alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Politisi PKB Slintutan, Ibu MKP Beri Isyarat

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pendalaman aset Mustofa Kamal Pasa (MKP) terkait kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) Rp 82 miliar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Mapolresta Mojokerto berlanjut Rabu (22/1). Di hari kedua pemeriksaan ini, lembaga antirasuah itu memanggil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto Edi Ikhwanto, hingga ibu MKP, Siti Fatimah.

Pemanggilan anggota dewan dan keluarga MKP ini untuk mengkonfirmasi ulang aset yang sebelumnya telah disita oleh KPK. Pemeriksaan dipusatkan di aula Wiratama lantai dua mapolresta, Jalan Bhayangkara nomor 25, Kota Mojokerto. Dimulai sekitar pukul 09.40, satu per satu mereka yang dimintai keterangan berdatangan. Dari 11 orang, setidaknya ada 4 orang saksi hadir dalam kasus yang menjerat Bupati nonaktif Nganjuk Taufiqurrahman.

Sedangkan, pendalaman kasus TPPU melibatkan MKP, tercatat ada sekitar 7 orang yang diundang hadir sebagai saksi. Siti Fatimah, misalnya. Ibu kandung MKP yang datang sekitar pukul 12.18 ini tampak didampingi tiga asisten rumah tangga (ART). Mereka yang datang mengenakan masker itu lantas menuju ruang penyidikan di lantai dua mapolresta. Tidak satupun keterangan yang disampaikan kepada wartawan. Sesekali mereka hanya menjawab jika kabar kondisi mereka sedang baik.

Baca Juga :  Korban Tewas di Malam Tahun Baru Adalah Warga Sidoarjo

Begitu juga saat keluar ruang pemeriksaan. Mereka memilih menghindari pertanyaan wartawan. Istri Jakfaril itu kembali enggan memberikan keterangan. Sesekali hanya melontarkan isyarat dengan menggeleng-gelengkan kepala kepada wartawan. Isyarat tersebut bukan menjawab soal kehadirannya dalam memenuhi panggilan KPK, melainkan ditanya soal menantunya, Ikfina Fahmawati, yang bakal running di pilkada serentak.

Berbeda dengan majikannya. Seorang pembantu rumah mengaku materi pemeriksaan yang dilontarkan penyidik kepadanya adalah tentang gaji selama dia bekerja sebagai ART. ’’Ditanya soal gaji saja,’’ katanya. Dia diketahui adalah ibu dari Sulistyowati, juga salah satu ART MKP yang kemarin memenuhi panggilan KPK.

Hal berbeda ditunjukkan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto Edi Ikhwanto. Politisi PKB ini enggan menjawab atas kehadirannya sebagai saksi dalam kasus TPPU. ’’Tunggu dulu masih ambil berkas,’’ tuturnya saat keluar sekitar pukul 13.05 dari ruang pemeriksaan. Namun, bukannya kembali untuk memberikan keterangan. Alasan mengambil data tersebut diduga hanya akal-akalan Edi untuk menghindari wartawan. Sebab, hingga pemeriksaan berakhir pukul 16.00, Edi tak kunjung kembali.

Baca Juga :  Pemasok Obat Aborsi Tak Dieksekusi

Sementara salah seorang rekanan, Sarnoko mengaku pemeriksaan yang kesekian kali ini tak lain untuk mengkonfirmasi ulang pemeriksaan sebelumnya. ’’Klarifikasi. Lebih banyak mengulang yang dulu,’’ ungkapnya. Artinya, pemanggilan para saksi ini tak lain perihal pendalaman sejumlah aset milik MKP terkait TPPU yang disita KPK. Mulai dari aset bergerak, seperti kendaraan, hingga aset tak bergerak. Di antaranya adalah bangunan dan bidang tanah yang tersebar di 40 titik.

’’Termasuk keberadaan galian milik MKP dan proyek jalan. Serta Lampu penerangan jalan umum yang ada di Mojokerto,’’ paparnya.  Tak hanya itu, dugaan pencucian pasir milik MKP juga menjadi fokus dalam pengembangan dan pendalaman KPK saat ini. ’’Pokoknya ini tadi (kemarin, Red) ditanya soal penyitaan kendaran, cuci pasir, dan proyek LPJU. Tapi, sifatnya mengulang seperti sebelumnya,’’ paparnya.

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pendalaman aset Mustofa Kamal Pasa (MKP) terkait kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) Rp 82 miliar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Mapolresta Mojokerto berlanjut Rabu (22/1). Di hari kedua pemeriksaan ini, lembaga antirasuah itu memanggil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto Edi Ikhwanto, hingga ibu MKP, Siti Fatimah.

Pemanggilan anggota dewan dan keluarga MKP ini untuk mengkonfirmasi ulang aset yang sebelumnya telah disita oleh KPK. Pemeriksaan dipusatkan di aula Wiratama lantai dua mapolresta, Jalan Bhayangkara nomor 25, Kota Mojokerto. Dimulai sekitar pukul 09.40, satu per satu mereka yang dimintai keterangan berdatangan. Dari 11 orang, setidaknya ada 4 orang saksi hadir dalam kasus yang menjerat Bupati nonaktif Nganjuk Taufiqurrahman.

Sedangkan, pendalaman kasus TPPU melibatkan MKP, tercatat ada sekitar 7 orang yang diundang hadir sebagai saksi. Siti Fatimah, misalnya. Ibu kandung MKP yang datang sekitar pukul 12.18 ini tampak didampingi tiga asisten rumah tangga (ART). Mereka yang datang mengenakan masker itu lantas menuju ruang penyidikan di lantai dua mapolresta. Tidak satupun keterangan yang disampaikan kepada wartawan. Sesekali mereka hanya menjawab jika kabar kondisi mereka sedang baik.

Baca Juga :  Diperiksa KPK, Pejabat Pemkab Kompak Irit Bicara

Begitu juga saat keluar ruang pemeriksaan. Mereka memilih menghindari pertanyaan wartawan. Istri Jakfaril itu kembali enggan memberikan keterangan. Sesekali hanya melontarkan isyarat dengan menggeleng-gelengkan kepala kepada wartawan. Isyarat tersebut bukan menjawab soal kehadirannya dalam memenuhi panggilan KPK, melainkan ditanya soal menantunya, Ikfina Fahmawati, yang bakal running di pilkada serentak.

Berbeda dengan majikannya. Seorang pembantu rumah mengaku materi pemeriksaan yang dilontarkan penyidik kepadanya adalah tentang gaji selama dia bekerja sebagai ART. ’’Ditanya soal gaji saja,’’ katanya. Dia diketahui adalah ibu dari Sulistyowati, juga salah satu ART MKP yang kemarin memenuhi panggilan KPK.

Hal berbeda ditunjukkan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto Edi Ikhwanto. Politisi PKB ini enggan menjawab atas kehadirannya sebagai saksi dalam kasus TPPU. ’’Tunggu dulu masih ambil berkas,’’ tuturnya saat keluar sekitar pukul 13.05 dari ruang pemeriksaan. Namun, bukannya kembali untuk memberikan keterangan. Alasan mengambil data tersebut diduga hanya akal-akalan Edi untuk menghindari wartawan. Sebab, hingga pemeriksaan berakhir pukul 16.00, Edi tak kunjung kembali.

Baca Juga :  Korban Tewas di Malam Tahun Baru Adalah Warga Sidoarjo
- Advertisement -

Sementara salah seorang rekanan, Sarnoko mengaku pemeriksaan yang kesekian kali ini tak lain untuk mengkonfirmasi ulang pemeriksaan sebelumnya. ’’Klarifikasi. Lebih banyak mengulang yang dulu,’’ ungkapnya. Artinya, pemanggilan para saksi ini tak lain perihal pendalaman sejumlah aset milik MKP terkait TPPU yang disita KPK. Mulai dari aset bergerak, seperti kendaraan, hingga aset tak bergerak. Di antaranya adalah bangunan dan bidang tanah yang tersebar di 40 titik.

’’Termasuk keberadaan galian milik MKP dan proyek jalan. Serta Lampu penerangan jalan umum yang ada di Mojokerto,’’ paparnya.  Tak hanya itu, dugaan pencucian pasir milik MKP juga menjadi fokus dalam pengembangan dan pendalaman KPK saat ini. ’’Pokoknya ini tadi (kemarin, Red) ditanya soal penyitaan kendaran, cuci pasir, dan proyek LPJU. Tapi, sifatnya mengulang seperti sebelumnya,’’ paparnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/