alexametrics
31.1 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Diduga Palsukan Surat Bebas Covid, Honorer Puskesmas Ditangkap

KABUPATEN, Jawa pos Radar Mojokerto – Dugaan pemalsuan surat keterangan bebas Covid-19 di Puskesmas Pungging berhasil dibongkar kepolisian. Kamis (22/4), Satreskrim Polres Mojokerto berhasil menangkap satu orang tersangka dalam praktik curang ini. Adalah, B. Warga Desa Mojorejo, Kecamatan Pungging ini tercatat sebagai seorang honorer di Puskesmas Pungging.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander membenarkan penangkapan ini. Ia menyebut, hingga kini, B masih dalam pemeriksaan penyidik. ’’Betul, ada satu orang yang kita amankan. Sekarang masih proses pemeriksaan,’’ ungkapnya.

Pihaknya enggan menjelaskan secara detail terkait modus pelaku. Yang jelas, kata Dony, ia akan secepatnya membuka ke publik. Selain, membuat jera pelaku juga menjadi pelajaran bagi yang lainnya. ’’Masih proses pengembangan, sabar ya,’’ tambahnya.

Dari informasi yang dihimpun menyebutkan, seorang pelaku ini diketahui merupakan petugas honorer di Puskesmas Pungging. Pelaku berinisial B ini diamankan petugas saat sedang bekerja di Puskesmas.

Sementara itu, selain kepolisian, Dinas Kesehatan juga melakukan klarifikasi ke Puskemas Pungging atas kabar surat keterangan bebas Covid-19 berbanderol Rp 150 ribu tersebut. Pihaknya sudah menerjunkan bagian pelayanan kesehatan (Yankes) ke lokasi. ’’Kita cek lapangan dulu. Benar tidak (ada pemalsuan), prosedur keluarnya (surat) seperti apa, nomor suratnya gimana,’’ ungkap Kadinkes dr Sujatmiko.

Baca Juga :  Oknum Perwira TNI AL Aniaya Anggota Satpol PP

Pihaknya tak berani berspekulasi terlalu jauh. Sebab, semua kemungkinan bisa saja terjadi. Yang jelas, Sujatmiko menegaskan, jika nantinya terbukti terjadi pemalsuan yang dilakukan petugas nakes, pihaknya bakal bertindak tegas. Apalagi, praktik itu tidak dibenarkan secara hukum. ’’Kalau memang ada (oknum) di situ ya ditindak. Saat ini lagi proses menelusuri,’’ tegasnya.

Dari format surat yang diterbitkan, lanjut Sujatmiko, dugaan kuat pembuatnya bukan dari petugas yang biasa membuat surat. Melainkan, oknum tertentu yang dimungkinkan sengaja menjatuhkan pihak lain. Hal itu dilihat dari alur isi surat yang belakangan mencuat dipermukaan. Kendati begitu, pihaknya tak mau menghakimi sebelum mengetahui fakta sebenarnya. ’’Tidak biasa membuat surat. Kalau orang yang bikin surat alurnya pasti sama. Lihat dari kop suratnya saja sudah memang ada yang niat (menjatuhkan),’’ tuturnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pungging dr Agus Dwi Cahyono menambahkan, di tengah proses penyelidikan, internal puskesmas juga melakukan penelusuran untuk mengungkap dugaan surat keterangan bebas Covid-19 ini. Hanya saja, sejauh ini semua pegawai yang ada di tempat kerjanya tak ada yang mengakuinya. Termasuk, nakes yang tercantum di dalam surat tersebut. Meski diketahui, tanda tangan yang tertuang dalam surat tersebut, memiliki kemiripan. Agus mencurigai, jika tanda tangannya dipalsukan, pelakunya tak jauh-jauh dari orang dalam. ’’Tapi kayaknya kalau tanda tangan resmi gitu, mungkin orang yang riwa-riwi di situ,’’ ujar Agus.

Baca Juga :  Format Surat Keterangan Bebas Covid Mencurigakan

Sebelumnya, sinyal pemalsuan surat keterangan bebas Covid-19, di Puskemas Pungging menjadi perhatian kepolisian. Satreskrim Polres Mojokerto langsung diterjunkan untuk melakukan penyelidikan. Penelusuran korps Bhayangkara ini sudah dilakukan Rabu (21/4) sore.

Empat personel yang datang langsung memasuki Puskesmas Pungging untuk melakukan klarifikasi atas dugaan pemalsuan surat sakti yang sedianya dipakai untuk kelengkapan seleksi sepak bola Bhayangkara Solo FC itu.

Kehadiran polisi untuk menindaklanjuti mencuatnya pemberitaan dugaan pemalsuan surat keterangan bebas Covid-19 dengan metode Sars-Cov-2 Nasofaring test (Antigen-COV) yang sejatinya belum diterapkan di Puskemas maupun Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto. 

Di lokasi, petugas langsung meminta keterangan kepala Puskesmas. Petugas juga melakukan klarifikasi ke dua tenaga kesehatan yang namanya tertuang dalam surat keterangan hasil pemeriksaan laboratorium dengan surat kop Puskesmas Pungging. Masing-masing berinisial TA selaku pemeriksa dan HN selaku dokter penanggung jawab. 

KABUPATEN, Jawa pos Radar Mojokerto – Dugaan pemalsuan surat keterangan bebas Covid-19 di Puskesmas Pungging berhasil dibongkar kepolisian. Kamis (22/4), Satreskrim Polres Mojokerto berhasil menangkap satu orang tersangka dalam praktik curang ini. Adalah, B. Warga Desa Mojorejo, Kecamatan Pungging ini tercatat sebagai seorang honorer di Puskesmas Pungging.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander membenarkan penangkapan ini. Ia menyebut, hingga kini, B masih dalam pemeriksaan penyidik. ’’Betul, ada satu orang yang kita amankan. Sekarang masih proses pemeriksaan,’’ ungkapnya.

Pihaknya enggan menjelaskan secara detail terkait modus pelaku. Yang jelas, kata Dony, ia akan secepatnya membuka ke publik. Selain, membuat jera pelaku juga menjadi pelajaran bagi yang lainnya. ’’Masih proses pengembangan, sabar ya,’’ tambahnya.

Dari informasi yang dihimpun menyebutkan, seorang pelaku ini diketahui merupakan petugas honorer di Puskesmas Pungging. Pelaku berinisial B ini diamankan petugas saat sedang bekerja di Puskesmas.

Sementara itu, selain kepolisian, Dinas Kesehatan juga melakukan klarifikasi ke Puskemas Pungging atas kabar surat keterangan bebas Covid-19 berbanderol Rp 150 ribu tersebut. Pihaknya sudah menerjunkan bagian pelayanan kesehatan (Yankes) ke lokasi. ’’Kita cek lapangan dulu. Benar tidak (ada pemalsuan), prosedur keluarnya (surat) seperti apa, nomor suratnya gimana,’’ ungkap Kadinkes dr Sujatmiko.

Baca Juga :  Oknum Perwira TNI AL Aniaya Anggota Satpol PP

Pihaknya tak berani berspekulasi terlalu jauh. Sebab, semua kemungkinan bisa saja terjadi. Yang jelas, Sujatmiko menegaskan, jika nantinya terbukti terjadi pemalsuan yang dilakukan petugas nakes, pihaknya bakal bertindak tegas. Apalagi, praktik itu tidak dibenarkan secara hukum. ’’Kalau memang ada (oknum) di situ ya ditindak. Saat ini lagi proses menelusuri,’’ tegasnya.

- Advertisement -

Dari format surat yang diterbitkan, lanjut Sujatmiko, dugaan kuat pembuatnya bukan dari petugas yang biasa membuat surat. Melainkan, oknum tertentu yang dimungkinkan sengaja menjatuhkan pihak lain. Hal itu dilihat dari alur isi surat yang belakangan mencuat dipermukaan. Kendati begitu, pihaknya tak mau menghakimi sebelum mengetahui fakta sebenarnya. ’’Tidak biasa membuat surat. Kalau orang yang bikin surat alurnya pasti sama. Lihat dari kop suratnya saja sudah memang ada yang niat (menjatuhkan),’’ tuturnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pungging dr Agus Dwi Cahyono menambahkan, di tengah proses penyelidikan, internal puskesmas juga melakukan penelusuran untuk mengungkap dugaan surat keterangan bebas Covid-19 ini. Hanya saja, sejauh ini semua pegawai yang ada di tempat kerjanya tak ada yang mengakuinya. Termasuk, nakes yang tercantum di dalam surat tersebut. Meski diketahui, tanda tangan yang tertuang dalam surat tersebut, memiliki kemiripan. Agus mencurigai, jika tanda tangannya dipalsukan, pelakunya tak jauh-jauh dari orang dalam. ’’Tapi kayaknya kalau tanda tangan resmi gitu, mungkin orang yang riwa-riwi di situ,’’ ujar Agus.

Baca Juga :  Peracik Kosmetik Palsu Asal Kelurahan Kranggan Dituntut Hukuman Ringan

Sebelumnya, sinyal pemalsuan surat keterangan bebas Covid-19, di Puskemas Pungging menjadi perhatian kepolisian. Satreskrim Polres Mojokerto langsung diterjunkan untuk melakukan penyelidikan. Penelusuran korps Bhayangkara ini sudah dilakukan Rabu (21/4) sore.

Empat personel yang datang langsung memasuki Puskesmas Pungging untuk melakukan klarifikasi atas dugaan pemalsuan surat sakti yang sedianya dipakai untuk kelengkapan seleksi sepak bola Bhayangkara Solo FC itu.

Kehadiran polisi untuk menindaklanjuti mencuatnya pemberitaan dugaan pemalsuan surat keterangan bebas Covid-19 dengan metode Sars-Cov-2 Nasofaring test (Antigen-COV) yang sejatinya belum diterapkan di Puskemas maupun Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto. 

Di lokasi, petugas langsung meminta keterangan kepala Puskesmas. Petugas juga melakukan klarifikasi ke dua tenaga kesehatan yang namanya tertuang dalam surat keterangan hasil pemeriksaan laboratorium dengan surat kop Puskesmas Pungging. Masing-masing berinisial TA selaku pemeriksa dan HN selaku dokter penanggung jawab. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/