alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Usai Kerokan, Tahanan Narkoba Tewas Dalam Sel

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tahanan narkoba, AG, 45, tewas di dalam rumah tahanan (Rutan) Polresta Mojokerto, Kamis  (22/10). Warga Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto ini meregang nyawa usai kerokan dalam sel tahanan pada Rabu (21/10) sore.

Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi menyatakan, kali pertama AG diketahui tak bernyawa pada pukul 05.30. Saat itu, dia yang sedang tergeletak sudah tidak bergerak ketika dibangunkan oleh teman sesama tahanan. ’’Saat dibangunkan pagi itu sudah tidak merespons,’’ ungkapnya. Puluhan penghuni rutan polresta pun terkejut. Mereka langsung melapor kepada petugas jaga. Dilanjutkan proses evakuasi menggunakan ambulans ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.

Meski awalnya petugas sempat menduga, AG menjadi korban kekerasan oleh tahanan lain, namun hasil lidik, Deddy membantah. Menurut dia, hasil pemeriksaan tim dokter, di tubuh korban tidak ditemukan bekas kekerasan. Dari pemutaran rekaman CCTV (closed circuit television) di dalam rutan sebelumnya juga tidak ditemukan adanya keributan antar tahanan. ’’Kita menduga (serangan) jantung, pihak keluarga sendiri tidak mengizinkan jenazah diautopsi. Sehingga setelah dibawa ke RSUD jenazah langsung di semayamkan,’’ terangnya. Saat ini, di rutan Polresta Mojokerto terdapat 62 tersangka akibat tersandung berbagai kasus pidana umum. Namun, sebagian besar di antaranya terjerat kasus narkoba.

Baca Juga :  Dua Pengedar Sabu Dibekuk

Deddy menegaskan, hasil keterangan saksi, sebelum meninggal, AG yang juga berstatus tahanan satnarkoba, pada Rabu (21/10) sore pukul 17.00 sempat dikeroki salah satu keluarganya yang juga sama-sama menjalani tahanan dalam kasus serupa. Setelah sebelumnya AG mengeluh dirinya sedang sakit. ’’Setelah kerokan, malamnya korban ini sudah tidak mengeluh sakit. Namun, pada paginya saat pria ini di bangunkan ternyata sudah tak bernyawa,’’ terang Deddy.

AG ditahan sejak 29 Agustus lalu. Dia ditangkap satnarkoba setelah diduga terlibat dalam peredaran narkoba. Dari tangan tersangka, petugas menyita barang bukti sabu seberat 3 gram. Sesuai SOP (standar operasional prosedur), pemeriksaan kesehatan sebelum AG ditahan juga sudah dilakukan.’’Sebelumnya tersangka ini juga sudah kita rapid test dan hasilnya nonreaktif. Yang bersangkutan juga tidak memiliki penyakit kronis,’’ jelasnya. 

Baca Juga :  Rp 3,7 Miliar Gagal Edar untuk Lebaran

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tahanan narkoba, AG, 45, tewas di dalam rumah tahanan (Rutan) Polresta Mojokerto, Kamis  (22/10). Warga Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto ini meregang nyawa usai kerokan dalam sel tahanan pada Rabu (21/10) sore.

Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi menyatakan, kali pertama AG diketahui tak bernyawa pada pukul 05.30. Saat itu, dia yang sedang tergeletak sudah tidak bergerak ketika dibangunkan oleh teman sesama tahanan. ’’Saat dibangunkan pagi itu sudah tidak merespons,’’ ungkapnya. Puluhan penghuni rutan polresta pun terkejut. Mereka langsung melapor kepada petugas jaga. Dilanjutkan proses evakuasi menggunakan ambulans ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.

Meski awalnya petugas sempat menduga, AG menjadi korban kekerasan oleh tahanan lain, namun hasil lidik, Deddy membantah. Menurut dia, hasil pemeriksaan tim dokter, di tubuh korban tidak ditemukan bekas kekerasan. Dari pemutaran rekaman CCTV (closed circuit television) di dalam rutan sebelumnya juga tidak ditemukan adanya keributan antar tahanan. ’’Kita menduga (serangan) jantung, pihak keluarga sendiri tidak mengizinkan jenazah diautopsi. Sehingga setelah dibawa ke RSUD jenazah langsung di semayamkan,’’ terangnya. Saat ini, di rutan Polresta Mojokerto terdapat 62 tersangka akibat tersandung berbagai kasus pidana umum. Namun, sebagian besar di antaranya terjerat kasus narkoba.

Baca Juga :  Polisi Sebar 2 Ribu Lembar Sketsa Wajah Pembunuh Tukang Pijat

Deddy menegaskan, hasil keterangan saksi, sebelum meninggal, AG yang juga berstatus tahanan satnarkoba, pada Rabu (21/10) sore pukul 17.00 sempat dikeroki salah satu keluarganya yang juga sama-sama menjalani tahanan dalam kasus serupa. Setelah sebelumnya AG mengeluh dirinya sedang sakit. ’’Setelah kerokan, malamnya korban ini sudah tidak mengeluh sakit. Namun, pada paginya saat pria ini di bangunkan ternyata sudah tak bernyawa,’’ terang Deddy.

AG ditahan sejak 29 Agustus lalu. Dia ditangkap satnarkoba setelah diduga terlibat dalam peredaran narkoba. Dari tangan tersangka, petugas menyita barang bukti sabu seberat 3 gram. Sesuai SOP (standar operasional prosedur), pemeriksaan kesehatan sebelum AG ditahan juga sudah dilakukan.’’Sebelumnya tersangka ini juga sudah kita rapid test dan hasilnya nonreaktif. Yang bersangkutan juga tidak memiliki penyakit kronis,’’ jelasnya. 

Baca Juga :  Polisi Usut Plafon GMSC, Satu Rekanan Mangkir

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/