alexametrics
31.8 C
Mojokerto
Friday, October 7, 2022

Relawan Bakal Telusuri Jejak Dimas

Pasca Dihentikannya Pencarian Mahasiswa Hilang oleh Tim SAR

PACET, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pencarian Raffi Dimas Baddar, 20, mahasiswa asal Pasuruan yang hilang secara misterius di perkemahan Wisata Bukit Krapyak, Desa Padusan, Kecamatan Pacet, sejak Minggu (11/9) lalu, bakal diteruskan sejumlah relawan. Mereka akan menelusuri jejak Dimas selama sepekan ke depan.

Ketua Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kabupaten Mojokerto Saiful Anam mengatakan, pihaknya membuka lebar kesempatan bagi masyarakat yang ikut andil dalam proses pencarian pemuda asal Desa Pekoren, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan itu. Sebab, sejak Operasi SAR resmi dihentikan Senin (19/9) lalu, pencarian mandiri dilakukan dengan personel terbatas yang tidak lebih dari 15 orang. Yang terdiri dari pihak keluarga korban, Perhutani, Polhut Tahura dan warga setempat.

Mengingat hingga menginjak hari ke 12 kemarin, jejak mahasiswa semester III Fakultas Teknik Universitas Wijaya Putra Surabaya itu belum terlacak. Hingga keluarga Dimas masih belum beranjak dari kawasan Bukit Krapyak untuk melakukan pencarian secara mandiri. ”Bagi masyarakat umum yang ingin membantu proses pencarian, kami persilahkan. Namun, informasikan pada kami dahulu. Bisa menghubungi pihak pengelola camping ground Bukit Krapyak, komunitas APPALA dan FPRB Kabupaten Mojokerto,” terangnya.

Baca Juga :  Tim SAR Terkendala Faktor Geografis

Hal tersebut bukan tanpa sebab. Pentingnya para relawan yang bergabung dalam pencarian Dimas agar terkoordinasi dengan baik dan terarah selama proses pencarian. Diharapkan, para relawan yang hendak bergabung memiliki kemampuan dan wawasan terkait aktivitas search and rescue (SAR). Utamanya di kawasan hutan dan pegunungan. Guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan selama proses pencarian.

’’Koordinasi ini minimal bisa sebagai kontrol dan tak sembarang orang bisa melakukan pencarian. Juga, terdapat beberapa titik pencarian yang sudah dipetakan oleh petugas,’’ tandas Anam. Sementara itu, Komandan Tim Basarnas Surabaya Octavino mengatakan, operasi pencarian Dimas tersebut murni inisiatif dari para sukarelawan. Yang tergabung dalam kelompok mahasiswa pecinta alam dari sejumlah kampus se-Surabaya.

Rencananya, pencarian bakal berlangsung selama tujuh hari. Mulai 25 September hingga 2 Oktober. ’’Rencananya nanti ada pencarian lagi selama tujuh hari. Tapi ini bukan operasi SAR (resmi) dari Basarnas. Ini dari teman-teman sukarelawan dan Mapala se-Surabaya,’’ ungkapnya. Setidaknya, lanjut Vino, sejauh ini sudah ada sekitar 30 mahasiswa yang bergabung dalam misi kemanusiaan tersebut.

Baca Juga :  Jejak Korban Terekam Video Amatir

’’Jadi para relawan ini sudah punya kemampuan SAR untuk melakukan pencarian,’’ terangnya. Meski begitu, Basarnas Surabaya mendukung aksi kemanusiaan tersebut. Baik dari sisi akomodasi hingga alat navigasi darat, layaknya peta maupun GPS, untuk para relawan tersebut.

’’Kami support dengan antar jemput dan navigasi darat buat para relawan. Untuk logistik dari para relawan sendiri. Nanti, mereka akan berkumpul dan koordinasi dengan relawan FPRB Mojokerto di lokasi,’’ bebernya.

Disinggung soal adanya pencarian lanjutan jika selama tujuh hari nanti tak membuahkan hasil, pihaknya belum bisa bicara banyak. Sebab, hal tersebut menyesuaikan kemampuan para relawan di lokasi nanti. ’’Kalau pencarian nanti masih nihil juga, masih belum tahu mau dilanjutkan atau gimana. Lihat hasil evaluasi dulu. Yang jelas menyesuaikan kemampuan para relawan,’’ tandas Vino. (vad/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/