alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Sunday, May 29, 2022

Mahasiswa asal Surabaya Meninggal di Lereng Gunung Penanggungan

TRAWAS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Seorang pendaki Gunung Penanggungan, Erfando Ilham Nainggolan, 20, ditemukan meninggal, Sabtu malam (22/1). Mahasiwa Ubaya asal Bulak Banteng, Kota Surabaya itu sudah tak bernyawa saat menuruni lereng gunung. Tepatnya di antara pos puncak bayangan dan pos 4.

Petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan penyebab meninggalnya korban. Saat ini, jasad Erfando telah dievakuasi ke RSUD Prof Dr Soekandar, Mojosari. Informasi yang dihimpun, korban bersama dua temannya melakukan pendakian melalui jalur Desa Tamiajeng. Kecamatan Trawas.

Korban diketahui meninggal setelah tubuhnya terjatuh. Ia terpeleset hingga tidak sadar diri sekitar pukul 23.00. Sebelum kejadian ini, selama perjalanan turun, ia sudah terpeleset dua kali. Pertama membentur batu dan mengalami luka lecet di jari dan tangan sebelah kiri. Kedua, ia terjatuh mengenai kayu dan mengalami goresan di bagian perut sebelah kiri.

Baca Juga :  Hakim Tipikor Cium Ada Aroma Balas Dendam

Hingga akhirnya, yang ketiga kalinya mengakibatkan korban tak sadar diri. Teman-temannya sempat berusaha memberi pertolongan pertama dan melapor ke tim sar pendakian. Namun, korban diketahui sudah meninggal di lokasi. Sekitar pukul 04.00, korban berhasil dievakuasi ke Puskesmas Trawas lalu dibawa ke RSUD RSUD Prof Dr Soekandar, Mojosari.

Kapolsek Trawas AKP Didit Setiawan membenarkan insiden meninggalnya pendaki di Gunung Penangungan ini. Pihaknya masih melakukan pendalaman terkait penyebab kematian korban. Kepolisian memeriksa sejumlah saksi untuk menggali keterangan lebih lanjut soal kematian korban. “Kita belum berani berbicara banyak, karena ini masih kita dalami. Nanti akan kita sampaikan lagi, kelau sudah ada perkembangan,” jelasnya. (adi/fen)

Baca Juga :  Kejari Usut Proyek Irigasi, Kepala Disperta Dinas Diperiksa

TRAWAS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Seorang pendaki Gunung Penanggungan, Erfando Ilham Nainggolan, 20, ditemukan meninggal, Sabtu malam (22/1). Mahasiwa Ubaya asal Bulak Banteng, Kota Surabaya itu sudah tak bernyawa saat menuruni lereng gunung. Tepatnya di antara pos puncak bayangan dan pos 4.

Petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan penyebab meninggalnya korban. Saat ini, jasad Erfando telah dievakuasi ke RSUD Prof Dr Soekandar, Mojosari. Informasi yang dihimpun, korban bersama dua temannya melakukan pendakian melalui jalur Desa Tamiajeng. Kecamatan Trawas.

Korban diketahui meninggal setelah tubuhnya terjatuh. Ia terpeleset hingga tidak sadar diri sekitar pukul 23.00. Sebelum kejadian ini, selama perjalanan turun, ia sudah terpeleset dua kali. Pertama membentur batu dan mengalami luka lecet di jari dan tangan sebelah kiri. Kedua, ia terjatuh mengenai kayu dan mengalami goresan di bagian perut sebelah kiri.

Baca Juga :  28 Penderita HIV/AIDS Meninggal

Hingga akhirnya, yang ketiga kalinya mengakibatkan korban tak sadar diri. Teman-temannya sempat berusaha memberi pertolongan pertama dan melapor ke tim sar pendakian. Namun, korban diketahui sudah meninggal di lokasi. Sekitar pukul 04.00, korban berhasil dievakuasi ke Puskesmas Trawas lalu dibawa ke RSUD RSUD Prof Dr Soekandar, Mojosari.

Kapolsek Trawas AKP Didit Setiawan membenarkan insiden meninggalnya pendaki di Gunung Penangungan ini. Pihaknya masih melakukan pendalaman terkait penyebab kematian korban. Kepolisian memeriksa sejumlah saksi untuk menggali keterangan lebih lanjut soal kematian korban. “Kita belum berani berbicara banyak, karena ini masih kita dalami. Nanti akan kita sampaikan lagi, kelau sudah ada perkembangan,” jelasnya. (adi/fen)

Baca Juga :  Tiga Motor Laka Karambol, Satu Tewas

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/