alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Sebelum Tewas, Suratman Servis Motor lalu Dikeroyok

MOJOKERTO – Hasil penyelidikan polisi, sebelum ditemukan tewas, Suratman, karyawan PT Peroni Karya Sentra di Ngoro Industri Persada (NIP) itu disebut-sebut sempat terlibat keributan dengan para tersangka.

Keributan ini terjadi di sebuah bengkel motor di Dusun Ngepung, Desa Curahmojo, Kecamatan Pungging milik seorang berinisial K. ’’Kebetulan, saat itu korban hendak menservis motor,’’ kata Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP Budi Santoso.

Sembari menunggu motor selesai diservis, warga asal Desa Wotanmas Jedong, Ngoro dan para tersangka ini diduga terlibat minum-minuman keras dengan menengak tiga botol arak. Nah, karena diduga berada di bawah pengaruh minuman beralkohol (minol), para tersangka mengeroyok korban hingga mengalami luka-luka serius.

Baca Juga :  Buru Narkoba, BNNP Jatim Obok-Obok Karaoke Mojokerto

’’Hasil otopsi, selain ada bekas pukulan benda tumpul, ada enam luka sayatan sajam di tubuh korban,’’ terang Budi. Luka sayatan itu ada di leher sepanjang 9 cm, mata kiri sepanjang 3 cm, di bawah bibir kiri sepanjang 2 cm, di atas mata kanan dan mata kiri sepanjang 2 cm, dan luka sayatan di pelipis kiri sepanjang 3 cm.

’’Korban meninggal karena kehabisan darah. Setelah sayatan di leher mengakibatkan urat besar ikut terputus,’’ tegasnya.

MOJOKERTO – Hasil penyelidikan polisi, sebelum ditemukan tewas, Suratman, karyawan PT Peroni Karya Sentra di Ngoro Industri Persada (NIP) itu disebut-sebut sempat terlibat keributan dengan para tersangka.

Keributan ini terjadi di sebuah bengkel motor di Dusun Ngepung, Desa Curahmojo, Kecamatan Pungging milik seorang berinisial K. ’’Kebetulan, saat itu korban hendak menservis motor,’’ kata Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP Budi Santoso.

Sembari menunggu motor selesai diservis, warga asal Desa Wotanmas Jedong, Ngoro dan para tersangka ini diduga terlibat minum-minuman keras dengan menengak tiga botol arak. Nah, karena diduga berada di bawah pengaruh minuman beralkohol (minol), para tersangka mengeroyok korban hingga mengalami luka-luka serius.

Baca Juga :  Satpol PP Larang Manusia Silver

’’Hasil otopsi, selain ada bekas pukulan benda tumpul, ada enam luka sayatan sajam di tubuh korban,’’ terang Budi. Luka sayatan itu ada di leher sepanjang 9 cm, mata kiri sepanjang 3 cm, di bawah bibir kiri sepanjang 2 cm, di atas mata kanan dan mata kiri sepanjang 2 cm, dan luka sayatan di pelipis kiri sepanjang 3 cm.

’’Korban meninggal karena kehabisan darah. Setelah sayatan di leher mengakibatkan urat besar ikut terputus,’’ tegasnya.

Artikel Terkait

Most Read

152 Orang Terjerat Narkoba

Jalur Baru Pacet-Cangar Masih Buram

Artikel Terbaru


/