alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Komplotan Pencuri Gabah Meneror, Bawa Pikap, Sasar Hasil Panen Petani

PUNGGING, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kasus kriminalitas memang tak pernah berujung. Belakangan, pelaku kejahatan menyasar hasil panen padi milik petani. Dalam kurun seminggu ini saja, ada dua kasus pencurian sekaligus.

Pelaku pencurian spesialias gabah ini diketahui menggunakan mobil pikap untuk mengangkut hasil curian. Pertama, kasusnya menimpa Mahsufah, 50, warga Dusun/Desa Purworejo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. Sebanyak 15 karung padi hasil panen miliknya raib. ’’Yang hilang, kalau 8 kuintal saja ada,’’ ungkap, Mahsufah, kemarin.

Dia menceritakan, pencurian baru diketahui pukul 05.30. Saat itu, ia hendak memasak. Namun, terkejut begitu mengetahui belasan karung padi miliknya yang disimpan di luar rumah tidak ada ditempat. ’’Pokoknya hasil penen sudah tak tersisa,’’ tuturnya.

Kegaduhan di pagi hari itu sempat memantik perhatian anaknya dan warga setempat. Memang, setiap panen puluhan karung gabah miliknya selalu ditaruh di luar rumah. Tepatnya, di selatan garasi dengan hanya ditutupi terpal. ’’Jelas pakai mobil. Di depan rumah juga ada ceceran padi dan bekas ban,’’ terangnya.

Baca Juga :  Warga Surabaya Jadi Sindikat Taksi Online Fiktif

Saat ditelusuri menggunakan closed circuit television (CCTV) milik tetangga, belasan karung padi miliknya diangkut menggunakan pikap Daihatsu Grand Max. Sayang, tangkapan kamera tak bisa mengindentifikasi nomor polisi pada pikap warna hitam tesebut. ’’Setelah mencuri gabah, mobil melaju ke utara atau Mojosari. Kejadiannya sekitar pukul 03.00 dini hari,’’ paparnya.

Korban mengalami kerugian jutaan rupiah. ’’Apalagi, harga padi sekarang lumayan tinggi. Satu kuintalnya Rp 400 ribu-Rp 500 ribu,’’ tandasnya. Lemahnya pengawasan dan pengamanan wilayah, pencurian hasil panen petani kembali terjadi di Desa Sampang Agung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Sedikitnya, ada 29 karung padi milik Rustin, 35, juga dicuri kawanan maling.

Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto menyebutkan, pencurian kali ini diduga dilakukan pelaku yang sama. ’’Pelakunya juga meembawa pikap Grand Max warna hitam,’’ katanya. Ya, dugaan itu lantaran saat pikap keluar gang desa setempat juga terekam CCTV. ’’Kejadiannya juga di atas jam 24.00 malam,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Bripda RB, Pacar NWR Ditahan Polda Jatim

Tak hanya itu, dari data yang didapat, curanmor juga kembali terjadi di Desa Urung-Urung, Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas. Setidaknya, pikul L 300 milik Kusnan hilang. Peristiwa ini terjadi Jumat (19/7) dini hari. Hanya berselang dua jam, mobil pikap bernopol S 8819 PA itu sudah tidak ada di tempat semula.

’’Sekitar pukul 03.00 mobil sudah tidak ada di depan rumah. Padahal pukul 01.00 kami baru masuk rumah untuk istirahat,’’ ungkap Ahmad Subandi, anak korban. Kasus tersebut menambah deretan kasus curanmor di Mojokerto yang belum terungkap.

PUNGGING, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kasus kriminalitas memang tak pernah berujung. Belakangan, pelaku kejahatan menyasar hasil panen padi milik petani. Dalam kurun seminggu ini saja, ada dua kasus pencurian sekaligus.

Pelaku pencurian spesialias gabah ini diketahui menggunakan mobil pikap untuk mengangkut hasil curian. Pertama, kasusnya menimpa Mahsufah, 50, warga Dusun/Desa Purworejo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. Sebanyak 15 karung padi hasil panen miliknya raib. ’’Yang hilang, kalau 8 kuintal saja ada,’’ ungkap, Mahsufah, kemarin.

Dia menceritakan, pencurian baru diketahui pukul 05.30. Saat itu, ia hendak memasak. Namun, terkejut begitu mengetahui belasan karung padi miliknya yang disimpan di luar rumah tidak ada ditempat. ’’Pokoknya hasil penen sudah tak tersisa,’’ tuturnya.

Kegaduhan di pagi hari itu sempat memantik perhatian anaknya dan warga setempat. Memang, setiap panen puluhan karung gabah miliknya selalu ditaruh di luar rumah. Tepatnya, di selatan garasi dengan hanya ditutupi terpal. ’’Jelas pakai mobil. Di depan rumah juga ada ceceran padi dan bekas ban,’’ terangnya.

Baca Juga :  Lurah Hadang Eksekusi Rumah Warga Pakai Backhoe

Saat ditelusuri menggunakan closed circuit television (CCTV) milik tetangga, belasan karung padi miliknya diangkut menggunakan pikap Daihatsu Grand Max. Sayang, tangkapan kamera tak bisa mengindentifikasi nomor polisi pada pikap warna hitam tesebut. ’’Setelah mencuri gabah, mobil melaju ke utara atau Mojosari. Kejadiannya sekitar pukul 03.00 dini hari,’’ paparnya.

Korban mengalami kerugian jutaan rupiah. ’’Apalagi, harga padi sekarang lumayan tinggi. Satu kuintalnya Rp 400 ribu-Rp 500 ribu,’’ tandasnya. Lemahnya pengawasan dan pengamanan wilayah, pencurian hasil panen petani kembali terjadi di Desa Sampang Agung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Sedikitnya, ada 29 karung padi milik Rustin, 35, juga dicuri kawanan maling.

- Advertisement -

Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto menyebutkan, pencurian kali ini diduga dilakukan pelaku yang sama. ’’Pelakunya juga meembawa pikap Grand Max warna hitam,’’ katanya. Ya, dugaan itu lantaran saat pikap keluar gang desa setempat juga terekam CCTV. ’’Kejadiannya juga di atas jam 24.00 malam,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Penipuan CPNS, Kades Ditangkap saat Berdinas

Tak hanya itu, dari data yang didapat, curanmor juga kembali terjadi di Desa Urung-Urung, Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas. Setidaknya, pikul L 300 milik Kusnan hilang. Peristiwa ini terjadi Jumat (19/7) dini hari. Hanya berselang dua jam, mobil pikap bernopol S 8819 PA itu sudah tidak ada di tempat semula.

’’Sekitar pukul 03.00 mobil sudah tidak ada di depan rumah. Padahal pukul 01.00 kami baru masuk rumah untuk istirahat,’’ ungkap Ahmad Subandi, anak korban. Kasus tersebut menambah deretan kasus curanmor di Mojokerto yang belum terungkap.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/