Kamis, 20 Jan 2022
Radar Mojokerto
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Oknum Perwira TNI AL Aniaya Anggota Satpol PP

Di Pos Jaga Kantor Wali Kota

24 Oktober 2021, 05: 35: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Oknum Perwira TNI AL Aniaya Anggota Satpol PP

DIANIAYA : Angga Ardiyan Wijaya, 29 harus dilarikan ke dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto guna melakoni rangkaian pemeriksaan medis, kemarin (23/10). (Martda Vadetya/jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Nasib naas menimpa Angga Ardiyan Wijaya, 29, anggota Satpol PP Kota Mojokerto. Dia diduga dianiaya oknum TNI AL berpangkat Letnan Kolonen (Letkol) saat piket di pos jaga pintu masuk Kantor Wali Kota Mojokerto, Jumat (22/10) malam.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka di pelipis mata kiri hingga bersimbah darah. Dan, dia sempat menjalani perawatan di RSUD Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. Angga menjelaskan, kejadian penganiayaan itu dilandasi kejadian kecelakaan lalu lintas yang terjadi di depan kantor Walikota Mojokerto pada hari Jumat (22/10) sekitar pukul 17.30.

Saat itu, dia bersama rekannya tengah piket jaga sejak siang. Namun, tiba-tiba terjadi kecelakaan di putaran balik depan kantor wali kota. Kecelakaan itu melibatkan sepeda motor yang dikendarai seorang ibu yang membonceng anak itu dengan kendaraan yang berada di depannya yang belum diketahui identitasnya. ’’Si ibu ini sudah diingatkan supeltas untuk berhenti tapi malah nerobos hingga terjadi kecelakaan,” jelas Angga.

Baca juga: Ibu Satu Anak Dianiaya Selingkuhan

Ibu tersebut jatuh hingga terpental di dekat gerbang kantor Pemkot. Tak tinggal diam, Angga berusaha menolongnya. Bukannya berterima kasih, perempuan tersebut justru datang menghampiri dan memarahi Angga. ’’Padahal saya niatnya membantu, malah dikiranya saya yang menabrak. Tapi setelah dijelaskan supeltas dan warga sekitar, akhirnya ibu itu minta maaf sama saya,’’ sebutnya.

Tak selesai sampai di situ, permasalahan kembali mencuat saat Angga meminta KTP ibu tersebut. Hal itu, lanjut Angga, guna berembug secara kekeluargaan antara si ibu dengan si korban atas kejadian kecelakaan tersebut. ’’Saya bilang kalau ibu gak mau menyerahkan KTP, ini kan ada CCTV, malah nanti ibu kena tilang. Terus beliaunya malah marah-marah dan bilang nanti ke sini lagi,’’ ungkapnya.

Si Ibu kembali ke pos jaga sekitar pukul 20.45. Namun, dia tak sendirian. Si ibu kembali bersama suami dan seorang rekannya yang mengaku sebagai anggota TNI. Tanpa basa-basi, kedua orang pria itu lantas menghujani Angga bogeman mentah secara bertubi-tubi. Akibatnya, Angga mengalami luka serius di pelipis kirinya hingga wajahnya bersimbah darah. ’’Di dalam pos, dihantam sekitar lima kali,’’ terangnya.

Sementara itu, Kasatpol PP Kota Mojokerto Heryana Dodik Murtono menjelaskan, pihaknya telah mengantongi laporan terkait anggotanya yang diduga mengalami penganiayaan oleh oknum Perwira Menengah TNI AL itu. Usai anggotanya mengalami penganiayaan itu, pihaknya lantas melapor ke pihak kepolisian. ’’Kami langsung hubungi dan laporkan kejadian (penganiayaan) ini ke Satreskrim Polresta Mojokerto,’’ ungkapnya kemarin.

Tak berselang lama, kepolisian kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara. Berdasarkan hasil pemeriksaan sejumlah saksi dan barang bukti, diduga aksi penganiayaan itu dilancarkan oknum TNI AL. ’’Setelah datang ke TKP dan melihat beberapa foto (dan bukti) ternyata memang penganiayaan itu dilakukan oleh oknum TNI. Jadi, kepolisian menyerahkan (kasus ini) ke Garnisun,” paparnya.

Korban dan pelaku oknum TNI AL tersebut digiring ke markas Sub Kogartap 0815/Mojokerto Sabtu (23/10) dini hari. Korban dan pelaku sempat berdamai akan menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan dengan membubuhkan tanda tangan di atas surat pernyataan tanpa materai di kantor Garnisun. Meski begitu, Dodik menegaskan agar tindak penganiayaan ini diusut tuntas sesuai prosedur hukum. Sebab, kejadian insiden tersebut terjadi saat anggotanya tengah bertugas dan berlokasi di kantor Walikota Mojokerto.

’’Kami sampaikan melalui surat tertulis agar ini tetap diproses sesuai peraturan perundangan yang berlaku baik secara militer maupun sipil. Dan, (untuk suratnya) ini sedang dalam proses,’’ tegasnya. Tak sampai di situ, pihaknya kini tengah mengumpulkan bukti berupa rekaman kamera CCTV di pos penjagaan Satpol PP Pemkot Mojokerto. ’’Yang kami terima ada dua orang yang mendatangi korban,’’ imbuhnya.

Pihaknya memastikan, Angga berniat membantu pengendara motor yang terlibat kecelakaan di depan Kantor Walikota Mojokerto. ’’Justru korban dituduh penabrak padahal dia berniat menolong,’’ tandas Dodik. Sayangnya, kondisi kesehatan Angga kian drop. Angga merasa kesehatannya menurun hingga harus dilarikan ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, kemarin. ’’Ada luka yang perlu dijahit sehingga tadi dibawa ke rumah sakit,” terangnya.

Di lain sisi, Perwira Seksi Operasional (Pasiops) Sub kogartap 0815/Mojokerto Kapten Agus Budiyanto membenarkan adanya dugaan kasus tindak penganiayaan anggota Satpol PP Kota Mojokerto oleh Oknum TNI AL tersebut. Kini, kasus tersebut tengah ditangani pihaknya. Dalam waktu dekat, pihaknya bakal melakukan mediasi dengan pihak terkait guna mengusut insiden tersebut. ’’Intinya di sini kami menjembatani pihak-pihak terkait. Kalau pihak Satpol PP ingin diselesaikan secara kedinasan, akan kami proses sesuai prosedur yang berlaku,’’ terangnya. (vad/fen)

(mj/VAD/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia