alexametrics
26.1 C
Mojokerto
Thursday, August 11, 2022

14 Orang Meregang Nyawa di Jalanan Mojokerto

Kurun Juni-Juli, PMI Tangani 60 Kejadian Laka

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Belum genap dua bulan, 60 insiden kecelakaan lalu lintas terjadi di wilayah Kabupaten Mojokerto. Sejumlah kecelakaan tersebut menimbulkan 78 korban, 41 korban di antaranya mengalami luka berat berat dan 14 orang meninggal dunia.

PMI Kabupaten Mojokerto mencatat, sepanjang bulan Juni hingga pekan ketiga Juli ini, telah merespon proses evakuasi korban kecelakaan lalu lintas sebanyak 60 kejadian. Sepanjang bulan Juni, PMI telah mengevakuasi 51 korban dari 41 peristiwa kecelakaan. Dengan kondisi korban luka berat 27 orang, 18 korban luka ringan, dan enam korban meninggal.

Sedangkan hingga pekan ketiga Juli, PMI Kabupaten Mojokerto telah merespon 19 insiden kecelakaan lalu lintas yang menimbulkan korban sebanyak 27 orang. Dengan rincian, 14 orang mengalami luka berat, delapan orang korban meninggal, dan lima orang diantaranya mengalami luka ringan. Lokasi kecelakaan pun tersebar di sejumlah kecamatan yang ada.

Baca Juga :  Jadi Korban Tabrak Lari, Pemotor Asal Gondang Tewas

Namun, wilayah Puri jadi lokasi dengan peristiwa kecelakaan tertinggi dibandingkan kecamatan lain. Yakni dengan 15 insiden. ’’Dari data yang tercatat, Kecamatan Puri yang tertinggi. Ada 15 peristiwa sepanjang Juni sampai 21 Juli ini. Sedangkan kecamatan lainnya, di bawah 10 kejadian,’’ sebut Kasi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Mojokerto Didik Soedarsono, kemarin.

Didik mengatakan, angka fatalitas kecelakaan belakangan ini mengalami peningkatan. Terlebih, hingga pertengahan Juli ini korban meninggal tercatat delapan orang. Sedangkan bulan lalu, enam orang meninggal akibat kecelakaan. ’’Per tanggal 21 Juli 2022 ini, dari 19 kejadian kecelakaan, delapan di antaranya meninggal dunia,’’ ungkapnya.

Dalam upaya merespons dan mengevakuasi korban kecelakaan, diakuinya, hal tersebut tidak lepas dari peran para relawan di Mojokerto. Hanya saja, sejauh ini masih banyak masyarakat yang kurang paham akan pertolongan pertama pada korban kecelakaan. ’’Memang saat kejadian banyak orang yang panik. Tapi kalau salah penanganan pada korban kecelakaan, bisa memperburuk keadaan. Sebaiknya segera menghubungi petugas,’’ sebutnya.

Baca Juga :  Hantam Pagar Puskesmas Blooto, Pemotor Asal Karangkedawang Tewas, Satu Kritis

Menurutnya, sejauh ini saat merespon korban kecelakaan, pihaknya kerap mengalami kendala saat perjalanan menuju lokasi. Masih banyak pengguna jalan yang tidak memberikan ruang untuk ambulans melintas. Padahal, lampu rotator dan sirine telah dinyalakan petugas.

’’Sering juga kita tidak diberikan ruang oleh penguna jalan lain. Padahal saat kita merespons kecelakaan dengan ambulans itu dilindungi undang-undang dan harus didahulukan,’’ tegas Didik.

Pihaknya berharap, agar masyarakat paham akan tanda lampu rotator merah dan sirine yang menyala pada ambulans tersebut. Artinya, saat itu petugas tengah menjalankan tugas kemanusian dalam kondisi darurat. (vad/fen)

Kurun Juni-Juli, PMI Tangani 60 Kejadian Laka

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Belum genap dua bulan, 60 insiden kecelakaan lalu lintas terjadi di wilayah Kabupaten Mojokerto. Sejumlah kecelakaan tersebut menimbulkan 78 korban, 41 korban di antaranya mengalami luka berat berat dan 14 orang meninggal dunia.

PMI Kabupaten Mojokerto mencatat, sepanjang bulan Juni hingga pekan ketiga Juli ini, telah merespon proses evakuasi korban kecelakaan lalu lintas sebanyak 60 kejadian. Sepanjang bulan Juni, PMI telah mengevakuasi 51 korban dari 41 peristiwa kecelakaan. Dengan kondisi korban luka berat 27 orang, 18 korban luka ringan, dan enam korban meninggal.

Sedangkan hingga pekan ketiga Juli, PMI Kabupaten Mojokerto telah merespon 19 insiden kecelakaan lalu lintas yang menimbulkan korban sebanyak 27 orang. Dengan rincian, 14 orang mengalami luka berat, delapan orang korban meninggal, dan lima orang diantaranya mengalami luka ringan. Lokasi kecelakaan pun tersebar di sejumlah kecamatan yang ada.

Baca Juga :  Jadi Korban Tabrak Lari, Pemotor Asal Gondang Tewas

Namun, wilayah Puri jadi lokasi dengan peristiwa kecelakaan tertinggi dibandingkan kecamatan lain. Yakni dengan 15 insiden. ’’Dari data yang tercatat, Kecamatan Puri yang tertinggi. Ada 15 peristiwa sepanjang Juni sampai 21 Juli ini. Sedangkan kecamatan lainnya, di bawah 10 kejadian,’’ sebut Kasi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Mojokerto Didik Soedarsono, kemarin.

Didik mengatakan, angka fatalitas kecelakaan belakangan ini mengalami peningkatan. Terlebih, hingga pertengahan Juli ini korban meninggal tercatat delapan orang. Sedangkan bulan lalu, enam orang meninggal akibat kecelakaan. ’’Per tanggal 21 Juli 2022 ini, dari 19 kejadian kecelakaan, delapan di antaranya meninggal dunia,’’ ungkapnya.

- Advertisement -

Dalam upaya merespons dan mengevakuasi korban kecelakaan, diakuinya, hal tersebut tidak lepas dari peran para relawan di Mojokerto. Hanya saja, sejauh ini masih banyak masyarakat yang kurang paham akan pertolongan pertama pada korban kecelakaan. ’’Memang saat kejadian banyak orang yang panik. Tapi kalau salah penanganan pada korban kecelakaan, bisa memperburuk keadaan. Sebaiknya segera menghubungi petugas,’’ sebutnya.

Baca Juga :  15 Personil TNI di Mojokerto Terima SIM Gratis

Menurutnya, sejauh ini saat merespon korban kecelakaan, pihaknya kerap mengalami kendala saat perjalanan menuju lokasi. Masih banyak pengguna jalan yang tidak memberikan ruang untuk ambulans melintas. Padahal, lampu rotator dan sirine telah dinyalakan petugas.

’’Sering juga kita tidak diberikan ruang oleh penguna jalan lain. Padahal saat kita merespons kecelakaan dengan ambulans itu dilindungi undang-undang dan harus didahulukan,’’ tegas Didik.

Pihaknya berharap, agar masyarakat paham akan tanda lampu rotator merah dan sirine yang menyala pada ambulans tersebut. Artinya, saat itu petugas tengah menjalankan tugas kemanusian dalam kondisi darurat. (vad/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/