meninggal dunia mengalami peningkatan sekitar 8 persen.

Untuk korban luka berat, tengah mengalami penurunan sebesar 64 persen dibandingkan tahun lalu. Terdapat 28 korban luka berat akibat kecelakaan pada tahun lalu. Sedangkan tahun ini tercatat 10 korban mengalami luka berat. Demikian pun dengan jumlah korban luka ringan, mengalami penurunan sebesar 15 persen. Tahun lalu tercatat sebanyak 939 korban luka ringan dari seluruh insiden kecelakaan yang terjadi. Sementara tahun ini, terdapat 796 korban mengalami luka ringan. 

”Dalam hal kecelakaan, perlu adanya peran aktif dari semua pihak. Mulai dari pengendara itu sendiri, masyarakat, hingga pemerintah dengan dinas terkaitnya,” ujar Kasatlantas Polres Mojokerto AKP Randy Asdar. Banyak faktor yang memengaruhi kecelakaan. Di antaranya, kesalahan manusia (human error), teknis kendaraan dan fasilitas jalan. Sehingga dalam upaya meminimalisir peristiwa kecelakaan lalu lintas perlu adanya peran aktif dari beberapa pihak tersebut. Terkait lingkungan atau fasilitas jalan, pihaknya mengaku sering mengomunikasikan pada dinas terkait.

Baca Juga :  Polisi Tambah Dua Pos Pengamanan

Kepolisian kerap berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Mojokerto untuk segera menindaklanjuti guna melakukan perbaikan. ”Kalaupun itu jalan provinsi atau nasional, kami mendorong mereka untuk segera melaporkan ke PU tingkat provinsi,” bebernya. Begitu pun terkait rambu lalu lintas di jalanan, pihaknya segera mengomunikasikan pada dinas perhubungan (Dishub).

Randy menjelaskan, mengenai kesalahan manusia dalam kecelakaan lalu lintas perlu adanya analisa terlebih dahulu. Sebab, hal tersebut dapat terjadi pada pengendara itu sendiri maupun SDM dari instansi terkait. ”Bisa saja itu terjadi karena kesalahan pengendara sendiri. Dan bisa juga karena kesalahan dari SDM instansi terkait yang kurang optimal dalam penyediaan fasilitas berlalu lintas. Sedangkan kepolisian sendiri sebagai penegak hukum dalam peristiwa kecelakaan lalu lintas,” ungkapnya.

Sejauh ini, terdapat empat black spot atau titik rawan kecelakaan di wilayah Kabupaten Mojokerto. Pertama, simpang empat Kepindon, Desa Japan, di Jalan R.A Basuni. Kedua, Jalan Raya Desa Awang-Awang, Kecamatan Mojosari, yang merupakan jalan provinsi sepanjang 1 kilometer (Km). Ketiga, Jalan Raya Desa Jasem, Kecamatan Ngoro sepanjang 1 Km, yang merupakan jalan nasional.

Baca Juga :  Gas Bocor, Rumah Katering Hangus Terbakar

Keempat, adalah Jalan Raya Sendi Pacet yang merupakan jalan provinsi sepanjang 3 km. Jalan Raya Sendi Pacet dirasa menjadi black spot dengan kasus kecelakaan tertinggi. Pasalnya, setiap bulan terjadi sekitar 40 insiden kecelakaan lalu lintas, terutama di tikungan Gotekan. Oleh karenanya pihak kepolisian mendirikan check point di rest area Jalan Raya Sendi Pacet. Sebab, kecelakaan di jalur berkontur tanjakan dan turunan tersebut kerap menimbulkan kecelakaan akibat rem blong.

Di sana disediakan pengecekan kendaraan serta pengecekan kesehatan pengemudi secara gratis bagi pengendara yang hendak menuju Kabupaten Mojokerto dari Kota Batu. ”Jadi pendirian chek point ini diinisiasi dari beberapa kejadian lakalantas akibat adanya kelalaian pengemudi. Misalnya, tidak ada pengecekan kondisi rem dan pengecekan kesehatan pengendara itu sendiri,” ujar Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander dalam pembukaan chek point Minggu (22/11) pagi. Dia menyebutkan, hal tersebut merupakan salah satu upaya preventif untuk meminimalisir peristiwa kecelakaan lalu lintas di wilayah Sendi. Sebab, jalur tersebut dinilai cukup berbahaya. ”Kondisi jalan di wilayah Sendi ini kanan kirinya jurang dan hanya ada pembatas jalur jalan saja. Jadi di sini cukup sering terjadi laka lantas masuk ke jurang maupun tabrakan beruntun karena tidak fitnya kondisi kendaraan dan kesehatan pengemudi,” tukasnya. (vad)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tingkat fatalitas kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Mojokerto dirasa masih tinggi. Sebab, korban meninggal akibat kecelakaan di Bumi Majapahit ini meningkat. Tahun ini, insiden kecelakaan di Kabupaten Mojokerto mengalami tren penurunan sekitar 9 persen.

Sebab, terdapat 838 insiden kecelakaan pada tahun lalu, dan kini tercatat sebanyak 762 kecelakaan, terhitung sejak Januari hingga 22 November. Namun, korban meninggal dunia mengalami peningkatan. Tahun lalu, tercatat 142 korban tewas, sedangkan tahun ini (Januari-November) terdapat 153 korban tewas. Sehingga jumlah korban meninggal dunia mengalami peningkatan sekitar 8 persen.

Untuk korban luka berat, tengah mengalami penurunan sebesar 64 persen dibandingkan tahun lalu. Terdapat 28 korban luka berat akibat kecelakaan pada tahun lalu. Sedangkan tahun ini tercatat 10 korban mengalami luka berat. Demikian pun dengan jumlah korban luka ringan, mengalami penurunan sebesar 15 persen. Tahun lalu tercatat sebanyak 939 korban luka ringan dari seluruh insiden kecelakaan yang terjadi. Sementara tahun ini, terdapat 796 korban mengalami luka ringan. 

”Dalam hal kecelakaan, perlu adanya peran aktif dari semua pihak. Mulai dari pengendara itu sendiri, masyarakat, hingga pemerintah dengan dinas terkaitnya,” ujar Kasatlantas Polres Mojokerto AKP Randy Asdar. Banyak faktor yang memengaruhi kecelakaan. Di antaranya, kesalahan manusia (human error), teknis kendaraan dan fasilitas jalan. Sehingga dalam upaya meminimalisir peristiwa kecelakaan lalu lintas perlu adanya peran aktif dari beberapa pihak tersebut. Terkait lingkungan atau fasilitas jalan, pihaknya mengaku sering mengomunikasikan pada dinas terkait.

Baca Juga :  Bayar Denda di Kantor Pos, STNK-SIM Diantar ke Rumah

Kepolisian kerap berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Mojokerto untuk segera menindaklanjuti guna melakukan perbaikan. ”Kalaupun itu jalan provinsi atau nasional, kami mendorong mereka untuk segera melaporkan ke PU tingkat provinsi,” bebernya. Begitu pun terkait rambu lalu lintas di jalanan, pihaknya segera mengomunikasikan pada dinas perhubungan (Dishub).

Randy menjelaskan, mengenai kesalahan manusia dalam kecelakaan lalu lintas perlu adanya analisa terlebih dahulu. Sebab, hal tersebut dapat terjadi pada pengendara itu sendiri maupun SDM dari instansi terkait. ”Bisa saja itu terjadi karena kesalahan pengendara sendiri. Dan bisa juga karena kesalahan dari SDM instansi terkait yang kurang optimal dalam penyediaan fasilitas berlalu lintas. Sedangkan kepolisian sendiri sebagai penegak hukum dalam peristiwa kecelakaan lalu lintas,” ungkapnya.

- Advertisement -

Sejauh ini, terdapat empat black spot atau titik rawan kecelakaan di wilayah Kabupaten Mojokerto. Pertama, simpang empat Kepindon, Desa Japan, di Jalan R.A Basuni. Kedua, Jalan Raya Desa Awang-Awang, Kecamatan Mojosari, yang merupakan jalan provinsi sepanjang 1 kilometer (Km). Ketiga, Jalan Raya Desa Jasem, Kecamatan Ngoro sepanjang 1 Km, yang merupakan jalan nasional.

Baca Juga :  Polisi Tambah Dua Pos Pengamanan

Keempat, adalah Jalan Raya Sendi Pacet yang merupakan jalan provinsi sepanjang 3 km. Jalan Raya Sendi Pacet dirasa menjadi black spot dengan kasus kecelakaan tertinggi. Pasalnya, setiap bulan terjadi sekitar 40 insiden kecelakaan lalu lintas, terutama di tikungan Gotekan. Oleh karenanya pihak kepolisian mendirikan check point di rest area Jalan Raya Sendi Pacet. Sebab, kecelakaan di jalur berkontur tanjakan dan turunan tersebut kerap menimbulkan kecelakaan akibat rem blong.

Di sana disediakan pengecekan kendaraan serta pengecekan kesehatan pengemudi secara gratis bagi pengendara yang hendak menuju Kabupaten Mojokerto dari Kota Batu. ”Jadi pendirian chek point ini diinisiasi dari beberapa kejadian lakalantas akibat adanya kelalaian pengemudi. Misalnya, tidak ada pengecekan kondisi rem dan pengecekan kesehatan pengendara itu sendiri,” ujar Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander dalam pembukaan chek point Minggu (22/11) pagi. Dia menyebutkan, hal tersebut merupakan salah satu upaya preventif untuk meminimalisir peristiwa kecelakaan lalu lintas di wilayah Sendi. Sebab, jalur tersebut dinilai cukup berbahaya. ”Kondisi jalan di wilayah Sendi ini kanan kirinya jurang dan hanya ada pembatas jalur jalan saja. Jadi di sini cukup sering terjadi laka lantas masuk ke jurang maupun tabrakan beruntun karena tidak fitnya kondisi kendaraan dan kesehatan pengemudi,” tukasnya. (vad)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/