Kamis, 20 Jan 2022
Radar Mojokerto
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Korsleting, Rumah Makan Tinggal Rangka

23 Oktober 2021, 06: 05: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Korsleting, Rumah Makan Tinggal Rangka

HANGUS: Petugas damkar menyemprotkan air ke area yang terbakar di rumah makan Dusun Sukorame, Desa Penompo, Kecamatan Jetis, kemarin. (Yulianto Adi Nugroho/jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Warung makan di Dusun Sukorame, Desa Penompo, Kecamatan Jetis, terbakar Jumat pagi (22/10). Kerugian material ditaksir mencapai Rp 20 juta. Insiden tersebut diduga terjadi akibat korsleting listrik.

Operator Damkar Kota Mojokerto Heroe Sasangka, dua unit damkar dari PMK Kota dan Kabupaten diturunkan ke lokasi untuk menjinakkan api. Sumber kebakaran berasal dari dapur. Petugas membutuh waktu 30 menit untuk memadamkan kobaran api. Pihaknya memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. ”Untungnya tidak ada korban jiwa,” terangnya.

Dia menjelaskan, bagian depan rumah merupakan tempat berjualan makanan. Sedangkan, bagian dalam ditinggali keluarga Parlan. Warung makan rawon dan pecel itu sejam lagi harusnya buka. Namun, kobaran api tiba-tiba muncul dari bagian dapur sekitar pukul 07.45. Saat itu, beberapa orang sedang sibuk memasak. Sontak, mereka langsung semburat keluar.

Baca juga: Setahun Edarkan Ekstasi

Mereka berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Namun, kobaran kadung besar. Melalap kayu dan bahan-bahan yang mudah terbakar. Api berhasil dipadamkan setelah bagian dapur hangus tinggal rangka. Luas area kebakarannya kurang lebih 30 meter persegi.

Heroe mengatakan, kebakaran terjadi akibat korsleting listrik. Arus pendek dari sambungan kabel kerap memicu percikan api. Bunga api itu lah yang diduga tersambar gas di dapur sehingga terjadi kebakaran. ”Kondisi kulit kabel yang terkelupas atau sambungan yang dibuat sembarangan memang rawan. Apalagi ini di dapur,” jelas dia.

Dalam kejadian ini, atap dapur runtuh. Bangunan hangus tinggal rangka. Barang-barang di dalamnya seperti alat-alat memasak juga habis. Korban menanggung kerugian material mencapai Rp 20 juta. ”Kurang lebih segitu, Rp 20 juta kalau dihitung tadi,” pungkas dia. (adi/ron)

 

(mj/ADI/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia