alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Pil Cytotec Dipesan Teman Dekat Novia

Sidang Lanjutan Kasus Aborsi Mahasiswa yang Bunuh Diri

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sidang lanjutan kasus aborsi dengan terdakwa Randy Bagus Hari Sasongko, kembali digelar di di PN Mojokerto, kemarin (22/3). Terungkap, pembeli dan pemesan Cytotec atau obat yang digunakan menggugurkan kandungan Novia Widyasari Rahayu, dilakukan ternyata teman dekatnya.

Adalah Wahyu Triantini alias Ayu Warga Kelurahan Gedangrowo, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo. Ia merupakan karib Novia semasa hidup.

Hal itu terungkap dari keterangan ayah Ayu, Heri Utomo, 59. Heri mengaku, pemesan pil merek Cytotec itu atas nama anaknya dan paket kiriman dialamatkan ke rumahnya. Termasuk nomor ponsel yang tertera dalam alamat pemesan. ’’Pemesannya atas nama Ayu. Nomor Ayu mungkin,’’ kata Heri menjawab pertanyaan JPU, Ivan Yoko.

Heri juga membenarkan jika ponsel yang digunakan untuk memesan pil Cytotec merupakan HP miliknya. Namun, dirinya membantah jika pemesanan itu dilakukannya. Heri mengakui jika mengenal Novia lantaran sering bermain ke rumahnya. Sebab, nenek Novia berasal dari Kecamatan Prambon. ’’HP saya ini dipakai Novia. Anak saya Ayu, teman Novia. Anak saya bilang Novia pinjam untuk belanja di Shopee. Tidak tahu belanja apa,’’ ungkap Heri menjawab pertanyaan Ketua Majelis Hakim Sunoto saat persidangan.

Baca Juga :  Sebelum Tewas, Suratman Servis Motor lalu Dikeroyok

Mendengar keterangan itu, ketua majelis melontarkan sejumlah pertanyaan. Mulai dari kejelasan siapa yang meminjam ponsel Heri, serta keberadaan aplikasi, dan akun Shopee yang ada di HP Heri. ’’Anak saya yang ambil (HP). Novia di kamar. Saya tidak tahu (akun dan aplikasi shopee),’’ katanya.

Tak hanya soal pemesanan dan pembelian cytotec. Ayu diduga pihak yang turut andil dalam perkara aborsi yang terjadi pada Novia. Pemilik akun Shopee Ayuwtrrrr ini diduga orang yang menerima transfer uang dari terdakwa Randy.

Uang tersebut yang disinyalir digunakan untuk membayar pembelian pil Cytotec seharga Rp 474 ribu. Kendati demikian, dalam sidang kali ini, JPU tidak menghadirkan Ayu untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Pasalnya, saksi Wahyu Triantini, disebut JPU merupakan saksi a de charge yang diajukan penasehat hukum terdakwa. ’’Tidak (masuk saksi JPU) yang mulia, karena dia saksi a de charge,’’ ungkap JPU Ivan Yoko Wibowo menjawab pertanyaan majelis hakim.

Munculnya fakta baru dalam sidang kali ini, menjadi atensi JPU. Bahkan JPU berencana menghadirkan sejumlah saksi yang tidak tercantum dalam berita acara pemeriksaan. ’’Nanti ada saksi di luar BAP. Sudah kami ajukan tadi. Siapa orangnya, nantilah, itu kejutan,’’ kata Kasi Pidum Kejari Kabupaten Mojokerto Ivan Yoko usai sidang.

Baca Juga :  Korban Masker Online Bertambah

Sementara itu, Niryono, 46, ayah terdakwa Randy yang ikut dihadirkan menampik keterangan para saksi dipersidangan sebelumnya, yang menyebutkan dirinya terlibat aktif dalam peristiwa yang dialami Novia. Dia justru meragukan aborsi Novia yang membuat anaknya terjerat hukum. Termasuk meragukan keterangan Novia telah hamil, dengan dalih tidak ada bukti secara medis yang ditunjukan kepada dirinya. ’’Jangankan aborsi, tolong tunjukan bukti kehamilan saja. Jangan jauh-jauh ke aborsi, tunjukkan bukti kehamilan secara medis,’’ kata Niryono.

Niryono juga membantah keterangan yang menyebutkan pernah melakukan ancaman pembunuhan terhadap Novia seperti kesaksian ibu Novia, Fauzun, dalam persidangan sebelumnya. Dia mengaku, sudah beritikad baik dengan meminta kepada orang tua Novia itu menjadi menantunya. ’’Jadi ini musibah, musibah saya, juga bu Fauzun. Karena Novia itu sudah saya minta untuk menjadi menantu saya,’’ katanya. (ori/ron)

Sidang Lanjutan Kasus Aborsi Mahasiswa yang Bunuh Diri

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sidang lanjutan kasus aborsi dengan terdakwa Randy Bagus Hari Sasongko, kembali digelar di di PN Mojokerto, kemarin (22/3). Terungkap, pembeli dan pemesan Cytotec atau obat yang digunakan menggugurkan kandungan Novia Widyasari Rahayu, dilakukan ternyata teman dekatnya.

Adalah Wahyu Triantini alias Ayu Warga Kelurahan Gedangrowo, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo. Ia merupakan karib Novia semasa hidup.

Hal itu terungkap dari keterangan ayah Ayu, Heri Utomo, 59. Heri mengaku, pemesan pil merek Cytotec itu atas nama anaknya dan paket kiriman dialamatkan ke rumahnya. Termasuk nomor ponsel yang tertera dalam alamat pemesan. ’’Pemesannya atas nama Ayu. Nomor Ayu mungkin,’’ kata Heri menjawab pertanyaan JPU, Ivan Yoko.

Heri juga membenarkan jika ponsel yang digunakan untuk memesan pil Cytotec merupakan HP miliknya. Namun, dirinya membantah jika pemesanan itu dilakukannya. Heri mengakui jika mengenal Novia lantaran sering bermain ke rumahnya. Sebab, nenek Novia berasal dari Kecamatan Prambon. ’’HP saya ini dipakai Novia. Anak saya Ayu, teman Novia. Anak saya bilang Novia pinjam untuk belanja di Shopee. Tidak tahu belanja apa,’’ ungkap Heri menjawab pertanyaan Ketua Majelis Hakim Sunoto saat persidangan.

Baca Juga :  Galian Pinggir Jalan Dikeluhkan Warga

Mendengar keterangan itu, ketua majelis melontarkan sejumlah pertanyaan. Mulai dari kejelasan siapa yang meminjam ponsel Heri, serta keberadaan aplikasi, dan akun Shopee yang ada di HP Heri. ’’Anak saya yang ambil (HP). Novia di kamar. Saya tidak tahu (akun dan aplikasi shopee),’’ katanya.

- Advertisement -

Tak hanya soal pemesanan dan pembelian cytotec. Ayu diduga pihak yang turut andil dalam perkara aborsi yang terjadi pada Novia. Pemilik akun Shopee Ayuwtrrrr ini diduga orang yang menerima transfer uang dari terdakwa Randy.

Uang tersebut yang disinyalir digunakan untuk membayar pembelian pil Cytotec seharga Rp 474 ribu. Kendati demikian, dalam sidang kali ini, JPU tidak menghadirkan Ayu untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Pasalnya, saksi Wahyu Triantini, disebut JPU merupakan saksi a de charge yang diajukan penasehat hukum terdakwa. ’’Tidak (masuk saksi JPU) yang mulia, karena dia saksi a de charge,’’ ungkap JPU Ivan Yoko Wibowo menjawab pertanyaan majelis hakim.

Munculnya fakta baru dalam sidang kali ini, menjadi atensi JPU. Bahkan JPU berencana menghadirkan sejumlah saksi yang tidak tercantum dalam berita acara pemeriksaan. ’’Nanti ada saksi di luar BAP. Sudah kami ajukan tadi. Siapa orangnya, nantilah, itu kejutan,’’ kata Kasi Pidum Kejari Kabupaten Mojokerto Ivan Yoko usai sidang.

Baca Juga :  Kuasa Hukum Nono Tuding Dakwaan JPU Kabur

Sementara itu, Niryono, 46, ayah terdakwa Randy yang ikut dihadirkan menampik keterangan para saksi dipersidangan sebelumnya, yang menyebutkan dirinya terlibat aktif dalam peristiwa yang dialami Novia. Dia justru meragukan aborsi Novia yang membuat anaknya terjerat hukum. Termasuk meragukan keterangan Novia telah hamil, dengan dalih tidak ada bukti secara medis yang ditunjukan kepada dirinya. ’’Jangankan aborsi, tolong tunjukan bukti kehamilan saja. Jangan jauh-jauh ke aborsi, tunjukkan bukti kehamilan secara medis,’’ kata Niryono.

Niryono juga membantah keterangan yang menyebutkan pernah melakukan ancaman pembunuhan terhadap Novia seperti kesaksian ibu Novia, Fauzun, dalam persidangan sebelumnya. Dia mengaku, sudah beritikad baik dengan meminta kepada orang tua Novia itu menjadi menantunya. ’’Jadi ini musibah, musibah saya, juga bu Fauzun. Karena Novia itu sudah saya minta untuk menjadi menantu saya,’’ katanya. (ori/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/