alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Thursday, July 7, 2022

Pengedar Sabu Jaringan dari Lapas Porong Dibongkar

PUNGGING, Jawa Pos Radar Mojokerto – Polsek Pungging membongkar jaringan peredaran gelap narkoba diduga dari Lapas Porong, Sidoarjo. Sedikitnya 42,34 gram sabu-sabu ikut disita sebagai barang bukti.

Pelaku yang kini ditahan di Mapolsek Pungging masih dalam pengembangan petugas. Adalah Hariyanto, 32, warga Dusun Capangan, Desa/Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Kapolsek Pungging, AKP Margo Sukwandi mengatakan, penangkapan tersangka hasil dari pengembangan sebelumnya. Disebutnya, Hariyanto diduga terlibat dalam peredaran narkoba di wilayahnya. ’’Setelah kita lakukan penyelidikan, tersangka berhasil kita amankan di rumahnya berikut barang bukti sabu seberat 0,55 gram,’’ ungkapnya.

Tak ada perlawanan. Kuli batu bata yang ditangkap sekitar pukul 23.00 hanya bisa pasrah. Tak puas dengan barang bukti yang didapati di dalam saku celana pelaku, petugas lantas melakukan penggeledahan di berbagai sudut rumahnya. Hasilnya, sejumlah barang bukti sabu-sabu berbagai kemasan kembali didapati. Masing-masing paket dengan berat 0.57 gram, 1,04 gram, 5.50 gram, dan 34,67 gram. ’’Jadi total ada sekitar 42,34 gram yang kami amankan. Barang bukti ini disimpan pelaku di gudang rumahnya,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Dua Pengedar Dibekuk, Sita 7.000 Butir Pil Koplo

Selain itu, petugas turut menyita dua bendel plastik klip dan satu unit timbangan elektrik yang dipakai pelaku memecah sabu-sabu menjadi paket hemat untuk siap edar. Hasil pemeriksaan, dia mengaku ikut jaringan narapidana yang ditahan di lapas Porong, Sidoarjo. Selama ini dia sudah kali ketiga ini mengedarkan dan bekerja sama dengan napi bernisial PJ mengedarkan sabu antarwilayah. Seperti, Pacet, Mojosari, Pungging, Kutorejo, dan Ngoro. ’’Sekali edar dan kirim, tersangka ini mendapatkan untung Rp 2 juta. Dia diduga jaringan lapas (porong). Jadi kurir dan pengedar ini sudah dijalani sejak sebelum Lebaran lalu,’’ tuturnya.

Saat ini, pelaku ditahan di Mapolsek Pungging masih dalam pengembangan. Handphone yang ikut diamankan dari tersangka juga menjadi modal petugas membidik jaringan lain yang masih berkeliaran. Akibat perbuatannya kini tersangka harus meringkuk dibalik jeruji besi dengan dijerat pasal 114 ayat 2 subsider 112 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara. (ori/ron)

Baca Juga :  Hari Pertama PPDB SD/SMP lewat Jalur Zonasi, Pagu 22 Sekolah Langsung Penuh

PUNGGING, Jawa Pos Radar Mojokerto – Polsek Pungging membongkar jaringan peredaran gelap narkoba diduga dari Lapas Porong, Sidoarjo. Sedikitnya 42,34 gram sabu-sabu ikut disita sebagai barang bukti.

Pelaku yang kini ditahan di Mapolsek Pungging masih dalam pengembangan petugas. Adalah Hariyanto, 32, warga Dusun Capangan, Desa/Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Kapolsek Pungging, AKP Margo Sukwandi mengatakan, penangkapan tersangka hasil dari pengembangan sebelumnya. Disebutnya, Hariyanto diduga terlibat dalam peredaran narkoba di wilayahnya. ’’Setelah kita lakukan penyelidikan, tersangka berhasil kita amankan di rumahnya berikut barang bukti sabu seberat 0,55 gram,’’ ungkapnya.

Tak ada perlawanan. Kuli batu bata yang ditangkap sekitar pukul 23.00 hanya bisa pasrah. Tak puas dengan barang bukti yang didapati di dalam saku celana pelaku, petugas lantas melakukan penggeledahan di berbagai sudut rumahnya. Hasilnya, sejumlah barang bukti sabu-sabu berbagai kemasan kembali didapati. Masing-masing paket dengan berat 0.57 gram, 1,04 gram, 5.50 gram, dan 34,67 gram. ’’Jadi total ada sekitar 42,34 gram yang kami amankan. Barang bukti ini disimpan pelaku di gudang rumahnya,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Komitmen Hadi Tjahjanto Berantas Mafia Tanah Tuai Dukungan DPR RI

Selain itu, petugas turut menyita dua bendel plastik klip dan satu unit timbangan elektrik yang dipakai pelaku memecah sabu-sabu menjadi paket hemat untuk siap edar. Hasil pemeriksaan, dia mengaku ikut jaringan narapidana yang ditahan di lapas Porong, Sidoarjo. Selama ini dia sudah kali ketiga ini mengedarkan dan bekerja sama dengan napi bernisial PJ mengedarkan sabu antarwilayah. Seperti, Pacet, Mojosari, Pungging, Kutorejo, dan Ngoro. ’’Sekali edar dan kirim, tersangka ini mendapatkan untung Rp 2 juta. Dia diduga jaringan lapas (porong). Jadi kurir dan pengedar ini sudah dijalani sejak sebelum Lebaran lalu,’’ tuturnya.

Saat ini, pelaku ditahan di Mapolsek Pungging masih dalam pengembangan. Handphone yang ikut diamankan dari tersangka juga menjadi modal petugas membidik jaringan lain yang masih berkeliaran. Akibat perbuatannya kini tersangka harus meringkuk dibalik jeruji besi dengan dijerat pasal 114 ayat 2 subsider 112 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara. (ori/ron)

Baca Juga :  Badan Narkotika Nasional Tegas Menolak Legalisasi Ganja

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/