alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Petugas Linmas Mendadak Meninggal saat Asyik Ngobrol

KEMLAGI, Jawa Pos Radar Mojokerto  – Sulasmin, petugas perlindungan masyarakat (linmas) Desa Kedungsari, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, meninggal saat jaga malam di balai desa, Sabtu (21/11). Pria 66 tahun itu mendadak tersungkur di tengah sedang asyik ngobrol di lantai dengan teman-temannya.

Bidan Poskesdes Kedungsari Triasih membenarkan peristiwa yang terjadi sekitar pukul 22.30 tersebut. Korban diketahui meninggal secara tiba-tiba saat melakukan piket rutin jaga malam di Balai Desa Kedungsari. ’’Karena meninggalnya di balai desa, takut ada apa-apa, kami laporan ke babinkamtibmas desa,’’ terangnya.

Karena kejadian tersebut sempat membuat geger warga sekitar, pihaknya melapor kepada petugas berwajib agar mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Triasih mengatakan, korban memang salah satu petugas linmas (perlindungan masyarakat) yang rutin berjaga malam di pos balai desa. ’’Itu memang tugas harian, jaga atau ronda di balai desa tiap malam, tapi giliran,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  BNNK Razia Lapas Mojokerto, Tiga Napi Positif

Kapolsek Kemlagi AKP Supriadi mengatakan, korban meninggal ketika sedang duduk  bercengkrama bersama sejumlah rekannya di lantai pendapa. Di tengah perbincangan itu, korban tiba-tiba jatuh tersungkur. ’’Dia tiba di situ (balai desa), duduk-duduk, ngomong-ngomong, langsung tiba-tiba ambruk. Duduknya di lantai ya, bukan di kursi itu,’’ terangnya.

Menurutnya, korban meninggal saat menjalankan tugas rutin menjaga keamanan. ’’Tidak sedang ada acara, cuma jaga saja,’’ ungkapnya.

Meninggalnya korban kali pertama diketahui dua orang yang saat itu sedang berada TKP. Yakni, seorang hansip lain dan modin.

Pihaknya mengatakan, korban diduga meninggal akibat serangan jantung. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas dan bidan setempat, korban diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. ’’Penyebabnya ya tidak tahu, paling ya jantung,’’ terangnya.

Baca Juga :  Dam Tlusur Masuk Kategori Tak Aman

Menurutnya, saat itu korban memang tidak dibawa ke rumah sakit. Pasalnya, pihak keluarga menginginkan untuk segera memakamkan korban. ’’Di situ ada bidan, dilihat, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Keluarga pun sudah menerima. Tidak menuntut siapa pun juga. Sudah ikhlas,’’ pungkasnya.

KEMLAGI, Jawa Pos Radar Mojokerto  – Sulasmin, petugas perlindungan masyarakat (linmas) Desa Kedungsari, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, meninggal saat jaga malam di balai desa, Sabtu (21/11). Pria 66 tahun itu mendadak tersungkur di tengah sedang asyik ngobrol di lantai dengan teman-temannya.

Bidan Poskesdes Kedungsari Triasih membenarkan peristiwa yang terjadi sekitar pukul 22.30 tersebut. Korban diketahui meninggal secara tiba-tiba saat melakukan piket rutin jaga malam di Balai Desa Kedungsari. ’’Karena meninggalnya di balai desa, takut ada apa-apa, kami laporan ke babinkamtibmas desa,’’ terangnya.

Karena kejadian tersebut sempat membuat geger warga sekitar, pihaknya melapor kepada petugas berwajib agar mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Triasih mengatakan, korban memang salah satu petugas linmas (perlindungan masyarakat) yang rutin berjaga malam di pos balai desa. ’’Itu memang tugas harian, jaga atau ronda di balai desa tiap malam, tapi giliran,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  BNNK Razia Lapas Mojokerto, Tiga Napi Positif

Kapolsek Kemlagi AKP Supriadi mengatakan, korban meninggal ketika sedang duduk  bercengkrama bersama sejumlah rekannya di lantai pendapa. Di tengah perbincangan itu, korban tiba-tiba jatuh tersungkur. ’’Dia tiba di situ (balai desa), duduk-duduk, ngomong-ngomong, langsung tiba-tiba ambruk. Duduknya di lantai ya, bukan di kursi itu,’’ terangnya.

Menurutnya, korban meninggal saat menjalankan tugas rutin menjaga keamanan. ’’Tidak sedang ada acara, cuma jaga saja,’’ ungkapnya.

Meninggalnya korban kali pertama diketahui dua orang yang saat itu sedang berada TKP. Yakni, seorang hansip lain dan modin.

- Advertisement -

Pihaknya mengatakan, korban diduga meninggal akibat serangan jantung. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas dan bidan setempat, korban diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. ’’Penyebabnya ya tidak tahu, paling ya jantung,’’ terangnya.

Baca Juga :  Digiring Polisi, Tante Pamasok Sabu Ini Cuma Pakai Tank Top

Menurutnya, saat itu korban memang tidak dibawa ke rumah sakit. Pasalnya, pihak keluarga menginginkan untuk segera memakamkan korban. ’’Di situ ada bidan, dilihat, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Keluarga pun sudah menerima. Tidak menuntut siapa pun juga. Sudah ikhlas,’’ pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/