alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Dam Tlusur Masuk Kategori Tak Aman

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sungai Brangkal, tepatnya di Dam Tlusur Kota Mojokerto masih menjadi jujukan favorit anak-anak untuk berenang. Padahal, sungai yang berhulu Sungai Kromong, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, itu tergolong sungai yang berarus deras dan berbahaya.

Seperti yang terpantau Minggu (23/2) kemarin, puluhan anak-anak bermain air di kawasan Dam Tlusur yang berada di wilayah perbatasan Kelurahan Miji dan Kelurahan Surodinawan. Rata-rata masih kisaran usia sekolah jenjang SD, SMP hingga SMA/SMK. Namun, aktivitas yang dilakukan cukup berisiko. Mengingat awan pekat telah memayungi wilayah hulu sungai.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto Heryana Dodik Murtono, menjelaskan, Dam Tlusur yang berada di aliran Sungai Brangkal merupakan kategori sungai yang tak aman untuk dijadikan lokasi berenang. Selain faktor kedalaman, sepanjang daerah aliran sungai (DAS) tersebut juga berisiko terjadi arus deras. ’’Jadi tidak bisa dikatakan sepenuhnya aman. Karena sungai yang awalnya tenang bisa tiba-tiba arusnya deras karena kiriman dari atas (hulu),’’ terangnya, kemarin.

Baca Juga :  Inspektorat Curiga Ada Yang Menyuruh

Kondisi tersebut dipengaruhi karena masih tingginya curah hujan di wilayah Kota Mojokerto. Bahkan, yang juga patut diwaspadai jika terjadi hujan lebat yang mengguyur wilayah Pacet. Pasalnya, kata Dodik, kiriman arus air dari wilayah hulu juga memengaruhi peningkatan debit air di Sungai Brangkal.

Sebagai antisipasi, satpol PP selaku pengampu penanggulangan bencana di Kota Mojokerto telah mengimbau masyarakat setempat untuk melakukan pengawasan. Baik di Kelurahan Surodinawan Kecamatan Prajurit Kulon maupun Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan agar melarang warga untuk tidak bermain di Dam Tlusur. ’’Kita sudah memberikan imbauan ke masyarakat agar tidak digunakan sebagai tempat rekreasi posisi hujan seperti ini,’’ ulasnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga mengaku telah memasang papan peringatan larangan di kawasan Sungai Brangkal itu. Hanya saja, papan tersebut turut hanyut akibat disapu arus deras beberapa waktu yang lalu. Namun, pihaknya menyebut jika akan segera memasangnya lagi.

Baca Juga :  Toko Diesel Mengalami Kebakaran Hebat, Ini Gambar Apinya

Di sisi lain, ke depan satpol PP juga bakal menempatkan alat penyelamat berupa pelampung dan ban penyelamat di sekitar lokasi Dam Tlusur. Menurutnya, langkah tersebut sebagai antisipasi jika terjadi kecelakaan air. Namun, dia menegaskan jika tetap melarang adanya aktivitas apapun di sepajang DAS Brangkal yang berhilir ke Sungai Brantas itu. ’’Kebetulan di sana juga ada Tagana dan SAR. Tapi lepas dari itu kami akan posisikan personel beserta alat kesemalatan,’’ pungkasnya. 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sungai Brangkal, tepatnya di Dam Tlusur Kota Mojokerto masih menjadi jujukan favorit anak-anak untuk berenang. Padahal, sungai yang berhulu Sungai Kromong, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, itu tergolong sungai yang berarus deras dan berbahaya.

Seperti yang terpantau Minggu (23/2) kemarin, puluhan anak-anak bermain air di kawasan Dam Tlusur yang berada di wilayah perbatasan Kelurahan Miji dan Kelurahan Surodinawan. Rata-rata masih kisaran usia sekolah jenjang SD, SMP hingga SMA/SMK. Namun, aktivitas yang dilakukan cukup berisiko. Mengingat awan pekat telah memayungi wilayah hulu sungai.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto Heryana Dodik Murtono, menjelaskan, Dam Tlusur yang berada di aliran Sungai Brangkal merupakan kategori sungai yang tak aman untuk dijadikan lokasi berenang. Selain faktor kedalaman, sepanjang daerah aliran sungai (DAS) tersebut juga berisiko terjadi arus deras. ’’Jadi tidak bisa dikatakan sepenuhnya aman. Karena sungai yang awalnya tenang bisa tiba-tiba arusnya deras karena kiriman dari atas (hulu),’’ terangnya, kemarin.

Baca Juga :  Enam Emak-Emak Edarkan Narkoba, Satu Bulan Polisi Tangkap 27 Tersangka

Kondisi tersebut dipengaruhi karena masih tingginya curah hujan di wilayah Kota Mojokerto. Bahkan, yang juga patut diwaspadai jika terjadi hujan lebat yang mengguyur wilayah Pacet. Pasalnya, kata Dodik, kiriman arus air dari wilayah hulu juga memengaruhi peningkatan debit air di Sungai Brangkal.

Sebagai antisipasi, satpol PP selaku pengampu penanggulangan bencana di Kota Mojokerto telah mengimbau masyarakat setempat untuk melakukan pengawasan. Baik di Kelurahan Surodinawan Kecamatan Prajurit Kulon maupun Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan agar melarang warga untuk tidak bermain di Dam Tlusur. ’’Kita sudah memberikan imbauan ke masyarakat agar tidak digunakan sebagai tempat rekreasi posisi hujan seperti ini,’’ ulasnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga mengaku telah memasang papan peringatan larangan di kawasan Sungai Brangkal itu. Hanya saja, papan tersebut turut hanyut akibat disapu arus deras beberapa waktu yang lalu. Namun, pihaknya menyebut jika akan segera memasangnya lagi.

Baca Juga :  Tower Bersama Terancam Disegel
- Advertisement -

Di sisi lain, ke depan satpol PP juga bakal menempatkan alat penyelamat berupa pelampung dan ban penyelamat di sekitar lokasi Dam Tlusur. Menurutnya, langkah tersebut sebagai antisipasi jika terjadi kecelakaan air. Namun, dia menegaskan jika tetap melarang adanya aktivitas apapun di sepajang DAS Brangkal yang berhilir ke Sungai Brantas itu. ’’Kebetulan di sana juga ada Tagana dan SAR. Tapi lepas dari itu kami akan posisikan personel beserta alat kesemalatan,’’ pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/