alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Saturday, June 25, 2022

Arak Disembunyikan di Semak Belukar

Polisi Gerebek Empat Pengedar Miras
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Empat pengedar miras secara ilegal digerebek Satsabhara Polres Mojokerto Kota. Sebanyak 42 botol miras berbagai jenis disita. Untuk mengelahubi polisi, seorang pengedar nekat menyembunyikan miras di balik semak belukar.

Razia miras bagian dari operasi penyakit masyarakat (pekat) ini berlangsung di empat lokasi berbeda. Senin (23/5) dini hari, polisi menggerebek rumah Subagyo, 45, warga Lingkungan Sabuk, Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon. Petugas mendapat informasi pelaku yang sehari-sehari bekerja sebagai kernet truk itu nyambi jualan miras.

Subagyo sempat melarikan diri ketika polisi mendatangi kediamannya sekitar pukul 00.30. Saat itu dia berusaha kabur dengan berlari ke arah belakang rumah. Aksi kejar-kejar pun sempat terjadi. Namun, pelaku berhasil terkejar dan ditangkap.

Kasi Humas Polres Mojokerto Kota Iptu MK Umam, mengatakan, saat kabur, pelaku diduga hendak menghilangkan barang bukti. Di antara semak belukar pekarangan belakang rumah itu, polisi menemukan tujuh botol miras jenis arak Jawa. Seperti, miras asal Blora, Jateng yang dikemas dalam botol ukuran 1,5 liter dan disimpan dalam karung. ’’Arak Blora itu didapat dengan cara titip temannya. Karena dia juga kernet truk antarkota,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Kerangka Perempuan Dewasa Ditemukan di Lahan Tebu Bantaran Sungai Brantas

Kepada petugas, Subagyo mengaku mendapat keuntungan sebesar Rp 20 ribu per botol. Sebotol miras dibeli dengan harga Rp 80 ribu dan dijual seharga Rp 100 ribu. Sebagian besar, pelanggannya merupakan teman sejawat. Bisnis sampingannya ini dilakukan tanpa izin. Subagyo mengaku tidak memiliki SIUPMB maupun SIUPMBT.

Di tempat lain, sekitar pukul 06.00, polisi kembali melakukan penggerebekan. Sutejo, 54, dan Untung, 64, dua pemilik warung kopi di Desa Sidoharjo, Kecamatan Gedeg, kedapatan menjual miras secara ilegal. Mereka diamankan bersama barang bukti 24 botol arak Jawa kemasan 1,5 liter.

Sementara itu, sepaket miras bermerek Liquore Galliano disita dari rumah Purnomo, 51, warga Perumahan Magersari Indah, Kota Mojokerto. Miras yang dikemas dalam 11 botol beling berbagai ukuran itu disita sekitar pukul 11.00. Penggerebekan ini bermula saat pelaku menawarkan barang dagangannya lewat media sosial (medsos) Facebook (FB). Miras bermerek itu dijual dengan harga Rp 3 juta. ”Semua penjual miras ini tidak memiliki izin sehingga ilegal,” tegas Umam.

Baca Juga :  Truk Terseret, Sopir Terjepit

Empat orang itu diamankan ke mapolresta untuk dimintai keterangan. Sedangkan, barang bukti disita untuk dimusnahkan. Umam mengatakan, pelaku dijerat Perda Kota Mojokerto Nomor 2 Tahun 2015 serta Perda Kabupaten Mojokerto Nomor 3 Tahun 2016 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minol. Dalam waktu dekat, mereka bakal menjalani sidang tipiring di Pengadilan Negeri Mojokerto. (adi/ron)

Polisi Gerebek Empat Pengedar Miras
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Empat pengedar miras secara ilegal digerebek Satsabhara Polres Mojokerto Kota. Sebanyak 42 botol miras berbagai jenis disita. Untuk mengelahubi polisi, seorang pengedar nekat menyembunyikan miras di balik semak belukar.

Razia miras bagian dari operasi penyakit masyarakat (pekat) ini berlangsung di empat lokasi berbeda. Senin (23/5) dini hari, polisi menggerebek rumah Subagyo, 45, warga Lingkungan Sabuk, Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon. Petugas mendapat informasi pelaku yang sehari-sehari bekerja sebagai kernet truk itu nyambi jualan miras.

Subagyo sempat melarikan diri ketika polisi mendatangi kediamannya sekitar pukul 00.30. Saat itu dia berusaha kabur dengan berlari ke arah belakang rumah. Aksi kejar-kejar pun sempat terjadi. Namun, pelaku berhasil terkejar dan ditangkap.

Kasi Humas Polres Mojokerto Kota Iptu MK Umam, mengatakan, saat kabur, pelaku diduga hendak menghilangkan barang bukti. Di antara semak belukar pekarangan belakang rumah itu, polisi menemukan tujuh botol miras jenis arak Jawa. Seperti, miras asal Blora, Jateng yang dikemas dalam botol ukuran 1,5 liter dan disimpan dalam karung. ’’Arak Blora itu didapat dengan cara titip temannya. Karena dia juga kernet truk antarkota,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Edarkan Sabu 2,7 Ons, Pedagang Baju Dibekuk

Kepada petugas, Subagyo mengaku mendapat keuntungan sebesar Rp 20 ribu per botol. Sebotol miras dibeli dengan harga Rp 80 ribu dan dijual seharga Rp 100 ribu. Sebagian besar, pelanggannya merupakan teman sejawat. Bisnis sampingannya ini dilakukan tanpa izin. Subagyo mengaku tidak memiliki SIUPMB maupun SIUPMBT.

Di tempat lain, sekitar pukul 06.00, polisi kembali melakukan penggerebekan. Sutejo, 54, dan Untung, 64, dua pemilik warung kopi di Desa Sidoharjo, Kecamatan Gedeg, kedapatan menjual miras secara ilegal. Mereka diamankan bersama barang bukti 24 botol arak Jawa kemasan 1,5 liter.

- Advertisement -

Sementara itu, sepaket miras bermerek Liquore Galliano disita dari rumah Purnomo, 51, warga Perumahan Magersari Indah, Kota Mojokerto. Miras yang dikemas dalam 11 botol beling berbagai ukuran itu disita sekitar pukul 11.00. Penggerebekan ini bermula saat pelaku menawarkan barang dagangannya lewat media sosial (medsos) Facebook (FB). Miras bermerek itu dijual dengan harga Rp 3 juta. ”Semua penjual miras ini tidak memiliki izin sehingga ilegal,” tegas Umam.

Baca Juga :  Kelabuhi Petugas, Dikemas dalam Botol Minyak Tanah

Empat orang itu diamankan ke mapolresta untuk dimintai keterangan. Sedangkan, barang bukti disita untuk dimusnahkan. Umam mengatakan, pelaku dijerat Perda Kota Mojokerto Nomor 2 Tahun 2015 serta Perda Kabupaten Mojokerto Nomor 3 Tahun 2016 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minol. Dalam waktu dekat, mereka bakal menjalani sidang tipiring di Pengadilan Negeri Mojokerto. (adi/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/