alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Saturday, June 25, 2022

Investasi Alkes Bodong, Rp 1 Miliar Amblas

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ully Rachma Hielmina, 27, melakukan aksi penipuan dengan menawarkan investasi ke Lim Lihva, 42, warga Kota Mojokerto. Korban dijanjikan keuntungan fantastis. Syaratnya, memberi modal untuk pengadaan alat kesehatan (alkes) dan pemotong rumput. Namun, pelaku menghilang begitu menerima transfer sebesar hampir Rp 1 miliar.

Pelarian Ully akhirnya terhenti setelah penyidik Satreskrim Polres Mojokerto menangkapnya, Rabu (15/6) lalu. Perempuan bergelar sarjana itu diamankan di kediamannya yang berada di Desa Dawuhan, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota AKP Rizki Santoso menjelaskan, aksi penipuan itu terjadi pada 26 Maret 2020. Ully mengajak korban berinvestasi ke sejumlah proyek pengadaan barang yang tengah dikerjakannya di Semarang. Antara lain untuk pengadaan alkes dan alat pemotong rumput. Korban dijanjikan keuntungan besar dengan syarat mau memberi modal awal.

Guna meyakinkan korban, Ully juga menunjukkan bukti kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Semarang dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kabupaten Semarang. ’’Tapi bukti kerja sama itu palsu. Pengadaan yang ditawarkan ke korban fiktif,’’ katanya, kemarin.

Baca Juga :  306 Orang Terjerat Tipiring

Kendati demikian, kelicikan pelaku membuat korban percaya. Korban mentransfer uang Rp 135 juta ke rekening atas nama Ully Rachma Hielmina. Uang tersebut untuk pengadaan alat pemotong rumput.

Saat itu, lanjut Rizki, korban dijanjikan menerima hasil sekitar Rp 225 juta. Keuntungan tersebut akan diberikan dalam waktu satu bulan. ’’Tetapi tidak ada realisasi dan terlapor beralasan dana masih belum keluar dari dinas lingkungan hidup,’’ jelasnya.

Tak berhenti di situ, pelaku kemudian menawarkan proyek lain terkait pengadaan alkes ke korban. Kali ini ibu rumah tangga itu diminta transfer sebesar Rp 580 juta untuk pengadaan thermo gun di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Semarang dan Rp 250 juta untuk pengadaan masker jenis nurse cap aviamed di Dinas Kesehatan Kota Semarang.

Untuk dua proyek tersebut, korban dijanjikan keuntungan sebesar Rp 3,5 miliar. Rizki menyebut, setelah modal tersebut diberikan, pelaku mendadak hilang. Ully mulai sulit dihubungi dan selalu berbelit-belit. ’’Sampai saat ini hanya janji dan janji saja,’’ ujarnya. Kerugian yang dialami korban mencapai Rp 965 juta.

Baca Juga :  Eks Kades Ditahan, Perangkat Desa Kompak Mundur

Atas kejadian tersebut, korban melapor ke kepolisian. Polisi telah mengkroscek terkait pengadaan barang di dua dinas yang dicatut pelaku dan dinyatakan tidak ada kerja sama sebagaimana yang ditunjukkan pelaku ke korban. Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan, pelaku akhirnya berhasil dibekuk. ’’Dia kami tangkap di rumahnya,’’ imbuh Kanit 1 Satreskrim Polres Mojokerto Kota Ipda Aman Santoso yang menangani kasus tersebut.

Aman menyampaikan, Ully menghubungi korban setelah dikenalkan oleh seorang kawannya. Pelaku tak hanya melakukan penipuan kepada korban asal Kota Mojokerto. Dia disebut pandai bersilat lidah. Perempuan itu juga dilaporkan telah melakukan penipuan di sejumlah tempat di Jawa Tengah. ’’Banyak TKP-nya, Pelaku ini memang pandai ngomong, jadi orang bisa percaya,’’ katanya.

Saat ini, pelaku telah ditahan di rutan perempuan di Mapolsek Prajurit Kulon. Dia dijerat Pasal 378 KUHP atau pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. (adi/fen)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ully Rachma Hielmina, 27, melakukan aksi penipuan dengan menawarkan investasi ke Lim Lihva, 42, warga Kota Mojokerto. Korban dijanjikan keuntungan fantastis. Syaratnya, memberi modal untuk pengadaan alat kesehatan (alkes) dan pemotong rumput. Namun, pelaku menghilang begitu menerima transfer sebesar hampir Rp 1 miliar.

Pelarian Ully akhirnya terhenti setelah penyidik Satreskrim Polres Mojokerto menangkapnya, Rabu (15/6) lalu. Perempuan bergelar sarjana itu diamankan di kediamannya yang berada di Desa Dawuhan, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota AKP Rizki Santoso menjelaskan, aksi penipuan itu terjadi pada 26 Maret 2020. Ully mengajak korban berinvestasi ke sejumlah proyek pengadaan barang yang tengah dikerjakannya di Semarang. Antara lain untuk pengadaan alkes dan alat pemotong rumput. Korban dijanjikan keuntungan besar dengan syarat mau memberi modal awal.

Guna meyakinkan korban, Ully juga menunjukkan bukti kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Semarang dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kabupaten Semarang. ’’Tapi bukti kerja sama itu palsu. Pengadaan yang ditawarkan ke korban fiktif,’’ katanya, kemarin.

Baca Juga :  Bongkar Jaringan Lapas, Kasus Narkoba Melibatkan Calon Menantu

Kendati demikian, kelicikan pelaku membuat korban percaya. Korban mentransfer uang Rp 135 juta ke rekening atas nama Ully Rachma Hielmina. Uang tersebut untuk pengadaan alat pemotong rumput.

Saat itu, lanjut Rizki, korban dijanjikan menerima hasil sekitar Rp 225 juta. Keuntungan tersebut akan diberikan dalam waktu satu bulan. ’’Tetapi tidak ada realisasi dan terlapor beralasan dana masih belum keluar dari dinas lingkungan hidup,’’ jelasnya.

- Advertisement -

Tak berhenti di situ, pelaku kemudian menawarkan proyek lain terkait pengadaan alkes ke korban. Kali ini ibu rumah tangga itu diminta transfer sebesar Rp 580 juta untuk pengadaan thermo gun di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Semarang dan Rp 250 juta untuk pengadaan masker jenis nurse cap aviamed di Dinas Kesehatan Kota Semarang.

Untuk dua proyek tersebut, korban dijanjikan keuntungan sebesar Rp 3,5 miliar. Rizki menyebut, setelah modal tersebut diberikan, pelaku mendadak hilang. Ully mulai sulit dihubungi dan selalu berbelit-belit. ’’Sampai saat ini hanya janji dan janji saja,’’ ujarnya. Kerugian yang dialami korban mencapai Rp 965 juta.

Baca Juga :  Polisi Selidiki Dugaan Penyelewengan Dana Desa

Atas kejadian tersebut, korban melapor ke kepolisian. Polisi telah mengkroscek terkait pengadaan barang di dua dinas yang dicatut pelaku dan dinyatakan tidak ada kerja sama sebagaimana yang ditunjukkan pelaku ke korban. Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan, pelaku akhirnya berhasil dibekuk. ’’Dia kami tangkap di rumahnya,’’ imbuh Kanit 1 Satreskrim Polres Mojokerto Kota Ipda Aman Santoso yang menangani kasus tersebut.

Aman menyampaikan, Ully menghubungi korban setelah dikenalkan oleh seorang kawannya. Pelaku tak hanya melakukan penipuan kepada korban asal Kota Mojokerto. Dia disebut pandai bersilat lidah. Perempuan itu juga dilaporkan telah melakukan penipuan di sejumlah tempat di Jawa Tengah. ’’Banyak TKP-nya, Pelaku ini memang pandai ngomong, jadi orang bisa percaya,’’ katanya.

Saat ini, pelaku telah ditahan di rutan perempuan di Mapolsek Prajurit Kulon. Dia dijerat Pasal 378 KUHP atau pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. (adi/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/